
.....๐ธ๐ธ.....
Tari melihat Ameena tengah bersiap akan menunaikan sholat subuh nya .. Ameena yang menyadari akan tatapan Tari pun bertanya..
"Kenapa menatap ku ?" Tanya Meena.. dengan bersiap .
"Bisa kah kamu mengajari ku sholat Meena.. ?!" Ucap Tari dengan tulus
"Tentu Tar... !" Jawab Meena dengan tatapan bersyukur .
" Tapi aku agak lupa doa- doa nya -.. " ucap Jujur Tari..
Meena hanya tersenyum hambar akan kejujuran sahabatnya ..
"Jadi lah makmum dalam sholat kita...!" Satu kalimat yang terucap dari bibir AMEENA.
Keduanya nampak khusyuk dalam sujud ,5 menit berlalu sholat pun usai ditunaikan.
Nampak tangan Ameena membuka sebuah mushaf al-qur'an , terdengar begitu merdu dipendengaran, akan suara lembut Ameena dalam tiap ayat yang ia lantunkan.
Tari yang duduk diatas kursi roda mencoba melepas mukena bagian atas yang ia kenakan.. telinga wanita muda itu merasa kan suatu yang nyaman ketika suara murojaah Ameena terdengar dan menembus kedalam relung hati terdalam.
Lagi - lagi Tari tergerak hati nya - untuk bisa seperti Ameena..
"Meena.. aku juga mau bisa mengaji seperti diri mu !?" Suara Tari yang masih diatas kursi roda.
Meena yang mendengar nya tersenyum lalu mengangguk
Kini kedua sahabat itu terduduk diatas sofa dengan mengahadap satu Al-qur-an yang ada diatas meja..
Meena melihat kearah kepala Tari..
"Pakai mukenak atasan nya ya.. !" Ucap Ameena kepada Tari..
Tari mengangguk..
Meena membuka lembar demi lembar al-qur'an dengan perlahan membimbing Tari dalam tiap lafadz nya yang terdengar kaku..
Sesekali kedua sahabat itu tertawa disaat lidah Tari begitu susah dalam pengucapan ..
"Lidah nya agak digigit kedepan Tar ! Seperti ini TSHA'! " suara Ameena terdengar mencontoh kan .
Tak lama suara keduanya terdengar..
__ADS_1
"Shodakallahul adzimmm..!!"
*
*
Dari arah luar seorang dokter laki -laki tanpa sengaja berdiri dan mendengar aktifitas tak biasa diruangan itu ..
Lalu sang dokter pun tersenyum hangat dan melanjutkan langkah kaki tinggi nya..menuju ruangan pasien lain.
*
*
*
Saat ini Tari dan Meena sedang berjalan menyusuri taman ... yang ada dihalaman rumah sakit..
Meena sesekali tersenyum melihat kepala Tari yang kini tertutup akan hijab lebar sama seperti diri nya....
"Meen.. aku tidak terlihat aneh kan , kalau memakai krudung seperti diri mu !?".. tanya Tari dengan mendongakkan kepalanya menatap Ameena yang sedang mendorong pelan kursi roda nya mengelilingi taman.
"Tentu tidak Tar .. malah kamu makin terlihat cantik !" Seru Meena dengan membungkuk kan tubuh nya ke arah tubuh Tari dari arah belakang.
*
*
"Selamat pagi !?" Ucap sang dokter kepada Ameena dan Tari .
Tari melihat sang dokter..
"Pagi juga dokter.. " sahut Tari .
Mata sang dokter tertuju pada sosok Ameena yang tengah mengangguk sebagai tanda menyapa sang dokter.
"WAAAAH.. lagi jalan -jalan pagi mbak Tari?" Ucap sang dokter dengan ramah.
"Iya dokter... kebetulan sahabat saya sudah datang ! " jawab Tari dengan melihat Ameena .
Saat sang dokter ingin berbincang lebih lama , suara dering ponsel membuat sang dokter harus cepat - cepat menyudahi obrolan nya dengan kedua wanita berjilbab dipagi itu.
*
__ADS_1
*
Ditempat lain...
Ketiga pasang mata sedang mengarah kepada seorang pria yang sedang terdiam dengan hanya mengaduk-aduk minuman didalam gelas - tanpa ikut dalam obrolan para sahabat nya.
Hingga suara Pria berkaca mata mengudara dipendengaran.
"Elu ada masalah Tom? " tanya Tama dengan datar.
Tomy mengarahkan tatapan sesaat pada Tama , lalu pria itu tersenyum kecut akan pertanyaan yang terlontar dari bibir sahabat nya itu..
Lagi - lagi ketiga pria dewasa itu saling melempar tatapan ambigu..akan sikap Tomy.
"Sudah satu bulan dia pergi , satu bulan juga cinta ku pada gadis kecil seolah mengakar dalam hati - aku seperti dipermainkan oleh keadaan yang tak menguntungkan !" Alex -Wily dan Tama menghela nafas akan ungkapan jujur yang terucap dari hati yang terdalam seorang Tomy.
"Ckk.. gue ingin menertawakan keadaan yang sedang gue jalani - dimana gue mulai menata akan sebuah niatan keseriusan - disitu tumbuh suatu masalah yang membuat gue LELAH..
Tomy terlihat mengeluarkan ponsel dan memperlihat kan sebuah foto kepada ke tiga sahabat nya..
"Lihat lah.. betapa licik nya pak TUA itu.. ! " ucap Tomy
Tama mengarahkan tubuh nya kedepan dan meraih ponsel milik Tomy ..
Alex dan Willy yang ikut melihat benda pipih itu memberi berbagai exspresi wajah akan apa yang telah mereka lihat..
"Elu sama Ketty -.... !?" suara Willy... " Tutup mulut elu Will... ! gambar itu tak menjelaskan keadaan yang sebenar nya... !?" sahut Tomy.
Tama masih diam membiarkan pria galau itu berkata..
"Gue dijodohkan dengan Ketty Armand oleh pak tua itu .. !? " jelas Tomy dengan singkat.
"Apa elu perlu bantuan Tom ?" suara pria berkaca mata - akhir nya keluar membawa sebuah tawaran..
Akan tetapi pria beranting satu menolak nya -Tomy tak ingin membawa para sahabat nya dalam arus delimatis keluarga yang begitu berantahkan , tak ada kehangatan tak ada kasih sayang didalam keluarga itu .. yang ada hanya harta dan tahta .. . sungguh miris kehidupan sang don juan ..
" Tidak .. ! terima kasih broo... !?" sahut Tomy dengan tersenyum kecil.
..?
.
.
__ADS_1
.....๐ธ๐ธ.....