
Hari ini adalah hari yang paling mendebarkan bagi Kevin, Arka dan Zahra. Menantikan proses operasi berjalan.
Kevin terus mondar-mandir, pikirannya tidak tenang dan masih saja khawatir, Arka yang melihatnya pun sampai bosan. Saudaranya sedari tadi hanya mondar-mandir gak jelas.
"Duduklah! Aku bosan melihatmu seperti itu" titah Arka pada Kevin.
"Tidak bisa! Aku belum tenang sebelum operasi nya selesai" jawab Kevin sambil berjalan kesana-kemari.
"Operasinya baru saja di mulai dan kau sudah tidak sabar dan terus-terusan berjalan kesana-kemari layaknya seterika, apa kau tidak lelah, wahai saudaraku?" tanya Arka.
"Aku tidak akan pernah lelah jika ini menyangkut istriku. Dan aku tidak boleh lengah sedikit pun"jawab Kevin.
Arka dan Zahra hanya bisa menghela napas dan menggelengkan kepala. Sebegitu nya Kevin mencintai istrinya, sampai-sampai tak ada waktu untuk duduk meringankan beban sejenak.
Arka dan Zahra diam saja dan membiarkan Kevin seperti itu, nanti juga kalo lelah pasti berhenti sendiri dan memilih untuk duduk.
30 menit kemudian, karna lelah akhirnya pun Kevin menyerah dan duduk di sampingnya Arka. Hanya senyuman miring yang Arka tampilkan, lalu ia menutup matanya karna mengantuk sedari tadi menunggu operasi selesai.
Ternyata operasi nya berlangsung lama hingga memakan waktu sekitar dua jam. Lama sekali bukan? Mereka yang menunggu di luar sudah mulai mengantuk. Tapi saat mendengar suara pintu terbuka, Kevin, Arka dan Zahra langsung berdiri dan menghampiri dokter Rasya.
"Dokter, bagaimana operasi nya, apakah berjalan lancar?" tanya Kevin.
__ADS_1
"Syukurlah, semua berjalan lancar dan operasi nya juga sukses. Nanti Famira akan siuman dalam waktu kurang lebih 5 yang akan datang. Jadi kau harus sabar menunggu" jawab dokter.
"Alhamdulillah, iya dok. Gak papa, asalkan Famira sembuh dan bisa berkumpul kembali dengan kami" ujar Kevin bahagia, istri selamat anak pun sehat meski terlahir prematur.
"Baiklah, kalau begitu aku akan kembali ke dalam" ucap Rasya.
"Baik dokter Rasya somplak''ucap Arka.
"Dasar kau Arka bolot" balas Rasya.
"Yey, bolot-bolot gini, gue udah nikah, lah elu udah somplak belum nikah lagi" ejek Arka sedikit bergurau.
"Sabar, aku yakin pasti kamu cepat ketemu sama jodoh kamu" ujar Zahra menyemangati Rasya.
"Wahahaha, iya Za. Makasih yak doanya. Beruntung bener dah tuh laki lu Za, punya istri kayak kamu dan kamu pasti eneg karna punya suami bolot kek Arka'' seloroh Rasya.
"Hei, ngomong apa barusan?" tanya Arka.
"Gak ada, cuman angin lalu saja" jawab Rasya.
Setelah berdebat, Rasya pun kembali masuk kedalam. Sedangkan di luar, Kevin menangis bahagia, semua orang juga merasa bahagia karna Famira sudah sembuh hanya tinggal menunggu untuk buka mata dan siuman kembali.
__ADS_1
5 jam kemudian, Kevin duduk disampingnya Famira sambil memegang tangan istrinya. Sedangkan Arka dan Zahra duduk di sofa setelah pulang dari rumah serta membawa beberapa makanan untuk dirinya serta Arka dan Kevin.
Lalu jari tangan kiri Famira bergerak, Kevin yang melihatnya pun langsung kaget dan memanggil dokter untuk datang memeriksa istrinya.
Kemudian mata Famira bergerak dan perlahan terbuka, ia membuka matanya dan melihat sekelilingnya. Apakah Famira sedang bermimpi atau memang selama ini dia tertidur?.
"Dokter....., dokter" teriak Kevin heboh, Arka dan Zahra pun langsung terlonjak kaget. Lalu mereka berdua mendekati Kevin, ternyata Famira sudah siuman namun belum bisa membuka mulutnya hanya mata yang mampu berkedip dan memutar.
Dokter datang dan langsung memeriksa kondisi Famira. Senyum simpul muncul di bibir dokter.
"Alhamdulillah, Famira sudah berhasil melewati masa kritisnya. Dan sekarang ia butuh waktu untuk bisa memenangkan pikirannya" ucap dokter Rasya.
Semua orang bernapas lega, sedangkan Famira sedari tadi terus berkedip, kebingungan kenapa ia ada disini dan kenapa Kevin berteriak-teriak minta tolong untuk dokter datang.
Bersambung
.
.
.
__ADS_1