
.....🌸🌸.....
Sebuah mobil berwarna putih sedang terparkir rapi - diseberang jalan .
Terlihat seorang pria dewasa berada didalam nya sedang memasang mata kearah pusat pembelanjaan.
Setelah menunggu selama 60 menit, akhir nya yang ditunggu pun menampak kan khilal nya ...
Terlihat wanita muda berkrudung besar keluar dengan seorang teman wanita nya yang begitu cantik terlihat sedang asik berbicara...
"Emmm ...maafin aku ya Meen!? malam ini tidak jadi pulang bareng dengan Mu !" Ucap sesal Tari .
"kamu tidak apa kan pulang sendiri !?" Tanya Tari dengan raut wajah bersalah kepada Ameena.
Tari sudah berjanji pada gadis berjilbab itu.. akan pulang bersama malam ini , akan tetapi wanita muda itu lagi- lagi mengingkari janji .
Ameena pun tak merasa kesal akan sikap Tari , Gadis berjilbab itu sudah terbiasa menghadapi sikap Tari yang tak perna tepat janji.
" Kamu pulang sama siapa Tar.. ? " tanya Ameena dengan tatapan dalam ..
" Kamu curiga sama aku Meen ... ?"ucap Tari dengan mengarahkan pandangan nya kearah gadis berjilbab itu.
" Tidak Tar.. aku hanya tak ingin kamu dijemput dengan orang yang tak seharus nya menjemput mu !?" Jawab gadis berbadan gemuk dengan senyuman kecil , yang ditujukan kepada wanita muda yang diberi anugrah oleh Tuhan - wajah dan tubuh yang sempurna menurut sudut pandang manusia.
" Aku dijemput om Ku Ameena....!?" Jelas Tari berusaha meyakinkan dan tentunya pernyataan Tari bukan lah yang sesungguh nya.
" OH .. !?" Satu kata keluar dari bibir gadis berjilbab syar'i , yang bernada datar .
Sejenak Tari terharu akan kepedulian Ameena kepada diri nya , walau Tari selalu saja membohongi sahabat nya itu ,
Tari begitu pintar dalam menyembunyikan kebohongan demi kebohongan nya yang telah ia lakukan tanpa sepengetahuan Ameena .
Hingga gadis berbadan gemuk itu selalu percaya akan perkataan dusta wanita muda , tentang masalah pribadi nya.
Kini Tari tersenyum seraya memeluk tubuh subur itu dan berkata..
" Kamu cepat pulang ya Meen !? kayak nya mau hujan !?" Ucap peduli Tari yang paham bahwa sahabat nya itu memiliki kesensitifan terhadap air hujan.
"Beres ibu negara.. !" Jawab canda Ameena seraya membalas pelukan Tari.
Ameena mengantar Tari kearah mobil berwarna hitam yang sedang menunggu wanita muda itu . Akan tetapi Ameena tak berani menatap wajah pria yang dimaksud OM oleh sahabat nya itu.
Sesungguh nya Ameena sangat lah curiga terhadap Tari , namun gadis berjilbab syar' i itu mencoba selalu berfikir baik .
__ADS_1
**
Kini Ameena berdiri dipinggir jalan , berniat menunggu angkutan umum untuk pulang..
Sementara dari arah lain ..
Erik yang baru saja keluar dari dalam tempat pembelanjaan -tempat mereka bekerja , memperhatikan tubuh subur Ameena dari samping dan belakang , lalu Erik menatap bibir mungil Ameena yang merah alami.
Gadis berjilbab besar itu menyadari tatapan tak sopan dari lawan jenis nya yang kini berada dibelakang nya ,
Gadis itu kini memberi lirikan mata mengancam kepada Eric..
" Jangan menatap berlebihan kepada selain mahram ?!!" Sergah Ameena dengan berlalu menghindari Eric .
Tapi Erik tipe pria dengan sejuta modus , dengan tatapan seorang pria..
" Meen .. kamu kalau aku perhatiin cantik lo.. ! Malah lebih cantik kamu dari pada Tari sahabat mu !!" Ucap Eric seraya mendekati Ameena.
