
.....🌸🌸.....
Beberapa saat kemudian - Tomy kembali meletak kan cangkir tersebut ke atas meja .
"Aku akan membantu mu Tom !!"ucap Ketty dengan mengarahkan tatapan serius nya pada Tomy.
"Maksud perkataan mu apa Kett ?!" Suara Tomy terdengar datar diiringi tatapan yang tajam .
Ketty yang menyadari lantas tersenyum " Kita terima saja perjodohan ini , hingga perusahaan mu kembali stabil , anggap saja ini hanya sebuah sandiwara !" Tutur kata Ketty dengan santai.
Tomy menatap lama pada mata Ketty mencari sisi kepura- puraan dari wanita itu , Ketty terkekeh akan rasa tak percaya Tomy "Aku serius Tom ! Dan sekali lagi aku katakan ini semua murni aku lakukan untuk Ameena !" sambung Ketty kepada Tomy
*
*
Terdiam dan merasa kecil.. itu lah yang saat ini dirasa kan Tomy..
Tomy terlihat tak percaya diri , saat Ketty bercerita tentang siapa sang calon suami Ameena ..
" Kejar lah dia dan yakin kan dia bahwa kamu layak mendapat kan nya ! minta lah kesempatan sekali lagi untuk hubungan kalian !?" Ucapan nasehat Ketty membuat Tomy berpikir dan merenung ..
*
*
*
Tomy terlihat tertawa getir , atas ide Ketty tentang perjodohan tersebut.
"Tidak Kett.. aku tidak akan melakukan hal pengecut semacam itu ! " jawab Tomy dengan penuh keyakinan.
"Aku tak ingin mempermainkan perasaan wanita mana pun lagi !" Kalimat dari sang pendosa membuat Ketty tercekat
Sebuah jawaban yang ia kira akan diterma oleh Tomy , demi berlangsung nya perusahaan yang telah lama ia bangun dengan susah payah ternyata ditolak.
"Aku juga tidak akan menerima perjodohan diantara kita , aku tak ingin menjadi senjata untuk ambisi seorang tua yang tamak ! Biar saja ia mau melakukan apa , yang jelas aku sudah ikhlas dulu aku bukan lah siapa -siapa dan tak memiliki apa -apa ! Maka aku akan menerima nya tanpa aku harus mengiba dan meminta selain kepada NYA. "
Akal pikiran Ketty mendadak tercubit oleh ucapan kenyataan yang terlontar dari bibir seorang pendosa .
"Tentang Ameena .. !" sebuah senyuman terulas begitu tentram dari bibr merah Tomy " Biar lah dia mendapatkan terbaik dari yang maha BAIK.... dan aku akan ikhlas walau jujur dalam hati ku masih ingin memantas kan diri ku untuk nya , tapi nampak nya aku terlambat .
"Tom ... kamu !!?" Suara Ketty tercekat kembali dengan mata yang mengarah kepada Tomy yang berdiri dan akan berlalu ..
"Terima kasih Kett ! Ternyata tak hanya penampilan mu yang berhijrah, namun sikap dan sifat mu pun perlahan ikut berubah , aku minta maaf pernah berlaku tak baik pada mu !" Sebuah senyuman begitu tulus dari Tomy.
"Salam untuk om dan tante !" Ucap Tomy dengan berlalu dan meninggalkan Ketty seorang diri .
*
*
Kini giliran wanita dewasa itu yang tertampar oleh perkataan sang pendosa ..
"Aku dan kamu apa beda nya Tom ! Kita berasal dari tempat yang sama dan berangkat dari rasa dan niatan yang tak jauh beda ! ...
__ADS_1
Kita menginginkan sebuah keluarga yang menyayangi kita dan menerima kita dengan tulus , mungkin harapan ini menjadi harapan dan impian semua anak panti asuhan layak nya aku ,kamu dan Ameena. Karna kita tak seberuntung anak- anak lain diluaran sana , yang lahir lalu disambut dengan rasa suka cita oleh anggota keluarga .
" Boleh jadi mereka terlahir dari keluarga berada , bisa jadi mereka terlahir dari keluarga kurang berada dalam hal finansial . Tapi dibalik semua itu ada yang lebih berharga dari harta , sejauh apa pun kita melangkah pada akhir nya kita akan kembali kepada tempat ternyaman didunia yakni KELUARGA.
*
*
*
ketika piringan matahari secara keseluruhan telah hilang dari cakrawala.
Disebuah rumah bercatkan putih , seorang pria matang telah duduk dengan wibawah . "Aku tidak akan mengambil hak asuh atas Ameena ! Aku hanya ingin menjalan kan apa yang semesti nya aku lakukan untuk nya ...! "suara seorang pria matang terdengar dengan tenang.
Lisa terlihat tersenyum kecil atas ucapan pria angkuh yang biasa dipanggil Sam "Aku tak habis pikir ternyata pria seperti diri mu bisa memiliki putri seperti Ameena . Aku saja sebagai ibu angkat nya merasa iri pada mu !!" Ucap Lisa dengan menatap sesaat pada arah Sam lalu beralih melihat kearah Zakia yang terlelap didalam kamar.
Sam tersenyum kecut atas ucapan jujur Lisa yang ditujukan pada nya . Selang waktu berganti terdengar suara kendaraan berhenti didepan rumah .
"Assalamulaikum .. " suara lembut seorang gadis bercadar terdengar begitu santun , perlahan langkah kaki kanan gadis muda itu mulai memasuki rumah , dengan tetap menunduk kan pandangan , muslimah itu menghampiri sang ibu yang duduk disebuah sofa , dengan pelan telapak tangan yang berbalut hand stock meraih telapak tangan sang ibu dan mencium nya .
