True Love

True Love
Gombal


__ADS_3

Happy reading 🤗


Tania hanya memutar bola matanya dengan jengah, baru juga merasa enakan tubuhnya dan sekarang Rasya malah bertingkah seperti itu. Badannya terasa gerah, karena Rasya sengaja mematikan AC, dingin katanya kan ada orang sakit di dalam kamar.


"Syaaa...., aku mau mandi" Ucap Tania tanpa melihat jam.


"Mandi? Hei ini sudah malam dan kau baru saja merasa mendingan. Jangan mandi dulu, nanti yang ada kau makin sakit dan aku tidak mau di cap sebagai suami yang tidak bertanggung jawab terhadap istrinya" Cerocos Rasya tanpa jeda. Membuat Tania menutup kedua telinganya agar tidak mendengar cerocosan itu.


"Aku gerah dan ingin mandi..." Masih saja ngeyel gak mau dengerin ucapan suami.


"Terserah, kalau sakit jangan salahkan aku ya. Sana jika ingin mandi,aku tidak lagi melarang mu" Ujar Rasya kesal, sudah sekali memberitahu istrinya.


Tania pun berangsut dari tidurnya, pergi ke dalam kamar mandi. Rasa gerah itu menyeruak, mungkin itu tanda jika demamnya sudah turun. Mandi begitu lama sehingga membuat Rasya khawatir. Sedang apa dan kenapa lama?


Udah ngantuk dan pengen tidur gak jadi, semua buyar seketika. Istri belum keluar dari dalam kamar mandi. Huh, membuat jengkel saja.


"Taniaaaaa...., apa kau sudah selesai mandinya?" Tanya Rasya sambil mengetuk pintu.


Tania tidak menjawab, dia masih asyik berada di dalam, entah apa yang sedang ia lakukan.


Suami tambah khawatir, dengan memberanikan diri ia memegang handle pintu dan ternyata tidak di kunci.

__ADS_1


Segera ia masuk untuk melihat ke dalam. Eh ternyata istrinya lagi berdiri dan menghadap cermin. Ia pun menghampiri untuk bertanya.


"Kau sedang apa, Tania....?" Tanya Rasya dengan memegang pundak Tania.


"Jelek sekali wajahku ketika sakit...." Ucap Tania.


"Memang jelek, kau saja yang baru menyadarinya" Sahut Rasya tapi berbeda dengan isi hati yang paling dalam. "Kau itu begitu cantik Tania, dan aku tidak rela orang lain melirik atau menatap wajah mu walau hanya sekilas. Aku tidak akan pernah rela dan ikhlas sampai mati."


Tania tampak mengembuskan napas dengan kasar, wajah cantik nan imutnya hilang karena demam melanda.


"Sudahlah kau itu akan tetap terlihat jelek tapi tidak akan tergantikan dalam benakku" Gombal Rasya pada istrinya.


"Halah, kamu memang suka sekali meledekku. Minggir aku mau mandi" Ucap Tania.


Suami kembali menuju ranjang untuk merebahkan tubuhnya. Sedangkan Tania mandi tapi tidak lama-lama hanya ingin menghilangkan rasa gerahnya saja.


Badan sudah terasa fresh kembali, obat yang Rasya berikan benar-benar manjur. Dua hari saja dia sudah merasa enteng.


"Akhirnya tubuhku sudah enakan, makasih Tuhan sudah menyembuhkan sakit ku. Dan untuk Rasya terimakasih sudah merawat ku" Gumam Tania setelah sudah keluar dari kamar mandi.


Tania melirik ke arah ranjang, ia melihat suaminya sudah tidur dengan nyenyak, mungkin dia lelah setelah menjaga Tania dua hari berturut-turut.

__ADS_1


"Makasih ya, suamiku. Kau sudah merawat diriku dengan baik sangat-sangat baik. Aku berhutang budi padamu" Ucap Tania pelan sambil mengelus wajah Rasya.


"Sama-sama, jangan buat diriku jengkel lagi yaa" Jawab Rasya dalam hati, dia belum tidur ternyata gaes.


Sumringah rasanya hati Rasya mendapat ucapan terimakasih dari wanita yang kini menjadi istrinya.


Entah lah, Rasya tidak tahu akan hatinya yang suka deg-degan kalo deket sama Tania, dulu saat sebelum menikah bertemu dengan Tania hanya biasa saja tidak ada gelenyar perasaan.


But now. What happen with Rasya?


Cinta atau hanya terbiasa bersamanya?


Tenanglah waktu yang akan menjawab semua gelenyar aneh dalam benak mu dan akan membuktikan sebenarnya apakah itu cinta atau perasaan simpati saja.


Bersambung


.


.


.

__ADS_1


Hayoooo klik like, komentar dan vote nya yaaa


__ADS_2