" Coba deh kamu kurusin BANYAK berat badan mu itu - pasti.. SRUIIITTT.. " siulan Erik mencoba menggambarkan keseksian seorang Ameena.
Atas ketidak sopanan Erik, gadis berjilbab itu melayangkan suatu rasa yang tak akan terlupakan - pada pria mesum itu..
"POWWWK.." sebuah roti sobek selai durian mendarat sekilas di kepala Erik yang sedang asik dengan pikiran kotor nya..
" NGEHALU KOK DIPINGGIR JALAN !?" Suara sindiran Ameena kepada Erik dengan gelengan kepala.
" Sakit Meen.. ! " Keluh Erik.
" SAKIT YA !!? bawa kerumah sakit sana Rik , kenapa ngadu sama aku !?" Jawab Ameena dengan terkekeh melihat sebal nya Erik kepada nya.
Akhir nya Erik pulang membawa kekesalan 😁terhadap gadis muda itu.
**
Semilir angin malam yang dingin..
Tinggal lah Ameena seorang diri menunggu angkutan umum jurusan rumah Ameena yang semakin malam akan semakin jarang ditemukan.
Perut gadis muda itu mulai menabuh gendrang kelaparan..
" Ya Allah .. ! Perut Meena lapar !?" Gumam gadis berjilbab seraya memegang perut nya.
Ameena mengingat suatu yang telah mendarat di kepala teman kerja nya tadi ..
__ADS_1
" Alhamdulillah ..!" Ucap syukur dari bibir merah Ameena .
Ameena duduk dikursi sederhana dengan membuka bungkus plastik roti sobek yang iya timpukan dikepala Erik selang berapa saat tadi..
" Bismillah !" Ucap Meena kemudian gadis itu melahap perlahan makanan nya.
Meena sangat memikmati setiap apa yang Allah berikan tanpa pernah mengeluh- seolah gadis muda itu mengikhlaskan semua permasalahan hidup nya yang ia lalui.
Rasa kesepian yang ia rasakan terkadang menguji kadar keimanan gadis berhijab syar'i itu , segala cibiran dan gunjingan para tetangga selalu ia telan utuh tatkala usia nya yang semakin bertambah namun belum ada seorang bujangan yang datang mengkhitbah nya .
Pada umum nya gadis sebaya Meena sudah pantas menikah dan memiliki anak ,akan tetapi Ameena seolah terikat pada kesetiaan akan janji dimasa kecil nya , hingga sampai saat ini ia terus terikat akan janji seorang pemuda yang berjanji akan datang menghalal kan nya , Ameena pun dengan ikhlas memendam rasa itu -rasa yang mungkin tak berani ia bagi , kecuali kepada sang ilahi .
Angin berhembus semakin kencang seraya membawa terbang lamunan gadis berhijab itu..
BIIIIIIEB.. suara klakson ..
Lamunan gadis itu seakan buyar ..saat sebuah mobil putih berhenti didepan nya.
Jantung Ameena berdetak menghitung tiap degupan ....." mungkin kah Dia..?" Dan.....nnm...
3-2-1...
" MASUK !! " terdengar suara marah pria dewasa yang sangat dingin .
**
Kini gadis berjilbab besar itu duduk didalam kendaraan mewah dengan menunduk....
Rasa dingin menusuk dinding jantung gadis muda itu ..- dengan terus memacu laju kendaraan nya pria dewasa tampan ber wajah indo terdengar...
" Berapa lama kamu kerja ditempat itu? " suara dingin seorang kakak memecah kekakuan dikeduanya.
" Sejak kakak membuat ku dipecat di tempat kerja ku yang lama ?" Jelas Ameena dengan memain kan ujung jilbab nya.
Sedetik berikut nya..
"Kakak tidak akan menyuruh ku dan membuat ku keluar lagi kan.. ?!" Kali ini Ameena bertanya dengan nada berharap.
Pria dewasa itu hanya terdiam menatap lurus kedepan jalan dan terus memacu kendaraan nya dalam larut nya malam...
" Kakkkk.. " panggil Ameena sekali lagi , namun tetap tak ada jawaban dari pria dewasa angkuh itu.
.....🌸🌸.....
__ADS_1