
.....๐ธ๐ธ.....
Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain, itu tidak adil, tapi bandingkan diri mu yang sekarang dengan dirimu yang dulu.
Perang terbesar sesungguhnya adalah melawan diri sendiri, berperang untuk tidak buruk sangka dan merubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik.
Ameena...๐ธ
ย
Tomy menghentikan langkah lebar nya dan mengarahkan tatapan meremehkan pada sang model.
" CKKK... Tomy terkekeh mendengar perkataan tak baik mengarah kepada diri nya...
"SUMPAH MU tak semujarab sumpah ibu si MALIN .. !! ?" Seloroh Tomy dengan berlalu.
*
*
Hari telah berganti ...
Akan tetapi rasa rindu pria dewasa itu masih sama dan makin menggila akan sosok tertutup bernama Ameena.
Disuatu kamar pria beranting satu itu terlihat tengah duduk dikursi sembari bersandar dan berbicara melalui ponsel pintar nya..
"Bagaimana ... !?" Tanya datar Tomy dengan memutar- mutar es batu yang berada didalam gelas kaca yang berisikan cairan yang menyerupai teh ....
Bibir Tomy melengkung begitu tampan - tangan pria itu terhenti dari activitas nya dan meletak kan gelas tersebut diatas meja dengan menurunkan kaki panjang nya yang sedari tadi bertengger diatas meja .
Setelah mendengar laporan dari asisten perusahaan pribadinnya..
" GOOD JOB . !? Bonus menanti mu Wil !?" Ucap Tomy dengan tatapan puas .
Tomy mematikan ponsel pintar nya , lalu bergegas menuju kamar mandi ..
*
*
Awan dilangit nampak cerah secerah hati sang pria dewasa bernama Tomy.
Tomy nampak tersenyum sesekali didepan kemudi , tatkala wajah ayu nan polos Ameena yang menari -nari dipelupuk mata pria itu ..
*
*
*
Disuatu siang Tomy telah sampai didepan sebuah rumah dan memantau kondisi rumah minimalis berwarna putih tersebut yang ada disebrang jalan besar sana....
1 sampai 3 jam lama nya Tomy menunggu , akhirnya usaha Tomy membuahkan hasil , gadis incaran telah menampak kan hilal nya dengan mengenakan gamis model Abaya berwana nutela dan khimar yang menjuntai sebatas paha pada bagian depan dan pada bagian belakang sebatas lutut berwarna hitam pekat mulai melangkah keluar pagar.
__ADS_1
Tomy mulai membuntuti langkah kecil Ameena yang mengarah kesuatu tempat yang menjual beraneka ragam makanan pembuka ( Takjil)
Setelah sampai pada tujuan Tomy turun dari kendaraan milik nya.. dan mulai mengikuti lagi langkah Ameena dari arah belakang dan diam - diam.
"Saya mau yang ini kak !" Terdengar suara lembut Ameena.
Lalu gadis muda itu bergeser kearah pedagang asinan buah ..
" Satu ya kang.. !?" Setelah memilih beberapa makanan dan minuman manis untuk berbuka kini giliran Ameena membayar semua makan nya.
" 75 ribu dik .. !" Kata penjual .
Ameena nampak membuka tas selempang , mata gadis itu mengerjab lalu mengarahkan tatapan sesaat kearah sang penjual..
" Astagfirullah halAdzim.. dompet ku ketinggalan di atas kasur !!?" Ucap membatin Ameena.
Setelah ditunggu berapa detik , Ameena menatap ragu pada penjual seraya berkata..
" EMM-mma'af KAK - KANG .. saya tidak jadi beli ! Dompet saya ketinggalan dikamar... !?" Ucap Ameena dengan rasa malu .
" Duh ! si adik pakek alasan ketinggalan , kalau begini mending ngelayani pembeli yang lain .. ! " terdengar ucapan sinis dari penjual takjil.
Ameena hanya menerima ucapan tak enak dari penjual tersebut dengan tertunduk malu.
