True Love

True Love
EPISODE 57


__ADS_3

🌸🌸


Tak ada pembahasan kembali antara atasan dan bawahan diruang itu .. Ameena sengaja membisu atas perkataan dan pertanyaan yang mengarah pada kehidupan pribadi nya.


Agar tak ada yang namanya DOSA DALAM PEMBELAAN terlepas benar atau pun salah .


Setelah cukup terdiam .. gadis berjilbab besar mulai mengangkat pandangan wajah ayu nan polos ! Dan menatap pria dewasa yang mulai peduli akan hidup nya...-Alex.


"Izin kan saya merapikan meja kerja saya terlebih dulu pak ! sebelum saya pergi " jelas Ameena dengan berdiri dan melangkah menuju meja kerja .


*


*


*


30 menit berlalu..


Setelah selesai berberes , Meena kembali berdiri didepan Alex yang sedari tadi duduk bersantai sembari memperhatikan gadis berbusana syar' i itu ..


Dengan raut wajah yakin dan berusaha terlihat tegar...Meena berkata.


" Pak ! Boleh kah saya menitip pesan untuk istri bapak ?!" Pinta Ameena .


Alex tersenyum seraya mengangguk.. ..


" Apa a.. ?" Suara Alex terdengar ramah.


" Tolong sampaikan rasa terima kasih saya pada istri bapak , karena telah percaya dan memberi kesempatan kepada saya untuk menjadi sekertaris pak Alex ..!? " Suara Ameena terdengar begitu tulus ditelinga pria berlensung pipi.


" Dan !?"... suara Meena tertahan..


" Dan tolong ma.af kan kekhilafan dan kekurangan saya !?" Lanjut Meena dengan nada yang menurun..


Alex mengangguk seolah paham maksud ucapan tulus Ameena.


Pria yang dulu nya tak pernah suka akan keberadaan gadis muda..


Kini dengan perlahan .. mulai peduli dan respek akan sosok gadis muda yang mirip dengan istri sahabat nya - TAMA.


Dengan tatapan tak rela Alex melihat kepergian Ameena dari jendela kaca besar yang ada di ruangan Alex -


*


*


*


Kini Ameena melangkah menuju stasiun kereta listrik bawah tanah dikota itu..


Nampak Ameena berdiri dengan tatapan lurus kedepan sembari menunggu kereta yang akan ia tumpangi ...


" Ya Allah .. kenapa harus nama kakak ...!? " ucap batin Meena .


" Kenapa bukan nama lain yang menembus telinga ini ya Allah ?!" Jerit batin sedih Ameena akan tindakan sang kakak.


15 menit perjalanan Ameena lalui dengan mode transportasi kereta bawah tanah...


Ameena melangkah kan kaki yang terbalut gamis tunik dari dalam kereta...


*


*


*


*


Ameena telah sampai di rumah sakit ...


" Assalamualaikum... " suara lirih Ameena.


Ameena tersenyum sesaat ! Melihat sang ibu sedang tertidur seorang diri .


Kini Ameena telah berganti pakaian , Gadis berjilbab besar itu mulai melantunkan ayat - ayat suci Al- qur'an milik nya .


Terdengar suara yang begitu menyentuh hati bagi yang mendengar . Suara gadis muda terdengar melembut disamping sang ibu.. lemat -lemat mata Lisa terbuka.

__ADS_1


Mata wanita paruh baya saat ini melihat sang putri - telah berada disamping nya , dengan seksama Lisa ikut mendengarkan dan menyimak ditiap bacaan sang Ameena.


Sesaat Ameena melihat sang ibu telah terbangun ..


" Ibu sudah bangun ..?" tanya Ameena dengan lembut.


" Ibu mau apa ? minum atau makan ?! biar Meena ambil kan ..!?" Tawar Ameena dengan meletak kan Al- quran milik nya diatas nakas.


Lisa menggeleng..seraya tersenyum dibibir tua nya...


*


*


Sedang asik nya Ameena bercerita kepada sang ibu..


Masuk lah Leon beserta Arta..


" Assalamualaikum Tante... " ucap Arta pada Lisa.


" Asalamualkum - Meen !" Ucap Arta dengan senyum tak suka.


"Waalaikum salam Ta.. " jawab Meena dengan tulus.


" Bagaimana kabar mu Meena ? " Tanya Arta dengan ramah tipuan.


" Alhamdulillah baik !?" Jawab gadis berjilbab besar dengan menggeser kursi yang berada di hadapan nya kearah belakang tubuh ramping nya .. agar tak menghalangi wanita muda itu mendekat kearah sang ibu..


" Oya tante ! Arta bawa buah - buahan untuk tante !?" ucap Arta dengan meletak kan buah di atas meja.


" Terima kasih Taa " jawab Meena.


Dalam pikiran Arta..


Sebenarnya Arta sangat berbasa basi pada Ameena didepan Leon demi cinta .


" Sama - sama Meen !" jawab Arta " Tante Lisa sudah ku anggap seperti mama aku sendiri !?" ujar Arta lagi didepan Leon yang mulai menatap nya dan menatap Ameena ..


Leon cukup lama melihat percakapan antara kedua wanita muda itu , yang kini saling berhadapan dan Leon berdiri diantara keduanya.


Tiba - tiba terdengar deringan ponsel milik pria berkulit putih.. Leon nampak menerima panggilan sembari melangkah keluar..


" Aku harus kekantor !" ucap pria dewasa itu -


Tak lupa Leon bertanya pada Arta , akan kah wanita muda itu ingin pulang bersama nya ?!"


Lagi - lagi Arta ingin meraih rasa simpatik pria pujaan hati nya... Arta menolak ajakan Leon untuk pulang . Arta berdalih ingin menjaga Lisa siang ini dan akan pulang pada sore hari.


