True Love

True Love
EPISODE 69


__ADS_3

.....🌸🌸.....


"Jangan sampai tèrtunda nya karunia Tuhan kepada mu setelah kau mengulang -ulang akan doa mu membuat mu berputus asa.


"Karena Tuhan menjamin akan pengabulan doa setiap hamba sesuai pilihan -NYA , bukan sesuai pilihan kita.


"Pada waktu yang diingìnķan -NYA , bukan pada waktu yang diri kita ingin kan.


Cerita Cinta dalam Doa ... Ameena.... 🌸


*


*


🌸🌸


Hari berikut nya.. disuatu pagi


"Kamu jangan terlalu keras kepada adik mu Lee ! Bagaimana pun Meena sudah dewasa !?" Ujar Lisa ķepada Leon yang berada dimeja makan .


"Mama belum tahu siapa Tomy , dia bukan lah pria yang baik !" Sergah Leon dengan melahab sarapan nya.


"Tapi seperti nya adik mu menaruh rasa berbeda - kepada pria yang usia nya sama dengan diri mu !?" Sambung Lisa.


Leon terdiam dan meletak kan perlatan makan nya diatas meja...


"Ma af Ma.. ! Leon harus berangkat kerja dulu !?" Pungkas Leon .


Saat kaki pria tinggi itu melangkah menuju pintu keluar - dari arah berlawanan gadis muda berpakaian syar'i datang seraya menghampiri sang kakak.


"Kak.. Meena mau bicara !?" Ucap Meena yang berdiri dan menunduk didepan pria tinggi itu.


Leon terlihat datar dalam merespon ucapan sang adik...


"Diam lah dirumah ! Itu lebih baik !?" Ucap Leon menimpali .. tanpa mendengar apa yang akan di ucapkan gadis muda ..


*


*


Pria gagal nikah itu pun masuk lalu memacu kendaraan nya...


Wussssssssss ..... pergi dengan membawa segala kegundahan hati ...


Ameena menatap tak mengerti akan sikap protektif sang kakak akhir - akhir ini kepada nya.


Sedangkan dari arah belakang gadis itu - Lisa sang ibu menatap tak tega akan diri Ameena yang seolah terkekang oleh sikap dan peraturan yang Leon berikan...


"Nakkk.. !?" Suara Lisa .


Meena membalik kan tubuh kearah sang ibu.


"Iya bu' !" Jawab Meena dengan tersenyum.


"Ma.af kan kakak mu ! Dia melakukan hal seperti itu demi kebaikan mu !" Jelas Lisa dengan lembut.


Meena pun menggangguk dengan senyuman kecil.


*


*


Pagi berganti siang....


Lisa sedari tadi memperhatikan sang putri yang terlihat termenung... tak biasa nya putri kesayangan nya itu melamun tak berkesudahan.

__ADS_1


Dengan pelan Lisa meletakkan peralatan kue nya yang berada ditangan.. wanita bar - bar itu berusaha mengeluarkan jiwa keibuan nya saat menghampiri sang putri yang lebih bijak dalam menyikapi kehidupan.


"Ada apa nak.. ? Kenapa sedari pagi tadi ibu lihat kamu banyak melamun ???'" Tanya Lisa dengan penuh kasih sayang.


Meena cukup terdiam , takut untuk brucap .... namun gadis muda itu tak ingin memendam pemikiran nya tentang ajakan seorang paman kepada nya .


"Paman mengajak Meena ketemuan di taman Bu' !" Jelas Meena..


"Kapan ?" Tanya Lisa lebih serius lagi.


"Nanti malam bu ' !" Jawab Meena.


"Apa kakak mu tahu ?" Tanya Lisa sekali lagi.


Meena menggeleng..


"Tapi Meena tidak akan datang ibu !" Sahut Meena selanjut nya.


"Kenapa?!" Suara tak percaya Lisa.


"Meena merasa tidak pantas saja ibu... ! tapi.... kalau Meena tidak datang paman itu akan menjemput Meena dirumah.. da-n!" Ucapan Meena terpenggal akan suara Lisa.


"Dan kakak mu akan marah besar !! " Sahut Lisa dengan mengarahkan tatapan memastikan .


Meena mengangguk..


Lisa nampak berpikir..🤔sejenak , kini wanita paruh baya itu tersenyum .


"Biar ibu yang menemani mu 00nanti malam... !" Seru Lisa dengan menatap sang putri dengan sayang.


Meena yang tadi nya menunduk sendu , kini mendongakkan kepala kearah Lisa..


"Tapi bu' .. !!?" Suara Meena terlihat ragu.


Ameena bersyukur kepada Tuhan , dia memiliki seorang ibu yang begitu pengertian dan peka akan apa yang ada dalam isi hati anak -anak nya.


"Terima kasih buu..." ucap Meena dengan memeluk tubuh sang ibu.


Lisa menggangguk


"Kamu adalah putri ibu yang berharga melebihi harta .. dan ibu ingin kamu bahagia ... dengan jalan hidup yang kamu pilih Meena !" batin Lisa.


*


*


Terang nya sang surya kini berganti terang nya rembulan pada langit yang gelap tak bertabur bintang .


*


*


Dimalam yang gelap dan rintikan hujan ...


