True Love

True Love
Bulan dan bintang


__ADS_3

Happy reading 🤗


Malam hari


Famira sedang membaca buku tentang kehamilan yang Kevin belikan untuknya.


Duduk sila diatas ranjang sambil mengunyah buah apel.


Banyak sekali gambar ibu-ibu yang awal hamil sampai melahirkan, Famira tersenyum membayangkan jika ia nanti melahirkan anak pertamanya.


Kevin baru keluar dari kamar mandi, pun langsung menghampiri Famira yang tengah duduk anteng di atas ranjang. Ia mengenakan piyama tidur lengan dan celana panjang berwarna biru dongker.


"Kamu serius banget bacanya...." ucap Kevin


"Iya mas, banyak pelajaran yang bisa aku ambil dari buku ini" jawab Famira


"Oh....., apakah kamu sudah selesai makan buahnya?" tanya Kevin


"Bentar lagi habis, memangnya kenapa?" balik tanya


"Enggak...., aku cuma mau ajak kamu ke balkon kamar buat liat rembulan malam" jawab Kevin


"Baiklah..., aku akan habiskan ini dulu" ucap Famira dan mengambil beberapa potong buah apel.


Setelah selesai makan, Famira dan Kevin menuju balkon kamar. Saat membuka pintu balkon, hembusan angin masuk kedalam kamar dan membuat rambut mereka beterbangan. Malam yang indah, bulan bersinar dengan sangat terang, bintang pun bertaburan di atas langit menemani sang rembulan.

__ADS_1


Melihat rambut istrinya acak-acakan karna angin, lalu Kevin merapikannya dengan menyelipkan anak rambut di telinganya Famira.


"Bagaimana.....,apa kamu suka?" tanya Kevin


"Sangat, dan ini indah sekali sayang" jawab Famira


"Jika kamu senang, maka aku juga senang. Lihatlah bulan dan bintang itu'' tunjuk Kevin


"Iya..., sangat terang dan berdekatan" jawab Famira


"Itu, seperti kita dan mungkin itu adalah perumpamaan dari hubungan kita sayang" ujar Kevin


"Maksudnya...., gimana mas?" tanya Famira


Mereka pun langsung duduk dengan Famira menyenderkan kepalanya di bahu suaminya dan Kevin memeluk tubuh Famira dengan tangan kirinya.


"Kamu bulan dan aku bintang" ucap Kevin


"Lalu.....?" tanya Famira


"Bulan yang selalu ada di setiap malam untuk menerangi bumi, jika tidak ada kendala munculnya bulan. Sedangkan bintang, ia adalah teman si bulan, jika bulan muncul pasti bintang pun ikut muncul. Sang bintang membantu bulan untuk menyinari bumi kala malam hari. Dengan bantuan sinar dari bintang, bulan bisa selalu bersinar.


Begitu juga dengan hubungan kita sayang, saat kamu sedang down aku selalu ada untukmu untuk bisa menarik dari keterpurukan dan kesedihanmu. Dan bulan yang selalu ada untuk bumi ini, meski tidak mengeluarkan cahaya sendiri dan memerlukan bantuan dari bintang, bulan tidak pernah putus asa atau iri dengan bintang. Karna dia memiliki posisi tersendiri. Coba kamu bayangkan jika di langit ini tidak ada bulan, pasti setiap malam selalu gelap, meski beribu bintang bertebaran di langit. Itu lah perumpamaan dari bintang dan bulan" jelas Kevin


"Aku masih belum paham, sayang'' ucap Famira sambil cengengesan

__ADS_1


"Aku perumpamaan dari bintang, ia selalu membantu bulan kala ia membutuhkan sinar untuk menerangi malam.


Dan kamu perumpamaan dari bulan, yang selalu ada untuk bumi dan teman setianya si bintang. Andai saja bulan tidak ada pastinya sang bintang selalu kesepian tiada teman. Ada sih, yaitu mentari.Tapi sang mentari ia akan muncul saat pagi hingga sore. Sedangkan bintang muncul saat malam hingga menjelang pagi. Jadi mereka tidak bisa bertemu.


Begitu juga dengan kita, dulu saat sebelum kamu datang, aku selalu kesepian tiada teman untuk berbagi masalah dan beban hidup, dan saat kamu hadir dalam hidupku semua berubah. Ada teman hidup yang selalu bersamaku dalam suka dan duka, berbagi keluh kesah bersama dan bahagua bersama. Sebaliknya juga denganmu, kala masih sendiri dan saat setelah aku ada dalam kehidupanmu, semua berubah. Ada yang menjaga dan melindungimu sayang." jawab Kevin


"Oh...., aku baru paham sayang....


apa yang kamu katakan itu benar" ujar Famira yang sudah paham maksud dari perkataan Kevin.


"Aku sangat bersyukur karna kamu sudah hadir dalam hidupku, kamu adalah orang yang selama ini aku impikan, seseorang yang bisa menerimaku dan selalu menyayangiku" ucap Famira meneteskan air matanya


"Aku juga sayang, aku sangat bersyukur karna kamu sudah hadir dalam hidupku. Kalau dulu almarhum papa tidak menjodohkan aku denganmu pasti sekarang aku sangat kesepian tiada teman yang menemaniku" ucap Kevin sambil mengusap air mata Famira yang jatuh membasahi pipinya dengan menggunakan ibu jarinya.


Bersambung


.


.


.


Mau ngegombal tapi author kurang ahli, ehehehe.


Jadi maklumin aja ya readers, kalo di part ini author gagal buat baper kalian semua.

__ADS_1


__ADS_2