Pria yang sedari tadi berada dibelakang Ameena mendadak menaikan pandangan nya dan melepas kaca mata hitam yang bertengger dihidung mancung sang don juan, tak lupa tatapan mata tajam ia tujukan pada sang ibu penjual .
Tangan besar Tomy merogoh kantong celana dan membuka sebuah dompet , terlihat lembaran uang merah yang baru selesai digunting.
"Saya beli semua dagangan anda.. !?" Ucap dingin Tomy
Gadis itu mengangkat wajah nya ketika mendengar suara pria yang ia sebut paman menyeruak dipendengaran.
Ameena membalikkan tubuh langsing nya kearah belakang ..
Sepasang bulu mata lentik membulat sempurna , ketika arah mata nya mampu menemukan sosok tampan beranting dengan bibir merah tak lupa tatapan mata yang begitu tajam mengarah kepada nya.
*
*
Selang menit berlalu...
Ameena kini sedang menenteng 2 pelastik yang berisikan makanan untuk berbuka puasa untuk nya..
Ameena melirik sesaat kearah pria yang telah menolong nya dari kecerobohan yang telah ia lakukan.
" Terima kasih paman !?" Ucap Ameena dengan menatap Tomy lalu menuduk kembali.
"Kenapa menunduk lagi ! ? " tanya Tomy namun tak ada sahutan dari si gadis.
*
*
__ADS_1
Jam telah mengarah pada pukul 4 sore ...
" BUSET .. panas banget..!?" keluh Tomy dengan mengusap keringat yang membasahi dahi ..
Meena mengarahkan tatapan penuh arti sesaat pada pria dewasa yang duduk diatas rerumputan nan hijau berteman kan gadis berjilbab besar dengan jarak 1 setengah meter .๐
*
*
Tanpa sengaja Tomy pun mengarahkan tatapan nya pada Ameena , alhasil tatapan mereka berdua bertemu.
Meena sadar akan tatapanya langsung memalingkan wajah kearah lain.. akan tetapi pria don juan itu masih setia menatap wajah cantik Ameena .
*
*
Hari makin sore.. Meena yang tadinya izin kepada sang kakak untuk mencari makanan berbuka dan pergi seorang diri ! Tanpa disangka bertemu Tomy .
Tomy yang merasa kebersamaan nya dengan Ameena sangat lah sunyi karena gadis muda itu hanya diam dan menatap sesaat pada dirinya..
Netra tajam Tomy mengikuti arah mata indah Ameena ..
" Dia lihat apa sih ? Kenapa sedari tadi tak mengedip !?" Gumam Tomy. sejenak mata tajam Tomy mengikuti arah pangelihatan sang gadis , bibir pria itu melengkung jahil dengan apa yang di lihat oleh Ameena.
Hingga suatu kalimat Absurd terlontar dari bibir sang don juan.
" Panas - panas gini boleh tidak kumur Meen..? " tanya Tomy memulai pembicaraan nya..
" Tergantung !" jawab Ameena
" Apa nya yang digantung Meena ? " tanya tak paham pria dewasa itu
" Tergantung niat nya paman ?! " Jelas singkat Ameena dengan tetap melihat kedepan.
" Semisal kumur pakek es cendol boleh tidak Meen..?" Goda pria beranting itu .
Ameena mengarahkan tatapan nya pada pria beranting - akan tetapi bukan tatapan yang enak dipandang oleh sang don juan melain kan tatapan kesal Ameena kepada nya.. tak lupa sebuah sepatu melayang pada betis pria dewasa itu..
BUGG..
"AUW .... . SAKIT Meen..!!?" Pekik Tomy dengan menggosok gosok tulang kering pada kaki nya.
"Maaf paman Meena tidak berniat kurang ajar sama paman , akan tetapi.. paman tidak boleh bercanda seperti itu..!!" jelas Ameena dengan tatapan serius.
Tomy terpaku akan penjelasan Ameena , dan pada akhirnya pria itu pun terdiam paham.
*
*
.....๐ธ๐ธ.....
__ADS_1