" ini kayak apa ?" Suara wanita dewasa .


"Jalan sepi begini lagi... !" Lanjut nya dengan melihat kondisi jalan.


" Terus kenapa anak buah papa lama datang nya ??!" Gumam wanita dewasa berjilbab dengan pakaian rapi nya yaitu Ketty Armand dengan raut wajah gelisah.


Sore ini Ketty bergegas bertolak dari desa ke kota karena suatu alasan - yang ingin segera ia selesaikan dengan sang gadis muda , Ketty ingin menyampaikan rasa rindu Ajeng dan saudara-saudara yang lain kepada Ameena.


Ketty pun ingin segera mengembalikan sesuatu yang berharga milik Ameena yang tertinggal dijok mobil Ketty dipagi itu.


Namun sayang kendaraan roda 4 milik wanita dewasa itu mogok dipertengahan jalan...

__ADS_1


*


*


Selang waktu bergulir..


Pemikiran wanita dewasa itu buyar akan suatu cahaya yang datang dari arah depan menembus gelap nya malam yang diterangi oleh lampu-lampu jalan yang temaram.


Tak lama terlihat sorotan lampu dari sebuah kendaraan yang menyilaukan mata pada wanita cantik itu..


Kendaraan itu nampak berhenti tepat dibelakang kendaraan ketty..


Sontak dalam hati kecil Ketty bertanya dengan menajamkan mata kepada kendaraan yang terparkir .


Terlihat sepasang sepatu yang dikenakan oleh sang pemilik mobil yang akan keluar dari kendaraan tersebut...


Seperkian detik mata indah membulat ketika mengetahui -seorang pria dewasa yang kini melangkah menghampiri diri nya ..


" KAMU ??!" Suara tak percaya Ketty.


*


*


Disisi lain..


Plak- plak.. ! Ckkkk.. " WOAH... !! nyamuk ini banyak banget Meena... !?" Oceh Lisa dengan memukul- mukul punggung kaki nya yang diserbu oleh nyamuk...


"HIIIIH.. ibu rasanya tak tahan kalau tidak menggaruk nya.. ! " grutu Lisa.


"GRAK -GRAK - GRAK ... HAAAAAH... enak nya Meen... kalau sudah digaruk gini !! " ucap wanita paruh baya dengan segala ocehan absurd nya yang tertuju untuk si nyamuk.


Akan tetapi lagi - lagi nyamuk menghinggapi kaki wanita itu, yang dengan setianya menemani sang putri dari jarak dekat - rupanya wanita paruh baya itu tak sejalan lagi dalam niat nya dalam mengawasi Ameena dari kejauhan menurut penuturan nya sewaktu dirumah


- melainkan dari arah berdempetan agar ia bisa selalu menjaga Ameena dari pria yang konon kata nya seorang PK menurut penuturan Leon.


"Dasar nyamuk tidak punya etika... apa kamu ingin aku pergi dari sini !! agar pria itu bisa berduaan dengan putri ku !!? IYA ... begitu maksud kalian !!?" Ocehan disertai umpatan oleh Lisa untuk sang nyamuk.


Ameena yang kini memakai gamis syar'i berwarna hitam disertai kerudung besar yang menjadi ciri khas akan gadis muda itu mengerutkan dahi atas ucapan sang ibu...


"Ya Allah ibu.... !!"" Ucap membatin Meena .


Dengan merapikan gamis nya Meena menjongkokan tubuh nya tepat berada di depan kaki Lisa yang sedari tadi mendapatkan penganiyayaan dari sang penghisap darah....😁


"Ibu pulang saja ya.. !? " ucap Meena dengan mengosok -gosok pelan punggung kaki sang ibu yang telah memerah dan terdapat bekas kuku sang ibu.


"Biar Meena saja yang menunggu paman !? Lagi pula jarak rumah dan taman tidak lah begitu jauh ! Bagaimana nanti kalau kakak pulang - kita tak ada dirumah !" Seru Meena kepada Lisa..


"Kakak mu akan pulang besok karena ada agenda dadakan dari kantor ... !?" Jelas Lisa dengan tetap menggaruk kaki nya.


"Berdiri lah nak.. !?" ucap Lisa dengan tatapan bangga akan perhatian Ameena putri angkat nya.


Lisa nampak berpikir atas ucapan gadis berkrudung besar itu... " Kamu tidak apa kah nak kalau ibu pulang ? " tanya Lisa memastikan .


"Tentu tidak apa ibu ! Lagi pula taman ini ramai , banyak orang menghabis kan waktu nya disiñi !?" Tutur Meena meyakinkan.


Lisa nampak melihat keadaan sekitar - dan akhirnya Lisa pun memutuskan untuk pulang terlebih dulu...


Meena meraih punggung tangan Lisa.. "Hati- hati ibu.. !" Ucap Meena.


"Hmm.. kamu juga ! "Lisa yang akan melangkah tiba -tiba menghentikan langkah nya .


"Meena .. ibu percaya kepada mu nak ! Kamu putri ibu yang mampu menempatkan diri mu sebagai seorang muslimah !?" Ucap Lisa dengan tersenyum kearah Ameena.


.....🌸🌸.....

__ADS_1


__ADS_2