True Love

True Love
Saran


__ADS_3

"Selamat pagi, mas Arka" Ucap Vito sambil tersenyum tipis.


"Selamat pagi, juga. Ayo masuk..." Jawabnya dan mempersilahkan kedua pasangan tersebut masuk ke dalam ruangan.


"Vito, Sarah..." Ucap Kevin ketika mereka berdua masuk.


"Iya mas, kami datang ke sini untuk melihat kondisi bang Rasya dan juga menjaga kak Tania" Jawab Vito dengan merangkul pundak istrinya.


Kevin membalas jawaban dengan ber-oh ria. Mereka pun duduk, di sampingnya Kevin, tapi Sarah berjalan menuju ranjang Tania.


"Selamat pagi, mba-mba cantik" Ucap Sarah dengan rada kaku berbahasa Indonesia.


"Pagi, juga cantik. Sini duduk, di sebelahku" Jawab Zahra dan menepuk bangku di sebelahnya.


"Okeeee, thank you" Balas Sarah sambil mengaggukkan kepala.


Sarah hanya melihat kesedihan dari raut wajah kakak iparnya itu. Matanya yang sayu, bibir pucat dan juga seperti tidak punya tenaga. Semua terkuras habis karena selalu menangisi Rasya yang belum kunjung sadar dari tidurnya.


"Are you ok...?" Tanya Sarah sambil memegang tangan Tania.


Si pemilik tangan pun hanya mengangguk tanpa melihat wajah si penanya. Tatapannya selalu saja menunjuk pada Rasya. Sampai bosan orang melihat, tapi baginya melihat wajah Rasya adalah hal yang paling indah, sebab dia sudah punya rasa dengannya. Cinta, contohnya jika ingin tau.

__ADS_1


Sarah mangut-mangut, fix cinta berat nih pasangan yang baru nikah satu bulan. Lalu Arka dan Kevin pamit untuk berangkat kerja, tapi sebelum itu, Vito berpesan pada mereka jika nanti malam dan seterusnya tidak usah tidur di sini, karena sudah ada dirinya dan juga istrinya yang akan menjaga Rasya dan Tania sampai mereka sembuh.


Mereka setuju dan tetap akan kemari walau hanya menjenguk atau melihat perkembangan dari Rasya. Kali, ini yang belum datang adalah Elia, Zafier dan juga ayah Eki. Mereka masih di Korea dan akan kembali ke Indonesia besok lusa. Masih lama, jadi nanti akan ada banyak orang yang mensupport Tania agar tidak sedih lagi dan cukup doakan saja agar Tuhan bermurah hati menyadarkan Rasya dan membuatnya sehat kembali.


Cukup sulit untuk membujuk Tania untuk buka mulut, seperti di lem dengan perekat ampuh sehingga membuatnya susah untuk bicara.


"Sudahlah kak, jangan bersedih lagi. Nanti bang Rasya malah gak bangun-bangun lho gegara liat kakak sedih" Ucap Vito yang ikut duduk dan berhadapan dengan Tania.


"Bagaimana aku tidak sedih, orang yang aku cintai sakit seperti ini" Sahut Tania pelan.


"Aku tau kau mencintainya, tapi jika memang benar-benar mencintai maka doakan dia, berbahagialah dan jangan tunjukan raut sedih mu, kak. Bang Rasya gak bisa liat orang yang ia sayangi menangis bahkan sampai sepucat ini. Jika abang lihat wajah mu pasti dia akan ngomel"


"Biarkan saja, aku memang rindu dengan omelannya yang membuatku jengkel. Itu sudah menjadi makananku sehari-hari saat di rumah"


Diam!


Sudah diam saja, toh nanti kalau Tania capek dia akan tertidur sambil menggenggam erat tangan suaminya. Sarah memberikan isyarat agar suaminya tidak ngoceh lagi, lebih baik tidur sana di sofa, kan capek habis perjalanan jauh.


"Meneng wae, sana kamu tidur!" Ucap Sarah. Percampuran antara Jawa dan Inggris membuat Sarah bisa mempelajari kedua bahasa, tapi masih sangat kaku kalau bahasa Indonesia dan Jawa.


"Aku hanya memberi saran, apa tidak boleh?"

__ADS_1


"Sure..., tapi tidak membantu"


Okelah Vito kalah, dia diam dan memilih tidur di sofa sesuai perintah istrinya. Lalu Sarah duduk di tepi ranjang milik Tania, dia memeluk dan juga membisikan kata-kata yang bisa membuat Tania bangkit dan tidak lagi bersedih.


Tania hanya mangut-mangut, kala senyuman tipis terbit dan terbenam, secepat kilat. Lalu ia memutuskan untuk tidak lagi jatuh ke dalam jurang keterpurukan, ayo bangkit dan jangan bersedih, Tuhan selalu bersama dengan orang yang berjuang. Tapi dalam hal kebaikan, ya gaes.


Bersambung


.


.


.


Oke deh aku buat happy ending, tapi jangan lupa kasih aku semangat, vote, like dan follow.


Jangan penuhi kolom komentar dengan promo ya, bukannya sombong tapi aku juga gak pernah promo lagi di lapak orang lain.


Cerita ini bentar lagi akan end. Aku bakalan kebut part biar cepat selesai di akhir cerita akan author kasih sesuatu yang bisa di kenang sama kalian semua.


Kalau udah tamat, jangan lupa ya mampir di cerita Arza dan Aluna. Kan ada tuh kakak cantik dan kece yg minta di buatin cerita tentang anak mereka. Nah udah aku kabulin, dan sekarang aku minta imbalan dengan like, vote dan komentar. Gak berat dan susah kok.

__ADS_1


Oke, itu aja sih makasih.


Salam pembuatan halu tingkat dewa ≧▽≦


__ADS_2