True Love

True Love
Pulang


__ADS_3

Happy reading 🤗


2 hari kemudian, Famira sudah sehat dan ia juga sudah bisa menggerakkan semua anggota badannya.


''Mas, aku pengen liat anak kita'' pinta Famira di sela Kevin menyuapi bubur untuknya.


''Sebentar lagi, habiskan bubur ini. Tinggal dua suapan lagi habis'' jawab Kevin.


Famira hanya mengangguk dan tersenyum, ia sudah membayangkan bagaimana wajah kedua anak kembarnya.


Setelah makan, Kevin mengambil kursi roda untuk Famira. Tapi sebelum berangkat ke ruang ingkubator, Famira sudah di suntik vitamin agar imun tubuhnya meningkat.


''Ayo, kita berangkat" ajak Kevin.


''Ayo, oh ya. Di mana mba Zahra dan bang Arka?" tanya Famira.


''Mereka berdua di rumah menyiapkan segala keperluan untuk acara syukuran. Dan kabar yang membahagiakan adalah kamu hari ini boleh pulang dan anak kita juga bisa keluar dari ruangan itu'' jawab Kevin.


''Alhamdulillah, akhirnya aku bisa keluar dari rumah sakit dan membawa pulang anak kita, mas'' ucap Famira sambil memegang tangan Kevin.


''Iya, ya sudah yuk kita berangkat" ajak Kevin lagi dan diangguki oleh Famira.


Sepanjang perjalanan menuju ruang ingkubator, tak henti-hentinya Famira bergumam dalam hatinya jika nanti ia akan bisa menggendong bayinya dan memberi asi untuk mereka berdua.

__ADS_1


''Sudah sampai. Coba kamu lihat kedua bayi itu!'' tunjuk Kevin pada bayi yang sedang di periksa oleh suster.


''Apakah itu anak kita mas?'' tanya Famira


''Iya, itu adalah anak kita. Dan insyaallah nanti malam kita boleh pulang" jawab Kevin.


Setelah beberapa lama disana, akhirnya Kevin mengajak Famira kembali ke dalam kamar untuk istirahat. Meski sudah sembuh, tetapi masih di anjurkan untuk banyak istirahat dan jangan banyak bergerak dulu.


Sesampainya di kamar, Kevin membaringkan tubuh Famira di atas kasur. Setelah itu, ia mengambil segala pakaian yang Famira punya dan juga dirinya.


Hari ini adalah hari terakhir mereka di rumah sakit. Saat sedang berkemas, dokter Rasya datang. Sudah waktunya untuk periksa kembali.


''Selamat siang, semuanya'' sapa dokter Rasya pada Kevin dan Famira.


Lalu dokter Rasya memeriksa kondisi Famira. Ternyata Famira sudah sembuh total dan penyakitnya juga sudah hilang setelah operasi waktu itu.


''Apa kalian akan pulang hari ini? tanya dokter Rasya saat melihat Kevin sibuk membereskan pakaian.


''Iya, dok. Kami akan pulang hari ini. Dan terimakasih banyak atas semuanya" jawab Kevin setelah selesai berberes.


''Sama-sama, tapi kalian harus berterimakasih pada Siti. Oh ya Famira, saya kasih tau kamu ya jika orang yang mendonorkan tulang sumsum untukmu adalah Siti anak asuh panti asuhan yang Arka dan Zahra urus" ucap dokter Rasya.


''Benarkah? Alhamdulillah ya Allah. Lalu dimana dia sekarang?'' tanya Famira.

__ADS_1


''Ada di rumah kita bersama Arka dan Zahra. Aku ingin memberitahu padamu nanti di rumah, tapi dokter Rasya malah sudah memberitahukan padamu sekarang, sayang'' jawab Kevin.


''Ya Allah, aku sangat bersyukur sekali, ternyata ada orang yang mau mendonorkan tulang sumsum untukku" ucap Famira sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


Malam harinya, Kevin dan Famira sudah siap untuk pulang. Saat di dalam kamar, ada dua orang suster datang sambil membawa kedua bayinya. Menyerahkan pada Famira untuk di susui terlebih dahulu.


''Permisi, maaf nona tuan. Ini bayinya'' ucap suster Ida sambil menyerahkan bayi.


''Terimakasih suster...'' jawab Famira.


''Oh ya, sayang. Suster ini adalah pahlawan kita. Karna bantuannya kamu bisa sembuh dan terhindar dari musibah yang akan menimpamu saat sebelum kamu di operasi" ucap Kevin.


''Musibah? Musibah apa mas?'' tanya Famira.


''Nanti akan aku ceritakan padamu, dirumah'' jawab Kevin.


Kemudian Famira mengucapkan terima kasih pada suster Ida. Dan ia mulai menyusui si kembar sebelum pulang.


Bersambung


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2