Setelah kepergian Leon....


" Arta nampak duduk bersantai di sofa dengan memainkan gedged mahal milik nya , sesekali Arta terkekeh atas apa yang ia lihat pada layar ..


Sedangkan Ameena hanya melihat sesaat dan mengalihkan pengelihatan nya kearah sang ibu..


*


*


*


Arta melirik sinis kearah dua wanita beda usia dihadapan nya siang ini..


" Tante Lisa tidak pernah mau makan ! apa kamu tahu itu.!!?" Ucap sinis Arta.


"Kenapa kamu bicara seperti itu Taa..?" tanya heran Ameena.


" Kamu lihat saja .. tante Lisa tidak membuka mulut nya !" Sergah Arta dengan kembali memainkan ponsel nya.


Benar saja ,, Meena saat ini sedang menyuapi sang mama dengan buah pemberian Arta. Tapi entah kenapa sang ibu seolah enggan memakan buah pemberian Arta.


*


*


Baru juga Lisa menggigit ujung dari buah yañg telah dipotong kecil oleh Ameena ..


Ponsel gadis itu berdering , Ameena melihat nama Ketty saudara sepanti dilayar itu..

__ADS_1


" Arta bisa kah aku minta tolong , suapi ibu dulu ??!" Jelas Ameena .


*


*


"....?..


"HEH .. anak panti..!!! Kamu pikir kamu siapa main perintah ... !!?" Bentak Arta pada Ameena.


Ameena mengambil nafas dalam - dalam,


"Ya sudah !? kalau kamu tidak mau, aku tak akan memaksa " jawab Ameena.


" ibu... Meena keluar dulu sebentar !!?" Pamit Ameena , kelopak mata Lisa berkedip tanda meng iya kan...


Di sudut sebuah lorong...


" Aku tidak bisa kak Etty ! Kakak kesini saja ya .. !?" Ucap Ameena kepada Ketty .


Panggilan singkat pun telah terputus..


Ameena bergegas dalam langkah nya ! nampak tangan Ameena membuka pintu , setelah pintu terbuka....


"... !?..


"ARTA A !!" Bentak Ameena " Apa yang kamu lakukan sama ibu ?!" Ucap Ameena tak percaya atas apa yang telah ia lihat..


" Apa! Ya ngasi makan lah !!! " ucap tak manusiawi Arta .


Ameena menggenggam telapak tangan nya dengan kuat seolah menahan amarah pada wanita muda didepan nya..


" MINGGIR KAMU !!! biar aku saja !?" Ucap marah Ameena dengan menggeser tubuh Arta.


Ameena membersihkan bibir sang ibu yang nampak blepotan karena perlakuan kasar Arta ..


*


*


Arta yang berdiri dibelakang tubuh Ameena ... tersemyum sinis...


" Cepat tinggal kan Leon maka ibu mu akan cepat sembuh! aku akan meminta pada papa untuk mendatang kan dokter yang terbaik .


Ameena diam ! Membiarkan wanita muda yang sedang membanggakan harta duniawi nya - berkata sesuka hati ....


Tanpa lelah Arta terus berkata dalam tanya?


"Meena ! aku heran sama kamu , tante Lisa kan bukan ibu yang melahirkan mu !? Kenapa kamu begitu tulus dan rela risaign dari kerjaan mu ?!" Selidik Arta.


Kali ini Ameena mengarahkan pandangan nya kepada Arta .. dengan tatapan yakin Meena menjelas kan ...


" Mungkin aku memang tidak dilahir kan dari rahim seorang ibu yang bernama Lisa , tapi aku terlahir dari KETULUSAN hati seorang ibu yang begitu baik mau membesarkan ku dan menerima gadis kecil dari sebuah panti seperti diri ku ! yang tak memiliki apa pun kecuali keyakinan akan iman islam ku !? Lantas..


" Kenapa kamu masih menayakan KETULUSAN kasih seorang anak angkat kepada ibu nya ?!" Pernyataan Ameena sungguh membuat Arta kehabisan kata untuk memprofokasi pikiran Ameena seperti waktu itu.


Namun wanita berhijab itu - Arta tak kehabisan akal untuk kedua kali nya..


" Oya Meena !.... apa kamu tahu pernikahan ku dan Leon diundur !?" Tanya Arta dengan tatapan menunggu ? kepada gadis berpakaian syar'i yang sedang mengupas buah untuk sang ibu.


Ameena bukan nya tak mendengar akan ucapan Arta !? yang sedari tadi terkesan menyudutkan diri nya dan sang Ibu..


Arta yang melihat ketenangan Ameena seolah tak terima... dengan tetap bernada menyudut kan Arta terus menerus menghujam i Ameena dengan perkataan yang menjengkel kan...


" Kamu pasti senang bukan? Akan berita itu ?" Suara Arta terdengar makin meninggi .


Ameena yang sedari tadi sibuk mengupas buah mendadak terdiam dan mengarahkan tatapan heran nya kepada Arta...?!... ..


" Tidak baik mengfitnah saudara sendiri Ta ?!" ucap Ameena dengan tatapan sayang pada sang ibu yang ikut mendengarkan perbincangan kedua wanita muda itu.


Lalu Ameena berdiri seraya berkata dengan pelan..


" Kenapa kamu punya pemikiran seperti itu pada ku , padahal sedikit pun tak ada niatan seperti apa yang kamu tuduhkan pada diriku !" Jawab Meena dengan tenang.


Arta memicingkan mata menatap tak percaya pada ucapan Ameena...


" ... ?"

__ADS_1


.....🌸🌸.....


__ADS_2