Pemandangan langkah yang tak pernah terlihat oleh mata sang Abrisam , membuat pria matang itu berkata dalam batin "Buah jatuh tak jauh dari pohon nya !!"
Senyuman yang ramah terarah pada Ameena , saat gadis muda itu menakupkan kedua tangan nya kepada Abrisam .
*
*
Sedangkan mata seorang pria dewasa , sedari tadi menatap curiga pada kendaraan mewah yang terparkir dihalaman rumah.
"Hai Eon !' Sapa Sam , yang melihat pria dewasa itu mulai memasuki rumah.
*
*
*
30 menit berlalu dari seruan adzan magrib.. Lisa nampak mengetuk pintu kamar Ameena, gadis muslimah dengan kesederhanaan dalam diri nya tengah membangunkan sang putri kecil yang terlelap pada waktu senja .
Ameena yang mendengar sebuah ketukan bergegas melepas mukena yang ia kenakan setelah sholat tiga rakaat nya.
Dengan cadar yang telah terpasang rapi Ameena membuka pintu untuk sang ibu...
"Kemarilah nak!" Seru Lisa dengan menarik pelan tangan Ameena menuju ruang tamu.
" Duduk lah.. !" Pinta Lisa kemudian , Ameena hanya menurut patuh akan ucapan sang ibu.
Leon menatap seorang gadis bercadar yang kini duduk disebuah sofa yang letak nya berada dihadapan nya , dimana gadis itu pernah mendiami relung hati terdalam seorang Leon -akan sebuah rasa cinta .
Perlahan tangan Leon mengarahkan suatu berkas dan buku catatan kehamilan pada Ameena .
"Buka dan baca lah Meena !"ucap Leon.
Dengan tetap menunduk kan pandangan Ameena meraih dan membaca apa yang diberikan oleh sang kakak , perlahan bibir yang tertutup cadar mulai mengeja sebuah nama yang tertera pada sampul sebuah buku yang bertuliskan SAKINAH
__ADS_1
Jantung mulai berdegup, nadi mulai berdeyut ,nyali mulai menciut.
Terlihat jari -jari lentik itu mulai bergetar, dengan perlahan lembar demi lembar telah ia buka ,
Beberapa lembar gambar hitam putih ia lihat , dimana hasil gambar tersebut menjelas kan ada sebuah janin yang telah tumbuh dan berkembang dengan baik atas kuasa sang maha pemberi RUH .
Kini tangan Ameena beralih membuka berkas , berkas tersebut menjelaskan ada nya suatu pernikahan antara wanita muda bernama Sakinah berusia 20 tahun dengan seorang pria bernama Abrisam 21 tahun telah tercatat , sontak mata indah itu kembali mambasah akan kenyataan yang tak mampu ia terka.
Tanpa sengaja Ameena menjatuhkan sebuah perhiasan yang memiliki buah kalung berbentuk hati dari dalam omplop coklat , jantung Ameena makin berdetak kencang seolah menerka dan bertanya kembali ? Akan isi buah kalung tersebut ..
Selang semenit kemudian Ameena membuka buah kalung tersebut , dimana perhiasan tersebut memiliki dua buah bingkai didalam nya , pada bingkai pertama terdapat foto wanita muda memakai jilbab besar yang wajah nya mirip dengan diri nya , pada bingkai kedua terdapat foto pria bernama Abrisam diwaktu muda .
Dalam kondisi terdiam .. Ameena mencoba berhusnuzon akan ketetapan sang maha KARIM.
*
*
Dibawah kehampaan dan keheningan suasana malam...
Ditempat yang sama Abrisam dan Ameena duduk saling berhadapan dengan pembatas meja yang terbuat dari kaca .
"Aku tidak akan memaksa mu untuk segera menerima ku sebagai orang tua mu ! "Suara pria matang terdengar berusaha tenang walau jujur ada rasa degupan jantung yang coba ia sembunyikan.
Dengan tetap menjaga pandangan ..
"Terima kasih telah mencàri saya !"sebuah kalimat yang terdengar begitu tulus dari bibir Ameena
"Saya tidak tahu harus berkata apa dan bersikap bagaimana !?" Lanjut ucap gadis bercadar .
Ameena merasakan tak ada kemestri antara diŕi nya dan Abrisam sebagai seorang ayah , yang keberadaan nya tak pernah ia rasakan
Hingga Ameena kecil harus menerima predikat anak HARAM dan perlakuan tak baik dari anak -anak sekitar luar lingkungan panti , yang seolah tiada lelah mengganggu dan menghina nya .
Malam semakin gelap Abrisam memutuskan untuk pulang ..
*
*
Disimpang jalan besar
Sebuah kendaraan mewah tengah berhenti , nampak dua orang pria dewasa sedang mengamati rumah yang bercat putih dari dalam kendaraan , dimana rumah tersebut letak nya bersebrangan dengan kendaraan itu , dalam waktu bersamaan seorang Sam terlihat keluar dari dalam rumah ..
Dibalik tubuh tinggi nan gagah Abrisam terlihat gadis bercadar yang didampingi Lisa mengantar pria itu menuju kendaraan nya .
Gigi rahang nampak mengerat , tangan mulai mengepal kuat , atas apa yang ia lihat, tanpa ia mendengar sesaat ,
Mata sang asisten melirik kepada tuan muda yang nampak menahan amarah...
"Apa kita menghampiri papa tuan muda ??" Ucap tanya seorang asisten..
.....?!"-
.....🌸🌸.....
__ADS_1