
Happy reading 🤗
Keesokan harinya, Famira sudah rapi dan ia ingin pergi ke rumah sakit. Ia sudah meminta izin pada Kevin jika ingin pergi ke rumah sakit. Ia beralasan untuk menanyakan pada dokter tentang awal kehamilan, Kevin ingin ikut juga, tapi Famira melarangnya. Entahlah Kevin hanya menurut dan tidak menaruh curiga pada istrinya itu.
"Kamu yakin, aku enggak usah ikut?" tanya Kevin
"Aku yakin mas, kamu ngantor aja yah, sayang'' jawab Famira lembut
"Apa tadi kamu bilang, coba katakan lagi!" perintah Kevin
"Mas.....,
jelaskan" ucap Famira
"Sangat jelas, panggil aku dengan sebutan itu!" perintah Kevin
"Baiklah......" jawab Famira sambil mengangguk
***
Kevin sudah berangkat ke kantor, saat nya ia pergi ke rumah sakit. Ia kesana sendirian dan di antar oleh mang Udin. Kevin yang memintanya, karna khawatir jika melepas Famira sendirian ke rumah sakit.
Istrinya tak membantah, hanya perlu mengikuti perintah sang suami. Dia yakin pasti pilihan suami itu adalah yang terbaik untuk nya.
Di rumah sakit Famira langsung menemui dokter Risa, ia menuju ruangan khusus kemoterapi. Di sana dokter Risa sudah menunggu kedatangan nya.
"Selamat pagi, dokter maaf menunggu" ucap Famira
__ADS_1
"Pagi juga....., oh ya apa kamu sudah siap untuk melakukan kemoterapi?" tanya dokter
"Insyaallah, saya sudah siap dokter" jawab Famira
Lalu mereka mulai melakukan kemoterapi.
Sakit sekali rasanya ketika kemoterapi, akan tetapi Famira harus bisa menahannya demi si buah hati agar tetap bernapas dan penyakitnya bisa sembuh, meski harapan sangat minim untuk sembuh, Famira akan tetap mencobanya.
1 jam kemudian, Famira sudah selesai dan saatnya untuk pulang ke rumah. Saat ia hendak keluar ruangan, dokter Risa memanggilnya dan meminta Famira untuk duduk di kursi ruangan. Dia ingin membicarakan sesuatu padanya.
"Famira, jangan pergi dulu. Saya ingin bicara" ucap dokter
"Mau bicara apa dok?" tanya Famira
"Penting...., mari ikut ke ruangan saya" ajak dokter Risa
"Baik dokter....." jawab Famira sambil mengangguk.
"Ayo masuk...." ajak dokter
Famira malah melamun dan tidak merespon ajakan dokter Risa. Sang dokter pun langsung menoleh ke arah Famira dan ternyata ia sedang melamun. Dengan cepat dokter Risa menyenggol lengan Famira.
"Hei....., kamu kenapa melamun?" tanya dokter
"Eh...., iya maaf dok. Saya sedang memikirkan sesuatu" jawab Famira
"Bumil jangan kebanyakan mikir, sudah ayo masuk" ajak nya lagi
__ADS_1
"Baik dokter....." Famira menjawab sambil mengangguk.
Berjalan mengikuti langkah sang dokter sambil melihat kanan-kiri, lalu ia di persilahkan untuk duduk berhadapan dengan dokter Risa.
"Famira....., saya perhatikan semakin hari kamu semakin kurus. Apa kamu jarang makan?" tanya dokter
"Iya dok....., nafsu makan saya berkurang" jawab Famira
"Ya Allah, tapi kamu minum kan vitamin yang saya kasih" ucap dokter Risa
"Alhamdulillah, saya terus meminumnya dok" jawab Famira
Dokter Risa pun langsung mengangguk dan beliau merasa khawatir jika Famira terus mempertahankan kehamilannya. Jujur saja, dokter Risa sudah menganggap Famira seperti adik kandungnya. Kepolosan dan keramahan hatinya mirip sekali dengan adik nya yang ada di Australia.
"Famira apa akhir-akhir ini kamu sering mengalami morning sick, sakit kepala dan mimisan?" tanya dokter
"Iya dokter, tapi yang lebih sering sakit kepala dan mimisan" jawab Famira
"Itu dia sumber masalahnya. Apa kamu yakin ingin tetap mempertahankan kehamilan mu. Sementara kamu semakin tersiksa. Jika kamu mau menggugurkan janinmu, nanti kita bisa melakukan operasi untuk mengangkat penyakit leukimia yang kamu idap" ujar dokter
"Enggak dok...., Famira akan tetap mempertahankan janin ini sampai ia lahir. Tak apa jika saya harus merasakan sakit luar biasa, asalkan janin saya tetap bernapas. Saya juga ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi ibu hamil, mengandung seorang bayi dan memiliki seorang anak" ucap Famira
Dokter Risa hanya mengangguk pasrah, percuma ia menasihati Famira. Karna dia begitu keras kepala, ia hanya bisa berdoa semoga Allah selalu melindungi Famira dan juga janin yang dikandungnya sehat.
Bersambung
.
__ADS_1
.
.