
Pagi hari menyingsing, membuat Tania menyibak selimut, masih dalam posisi yang sama, memeluk tubuh suaminya, eh lebih tepatnya di peluk.
"Mas, udah pagi. Yuk bangun" Ajaknya sambil membelai lembut pipi Rasya.
Pria itu pun langsung menggeliat, dan kembali memejamkan matanya. Tidak niat untuk bangun.
"Lah kok malah tidur lagi, ayo bangun" Ajaknya lagi.
"Ngapain bangun jam segini, kan masih pagi?" Sahutnya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Kamu harus jalan-jalan pagi, biar dapet udara segar. Yuk bangun, kita jalan-jalan. Kamu mau kan, cuma kita aja lho"
"Mauuuu, tapi kita dua aja yah. Jangan ajak yang lain"
"Iya masku sayang"
"Kamu cantik, dek. Ini hadiah buat kamu"
Cup
Ciuman manis mendarat di kening Tania. Cantik darimana, wong rambut aja acak-acakan, iler nebar kemana-mana. Bisa-bisanya si suami bilang cantik.
Sesampainya di luar rumah, Rasya dan Tania berjalan beriringan sambil gandengan tangan, tak peduli banyak orang yang berlalu lalang, mengawasi dengan tatapan heran, pagi-pagi udah tebar romantis. Bodo, penting bahagia, yekan.
"Dek, embunnya masih banyak dan nempel di dedaunan pohon" Ucap Rasya dengan mata yang indah.
"Iya mas, bagus kan" Balasnya dengan menunjuk daun.
"Bagus dan segar" Sahutnya sambil mengangguk.
Mereka jalan pagi hanya di sekitar komplek dan setelah itu kembali ke rumah untuk mandi. Vito dan Ghani sedang duduk di teras rumah, menanti kepulangan si pemilik rumah yang katanya habis olahraga jalan pagi.
__ADS_1
"Assalamualaikum, kami pulang" Ucap Tania sambil tersenyum tipis.
"Waalaikumsalam, kakak ipar dan abang tukang tipu" Jawab mereka serempak.
"Diam! Jangan banyak ngomong, ayo masuk di sini udaranya panas" Ajak Rasya, malas dengan sikap kedua adiknya.
Kedua pria itu terkekeh mendengar penuturan Rasya, perubahan yang signifikan terjadi. Biasanya jika Rasya di katai tukang tipu, tidak marah dan malah menjawab. "Kenapa? Kamu iri?"
Tania pun langsung mengangguk, membantu Rasya berjalan, takut jatuh kesandung cinta.
Sarah dan Alexa sedang memasak, sampai Tania lupa untuk pulang dan membantu mereka.
"Kak Nia..." Panggil Sarah sambil melambai dari arah dapur.
"Iya sebentar" Jawabnya lalu ia memandang wajah suaminya, minta izin untuk pergi ke dapur.
"Mas, aku mau ke dapur dulu. Kamu masuk sendirian ke kamar gapapa kan?"
"Iya, gapapa. Nanti kalo mas butuh adek kan tinggal panggil"
Tania segera pergi ke dapur, memenuhi panggilan adik iparnya. Di sudah tersaji makanan lezat. Tania aja belum berubah masak yang model gituan, baru kali ini liat.
"Ada apa?" Tanya Tania to the point.
"Ini kak, aku mau bilang, today we have to London. So, this is for you and your husband" Jawabnya dengan menyerahkan sesuatu.
"Ini apa?" Tanya Tania seraya membuka bungkusan itu.
"Souvernir"
"Wah, this is cute, thanks a lot"
__ADS_1
"You're welcome"
Hadiah kecil yang di berikan oleh saudara iparnya untuk kenang-kenangan, dan entah kapan bisa berkumpul kembali. Mungkin di tahun depan bisa berkumpul lagi pas lebaran mendatang.
Jam 10 pagi, Vito dan Ghani mereka berkemas untuk pulang ke London bersama istri dan anak. Salam sayang dan perpisahan, mungkin di lain waktu, Tania dan Rasya yang akan berkunjung ke rumah mereka. Bulan madu, contohnya.
Selepas kepergian mereka semua, kini hanya ada dua insan saja yang tinggal di rumah.
Masuk ke dalam, karena cuaca terik.
"Dek, mas mau cari pembantu dan satpam di rumah ini. Biar adek gak kecapean bersih-bersih rumah"
"Gak usah mas, kan adek udah mandiri dan gak manja lagi"
"Tapi mas kasihan liat adek kerjain semuanya"
Kenapa baru ngomong sekarang? Dulu Tania bersih-bersih, kamu gak bilang kasihan, malah senang melihatnya sambil berpidato ria, apa kamu lupa, hah?
"Mas, so sweet deh. Ya udah kalo mau nyari aku setuju aja"
"Udah kok, itu mereka datang"
"Hah, datang? Kapan mas nyari mereka?"
"Tadi waktu di kamar, liat ada daftar nama yang siap untuk di jadikan pembantu"
Oh kertas itu, perasaan Tania sudah membuangnya. Itu adalah daftar nama pria yang dulu meremehkan dirinya dan daftar nama wanita adalah teman yang mengkhianati kepercayaan dirinya. Sekarang mereka menderita dan butuh uang.
Bersambung
.
__ADS_1
.
.