True Love

True Love
EPISODE 79 AKHIR TARI.


__ADS_3

.....๐ŸŒธ๐ŸŒธ.....


" Semua yang bernyawa akan merasakan kematian , tak melulu berpatokan pada usia tua atau pun muda , semua sama ! Bila waktu nya tiba tak ada yang bisa memundurkan atau pun memajukan .... Kecuali sang Maha RAHMAN.


๐ŸŒธAmeena..


"Tok-tok !!" Suara ketukan pintu..


Kriekkkk... ?


Masuk seorang dokter dan 2 orang perawat keruangan Tari untuk mengontrol kesehatan pasien bernama Lestari.


" Astaga !! Dokter.. !?" Suara panik perawat melihat keadaan Tari.


Dari sudut ruangan Tari -


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu... " ucap salam Ameena pada penghujung sholat dhuha nya.


Ameena kini berdiri tepat disamping kanan wanita muda - nampak tangan wanita muda bernama Tari menarik dan mencengkram erat mukena yang belum sempat Ameena lepas -


Mata Tari menatap dalam pada mata Ameena yang saat itu telah penuh akan air mata kesedihan , Ameena mencoba kuat berdiri disisi Tari ..


"Te-terima kas-sih .. Meena.. dan ma-af kan A-ku.. !!?" suara permintaan maaf terucap begitu tulus dari bibir pucat.


Tari mencoba menarik napas lalu ...


"Tit-tip KIA ... Meena... !" Ucap permintaan Tari dengan suara yang tak sebegitu jelas.


Ameena nampak hanya mengangguk dengan deraian air mata - tanpa memahami sepenuh nya akan ucapan dari Tari.


Hingga...


"Ahhhhhhkkk..-Ahhhk " suara nafas Tari yang tersengal- sengal.


"T-tu-tun - tuntun ak-ku Me-ena... ..." . suara Tari terbata bata seraya menarik mukena Ameena agar lebih dekat dengan nya.


Dokter dan kedua perawat yang melihat perlakuan Ameena kepada Tari menjadi terharu - sekaligus salut akan persahabatan yang terjalin pada keduanya...


Gadis berkrudung lebar itu pun mengangguk dengan suara yang bergetar - tenggorokan gadis itu terasa kering akan sesuatu yang ia tahan didalam dada.


Meena mendekatkan bibir kearah telinga Tari ...


"AS..HADUANLA...... hingga selesai....


Tangan yang menggenggam erat pada mukena - kini terlepas dan tergeletak diatas bad.


Lestari menghembuskan nafas terakhir nya dipelukan sang Ameena.


Satu nama keluar dari bibir wanita muslimah yang terdengar begitu menyayat hati..


"Tariiiiiii... !!"


Nampak punggung gadis itu bergetar hebat akan suatu tangis yang coba ia tahan.


Dokter mencoba memberikan pertolongan dengan alat pemacu jantung pada Tari .

__ADS_1


Meena memundur kan tubuh , dengan melihat Tari dari balik tubuh sang dokter


Monitor menampak kan garis datar nya....pertanda tak ada detakan dan denyutan dalam diri Tari.


Meena membekap mulut dengan kedua tangan nya menahan suara isakan yang ingin ia keluarkan .


Ameena terduduk diatas lantai rumah sakit yang begitu dingin, kaki gadis muslimah itu seolah tak mampu menopang tubuh langsing nya akan kenyataan akhir takdir seorang wanita muda 22 tahun barnama LESTARI.


Selembar kain putih telah menutup sempurna diatas tubuh tak bernyawa ..


"Innalilalahi wainnailaihirojiun " ucap Ameena dan orang yang berada diruangan itu..


Dalam duka yang terdalam .. Ameena meminta tolong kepada perawat menghubungi seorang pria yang ia kenal ... yakni Hanan.


*


*


*


Siang berganti sore..


Untuk kesekian kali nya Ameena terduduk didekat pusara orang terkasih yang telah berpulang kerahmatulllah...


Pria berpakaian takwa yaitu Hanan melihat kearah gadis muda yang begitu amat bersedih dengan menatap pusara seorang sahabat nya .. mata yang indah kini nampak sembab.


" Meena.. !" suara Hanan..


Untuk pertama kalinya Meena menatap langsung wajah seorang pria.


"Hari sudah sore.. ayo kita pulang ke tempat mas Hanan ...!" ajak pria berkemeja koko itu.


Rasa ikhlas dalam dada seolah ingin ia patri atas rasa kehilangan yang ia rasa kan ...


" Istirahat lah Tar.. mungkin raga ku tak lagi bisa menemani mu disana .. akan tetapi DOA ku tak akan pernah putus menggantung pada kolam langit untuk selalu mendoakan mu selayak nya aku mendoakan umma dan ibu !" Gumam batin gadis itu dalam ikhlas.


**


21 menit berlalu kini Hanan memarkirkan kendaraan roda 4 milik nya... disebuah halaman yang luas dengan hamparan pepohonan yang rindang yang membuat rasa nyaman menyapa gadis berbusana syar'i untuk pertama kali.


"Assalamualaikum.. " suara salam Ameena didepan sebuah kamar yang kini terbuka ...


"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatu.. "jawab Hanan dan seorang wanita muda bercadar..


Selang 5 menit berlalu...


"Istirahat lah dikamar tamu ini Meena ! " ucap Hanan


"Bila kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa minta tolong pada Hanifah !" Jelas Hanan dengan memperkenal kan gadis muda yang usianya lebih tua satu tahun dari pada Ameena yang berdiri berada di belakang sang kakak Hanan.


"Terima kasih mas .. !" Ucap Meena dengan menunduk.


Selepas kepergian Hanan dan Hanifa..


Ameena berdiri dan menutup kembali pintu , gadis muda melangkah untuk membersihkan diri dan bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat 3 rakaat nya.

__ADS_1


Terdengar suara tahlil dari dalam masjid yang terdapat pada pesantren tersebut.


Ameena kini ikut membaur dalam kehusyuk an ... yang dipimpin oleh Hanan dan diikuti para jamaah santriwan - santri wati .


*


*


Kini Ameena melangkah menuju kamar ...


Didalam kamar... Ameena terlihat melamun dalam sebuah kenangan akan masa- masa bersama Tari..


Tiba -tiba ingatan nya terarah pada suatu barang milik Tari...


Dengan rasa TANYA yang ada ..


Ameena mulai membuka koper tersebut ...


Satu demi satu barang - barang Tari - telah Ameena keluarkan ..


Ada 3 pasang gamis lengkap dengan cadar dari dalam koper tersebut..


Nampak dahi seorang Ameena mengerut akan apa yang ia lihat saat ini


- sebuah map coklat yang diletakkan di bagian paling bawah gamis.


Saat Ameena akan membuka map tersebut ... datang seorang wanita muda bercadar .


"Assalamualaikum dik Meena.. !!" suara lembut Hanifa.


"Wa'alaikum salam ... Mbak Hanifa !?" jawab salam Ameena dan tersenyum kecil seraya mengusap ujung mata yang basah.


.....?"


.....๐ŸŒธ๐ŸŒธ.....


*


*


*


*


ย 


outhor ....?!


Mon - maaf.... bila ada huruf yang tak sesuai pada sebuah kata.. dan kalimat yang masih terasa kaku pada pengucapan..


in syaa Allah secara bertahap akan saya revisi..


"Terima kasih saya ucapkan kepada yang selalu mendukung atau tidak mendukung karya author seperti saya๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿป yang membawa karya sederhana tentang kehidupan nyata yang terjadi disekitar kita dan di mix dengan pemikiran halu sederhana saya...๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿป


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2