
Happy reading 🤗
Ketika hendak melanjutkan acara, ada suara klakson mobil dari luar rumah. Salah satu bapak-bapak keluar dari dalam rumah menyambut kedatangan orang yang menyalakan klakson tadi.
Ternyata yang datang adalah asisten Wandi dan sekretaris Sindi, mereka tak datang hanya berdua saja. Mereka datang bersama dengan rombongan santri.
"Assalamualaikum...." ucap Wandi dan Sindi serta anak-anak santri.
"Waalaikumsalam, mari masuk" ajak bapak itu.
Mereka menganggukkan kepala, lalu orang yang ada di dalam rumah menyambut baik.
"Maaf, kami terlambat...." ucap Wandi mewakili Sindi dan anak santri lainnya.
"Tidak apa-apa, kalian belum terlambat. Dan terimakasih sudah datang sambil membawa rombongan santri" jawab Kevin.
"Kebetulan kalau begitu, saya baru saja ingin mengusulkan agar membawa anak santri kemari pak" ujar ustadz.
"Alhamdulillah, ya sudah mari kita lanjutkan acaranya'' ajak Arka.
Lalu acara pun dilanjutkan, dengan bacaan shalawat saat meminta doa untuk si bayi.
Para santri membawa alat rebana dan mereka menabuhi rebana ketika Kevin dan Arka berkeliling sambil membawa bayi.
__ADS_1
Akhirnya acara demi acara pun selesai terlaksana. Ketika ustadz Abu Yahya bin Sa'id mau pulang, beliau mendekati si bayi dan menciumnya.
''Jadilah anak yang shaleh, baik, sopan dan berbakti kepada kedua orang tua kalian, ya nak'' ucap ustadz Abu Yahya bin Sa'id. Lalu beliau mencium kening si bayi.
Kevin dan Famira yang melihatnya pun mengaminkan doa ustadz. Semoga mereka bisa membanggakan dan berguna bagi orang sekitarnya.
Kevin meminta mang Udin untuk mengantarkan ustadz untuk pulang.
Setelah selesai acara, Kevin memeluk tubuh Famira. Ia sangat bersyukur kepada Allah, semua nikmat telah ia dapat mulai dari istri yang shalihah, keluarga yang sangat menyayangi dirinya dan sudah dihadirkannya dua jagoan untuknya.
''Alhamdulillah, aku sangat bersyukur sayang. Aku punya segalanya dalam dunia ini" ucap Kevin sambil memeluk tubuh Famira.
''Aku juga mas, bahagia banget. Maafin aku ya mas, aku udah buat kamu khawatir dan buat kamu marah karna.....'' ucap Famira terpotong oleh Kevin saat jari telunjuk Kevin menutup bibirnya.
''Shuut, jangan katakan itu lagi. Sudah lupakan lah, aku tidak ingin mengingat itu lagi. Mari kita buka lembaran baru dalam hidup ini, untuk saling mencintai, menyayangi dan hidup bahagia selamanya" ujar Kevin.
Lalu Arka dan Zahra datang dan pamit untuk pulang dan anak yatim piatu juga ikut pulang.
Lalu rumah kembali sepi hanya ada Kevin, Famira dan kedua bayi kembarnya.
Anak mereka diberi nama Farrel dan Raffel.
Dua jagoan Kevin, yang akan selalu membuat hari-hari Kevin dan Famira berwarna atas kehadiran mereka berdua.
__ADS_1
Kevin mengajak Famira masuk ke dalam kamar sambil menggendong si kembar.
''Yuk, kita masuk. Kasihan kayaknya kamu capek dan mereka udah tidur'' ajak Kevin pada istrinya.
''Iya mas, aku udah ngantuk banget'' jawab Famira sambil menguap.
Sesampainya di kamar, Kevin dan Famira meletakkan si kembar kedalam box bayi untuk di tidurkan.
***
Keesokan paginya, Famira melihat pemandangan yang begitu menyejukkan hati.
Ia melihat Kevin sedang menimang Farrel, sedangkan Raffel ia masih tertidur pulas di box bayi.
''Uluh-uluh anak papa udah bangun ya nak. Gimana sama tidur kalian, apakah nyenyak?" ucap Kevin sambil menimang bayi.
Lalu tak berselang lama, Raffel pun ikut bangun, dan Famira pun menghampiri suaminya dan menggendong Raffel.
Bersambung
.
.
__ADS_1
.
Tinggal 1 part lagi cerita tamat.