
Happy reading 🤗
Keringat dingin mengucur deras dari kening Tania, ia menahan napas saat kapas menyentuh lukanya. Tangan mencengkeram erat kasur. Sakit dan perih sekali rasanya.
"Ssssttt...., sakit. Pelan-pelan dong" Ucap Tania mendesis kesakitan.
"Dasar manja, ini juga sudah sangat pelan. Kau diamlah jangan banyak bergerak" Jawab Rasya dengan nada cuek.
"Dokter galak...." Ucap Tania kesal, lalu ia tak berceloteh lagi.
Rasya begitu fokus membersihkan luka dan melilitkan perban di lengan dan kaki kirinya Tania. Butuh waktu satu jam lamanya untuk menyelesaikannya. Begitu rapi Rasya membalut perban itu.
"Sudah selesai....." Ucap Rasya ketika perban sudah membalut luka.
"Benarkah? Wah rapi juga ya kamu membalutnya" Sahut Tania dengan tersenyum tipis melihat perban itu.
"Tentu saja, aku kan dokter" Jawab Rasya dingin.
Lalu Tania pun hendak berdiri dan mencoba untuk berjalan, tapi naas ketika hendak melangkah kaki kanannya tersandung dan terhuyung lah tubuhnya ke bawah.
Rasya yang melihatnya pun segera menangkap tubuh Tania. Mereka terjerembab jatuh di lantai, posisi Rasya di bawa sedangkan Tania di atas. Mereka saling bersitatap dengan tatapan mata yang tajam.
"Jika dilihat lebih dekat lagi, wajahnya tampan juga, ya. Mirip aktor tampan China" Batin Tania tanpa ekspresi.
__ADS_1
"Ni cewek, enak banget nimpa tubuh gue. Gak tau apa kalo gue keberatan. Eh tapi cantik juga wajahnya kalo diteliti" Batin Rasya.
Untung saja tidak ada dokter atau perawat yang lewat sehingga tidak ada yang melihat mereka berdua. Cukup lama adegan tersebut berlangsung, hingga ada suara orang berjalan menuju ruangan itu.
Rasya pun mendorong pelan tubuh Tania dan wanita itu pun segera berdiri dan membenarkan pakaiannya. "Berat sekali kau, kurangi berat badanmu itu" Ucap Rasya.
"Wah enak aja, ngatain aku berat. Tubuhku ini sudah ideal ya. Sembarang kalo ngomong" Sungut Tania dengan memanyunkan bibirnya.
"Nye nye nye........" Ucap Rasya dengan sengit.
Baru saja berdebat ada seorang suster masuk dan memberitahu pada Rasya jika ada pasien yang siap untuk di operasi.
"Maaf, dokter menggangu waktu anda. Saya hanya ingin memberitahu jika jadwal anda untuk menangani pasien untuk operasi sudah tiba dan anda sudah di tunggu diruang UGD" Ucap suster itu.
"Baik dokter, kalau begitu saya pergi dulu" Ucap suster itu dan pergi meninggalkan ruangan.
Kini tatapan Rasya tertuju pada Tania. "Kau akan pulang atau ikut denganku disini?" Tanya Rasya.
"Tentu saja pulang, sumpek aku disini" Jawab Tania sewot.
"Gak usah sewot gitu. Cuma nanya doang" Ucap Rasya sambil menyentil kening Tania.
Tania tidak membalasnya, ia lebih memilih untuk menelpon rumah untuk menjemputnya dirumah sakit. Sedangkan Rasya pergi ke ruangan UGD untuk melakukan operasi pada pasien.
__ADS_1
Tania begitu tidak betah disana, bau obat-obatan menyeruak masuk ke dalam hidungnya. Kok betah ya si Rasya berlamaan disini, jangankan sehari satu jam saja rasanya Tania ingin muntah, ya seperti sekarang yang ia alami.
Kemudian ia keluar dan tidak memakai kursi roda lagi. Namun berjalan dengan tertatih-tatih menuju pintu. Ternyata di luar sudah ada Elia kakaknya yang siap untuk membuka pintu. Sang kakak khawatir ketika melihat Tania yang memprihatinkan ini.
"Ya Tuhan, kenapa kamu dek....?" Tanya Elia sambil membantu Tania berjalan.
"Kecelakaan kak...." Jawab Tania dengan suara lemas.
"Kok bisa, coba kamu ceritakan padaku" Ucap Elia kepo.
"Entar aja deh kak, di dalam mobil. Aku udah gak tahan ada disini"Jawab Tania dengan tatapan mata kendur.
"Yayaya, baiklah...." Ucap Elia pasrah.
Lalu ia membantu sang adik berjalan sampai di luar rumah sakit. Supir pun segera membukakan pintu untuk nona mudanya. Di sepanjang jalan, barulah Tania bercerita dan sama dengan Rasya, sang kakak pun menasihatinya agar berhati-hati dijalan dan jangan bermain ponsel.
Ini menjadi pelajaran untuk Tania agar lebih berhati-hati lagi. Untungnya tadi ada Rasya, jika tidak mungkin luka Tania belum terobati dan malah menjadi infeksi. Meski Rasya terkenal galak dan cuek, sebenarnya dia baik dan protektif banget orangnya serta pecinta kebersihan.
Bersambung
.
.
__ADS_1
.