True Love

True Love
Liver


__ADS_3

Happy reading 🤗


Kevin sudah mencari kesana-kemari tapi belum juga menemukan istrinya. Ia menanyakan kepada semua orang yang serupa lewat atau ia lihat. Kebetulan Sindi baru keluar dari mobilnya setelah mengambil beberapa berkas penting.


"Sindi......," panggil Kevin sambil sedikit berteriak


"Apa apa pak....?" tanya Sindi canggung


"Apa kamu lihat istri saya lewat?" balik tanya Kevin


"Oh....., tadi saya lihat beliau masuk ke dalam kantor dan katanya hendak menemui bapak" jawab Sindi


"Kalau itu saya tau. Tapi sekarang dia sudah keluar dan entah kemana perginya" ujar Kevin


"Maaf pak, kalau itu saya tidak tahu" ucap Sindi sambil menunduk


"Tak apa...


terimakasih sudah menjawab pertanyaan dariku'' jawab Kevin


Sindi langsung mengangguk, lalu Kevin langsung pergi dan mencari lagi keberadaan Famira saat ini hingga melupakan Zevana di dalam ruangannya.


"Aku harus mencari kemana lagi, Oh Tuhan bantulah aku untuk menemukan istriku'' gumam Kevin


Kevin melihat sekumpulan pemuda sedang menongkrong di pinggir jalan, lalu ia menghampiri mereka dan bertanya, siapa tau mereka melihat Famira.


"Maaf, menggangu waktunya sebentar, saya ingin bertanya" ucap Kevin


Seketika semua pemuda itu langsung menoleh ke arah suara, mereka kaget karna yang berbicara adalah Kevin seorang pengusaha sukses dan terkenal di kota ini.

__ADS_1


"Ada apa tuan Kevin....?" tanya Rio sopan


"Maaf, apa tadi kalian melihat wanita lewat. Ciri-cirinya dia pakai hijab, cantik dan anggun. Apa kalian melihatnya?" tanya Kevin


"Oh...., tadi saya melihat wanita yang persis dengan ciri-ciri yang tuan katakan" jawab Rio


"Benarkah....? Lalu dimana dia sekarang?" tanya Kevin


"Tadi wanita itu pingsan, dan saya tadi sudah membawanya ke rumah sakit" jawab Rio


"Rumah sakit? Apa tadi dia kelihatan sedang sakit?" tanya Kevin was-was


"Sepertinya tuan, tadi saya liat wanita itu pingsan dan hidungnya juga mimisan" jawab Rio


"Ya sudah, terimakasih..., lalu kamu bawa ke rumah sakit mana?" tanya Kevin


"Sama-sama, tuan. Tadi saya bawa ke rumah sakit Pondok Indah" jawab Rio


Kevin langsung melesat pergi menuju rumah sakit Pondok Indah, tempat Famira di rawat.


perasaannya begitu kacau dan entah bagaimana caranya untuk bisa menjelaskan kepada Famira yang sebenarnya.


30 menit kemudian, Kevin sampai di depan rumah sakit dan ia pun langsung keluar dari mobil.


Berlari menghampiri meja resepsionis dan menanyakan dimana ruang rawat Famira.


"Suster dimana istri saya dirawat?" tanya Kevin dengan napas terengah-engah


"Siapa namanya pak?" balik bertanya

__ADS_1


"Famira Sabila, itu nama istri saya" jawab Kevin


"Sebentar pak, saya cek dulu" jawab suster itu


"Oh..., beliau ada di ruang rawat no 232 kamar Dahlia" jawab suster itu


Kevin langsung mengangguk dan pergi menuju kamar yang suster katakan.


Akhirnya sampai, sebelum memegang handle pintu, Kevin mengatur nafasnya dan baru lah ia membuka pintunya.


Ceklek


Pintu pun terbuka, lalu ia masuk kedalam. Dan ternyata Famira sedang terbaring lemah disana. Mendengar pintu terbuka lalu Famira pun membuka matanya dan melihat kearah pintu. Ia melihat Kevin berjalan menghampirinya dengan cepat ia memalingkan wajahnya ke arah samping, malas melihat wajah Kevin saat ini.


"Sayang...." panggil Kevin lembut


"Heemmm...." hanya deheman


"Kamu sakit apa, sayang?" tanya Kevin


"Sakit hati..." jawabnya singkat dan sedikit judes


"Sakit hati? Apa kamu sakit liver sayang?" tanya Kevin khawatir


Famira yang ingin berlamaan marah pun akhirnya tidak jadi. Karna ucapan Kevin tadi yang bertanya jika ia sakit liver. Dengan sekuat hati, Famira menahan tawanya agar tak terlihat oleh Kevin. Ia bisa menahannya karna ingat insiden di rumah sakit tadi.


Bersambung


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2