
.....๐ธ๐ธ.....
Roda memanglah berputar, seperti nasib setiap manusia yang akan mengalami nya... tak melulu selalu diatas begitu pun sebalik nya.. Allah maha lah Adil dengan segala kekuasaan nya .
**
Seiring waktu berjalan - Lisa dan kedua anak nya yang kini telah tumbuh dewasa mencoba menitih kehidupan yang baru dengan lebih mendekatkan diri kepada sang maha BAIK.
Tentunya tak mudah untuk bangkit dari masa dulu yang begitu manis , dari kehidupan yang serba kecukupan dengan bergelimang akan harta membuat siapa saja tak akan rela untuk meninggal kan nya , akan tetapi Lisa kini sadar semua itu hanya lah titipan , semua akan kembali kepada pemilik sebenar nya .
**
Saat ini Lisa mendapat penawaran dari Abrisam - teman lama sekaligus atasan Leon .
Pria mapan itu meminta Lisa untuk membuat snack box untuk rapat dewan direksi yang diadakan dikantor pribadi pria itu.
**
Disuatu pagi..
" Meena .. makan dulu nak ..! kamu beberapa hari ini terlalu sibuk membantu ibu !" Ucap seorang ibu mencemas kan anak gadis nya . Karena jarang terlihat makan..
" Nona muda .. apa yang dikatakan ibu nona muda ada benar nya , makan lah dulu ?!" Sambung suara tua itu terdengar oleh Meena,
Gadis itu nampak tersenyum , mendengar nasehat demi nasehat dari 2 wanita yang begitu ia hormati ..
" Ya Allah ini anak kalau dinasehati senyum aja !!?" seru Lisa ..
Ameena terkekeh mendengar perkataan sang ibu..
" Meena harus jawab apa ibu - bikk... ! ? Ameena lagi proses menghijrahkan berat badan Meena !?"" Sahut Ameena dengan terus menata snack box , pesanan tuan Abrisam .
Serapi mungkin Lisa Dan Ameena menata ..
"48 -49-50 " suara Ameena terdengar sedang menghitung, setelah dirasa pas gadis berjilbab itu mulai mengendarai motor matic nya.
" Hati - hati ya Meen jangan laju - laju !?" seru ibu yang berdiri diambang pagar rumah.
Gadis berhijab besar meraih punggung tangan sang ibu .. " Salim ibu ! " ucap Ameena dengan tersenyum.
Lalu gadis berbadan gemuk itu menaiki kendaraan roda dua nya , sebelum tangan Meena menarik gas yang ada ditangan sebelah kanan , ia menatap kearah sang ibu ..
" In syaa Allah Meena tidak akan LAJU - LAJU ibu.. !" seru Ameena , disisi lain Lisa yang mendengar perkataan sang putri mengangguk senang.
" Bismillah !" ucap gadis itu
" Assalamualaikum ! Meena berangkat dulu Buk. " sambung Ameena dan dianggukan Lisa ..
__ADS_1
Sedetik berikut nya .. Lisa menatap heran kearah Meena gadis gemuk itu yang tak segera menarik gas motor tersebut ..
" Ada apa nak ? apa ada yang ketinggalan.. ?!"
Ameena mengarahkan tatapan nya lagi pada Lisa ..
" Tapi NGEBUT boleh kan Ibu ???!" Seloroh Meena dengan berlalu.
Lisa membulat kan kedua bola mata nya kepada putri semata wayang - akan ucapan nya barusan.
" Astaghfirullah haladzimmmm .. Meenaaaa!!?" Lisa menatap Ameena yang pergi menghilang.
**
Sesampainya Ameena diperusahaan Abrisam , Ameena bergegas menuju reseptionis..
" Permisi mbak , saya mau mengantar kan snack box pesanan tuan Abrisam !?" Jelas gadis berhijab besar itu dengan berdiri didepan meja reseptionis.
Terlihat reseptionis sedang melakukan panggilan ke seseorang .
Setelah 2 menit menunggu..
Ameena melangkah mengikuti salah satu karyawan Abrisam.
Akan tetapi gadis berkrudung besar itu lupa, menurunkan snack box pesanan dari atas motor ...
" kenapa mbak? ! " tanya reseotionis pada Ameena
" HEHEHE.. saya lupa membawa pesanan nya kemari mbak !?" Ucap se enak nya Ameena dengan cengiran.
**
Dengan berlari kecil Ameena kembali kearah motor, berupaya mengambil box besar yang ia ikat di dudukan belakang motor nya.
... Ameena selalu menjaga kebersihan dengan masih menggunakan sarung tangan agar snack nya selalu higeenis.
Dari arah belakang..
TINNNNN!!..........
suara klacson yang membuat kaget , walhasil box kue yang berada ditangan Ameena terjatuh dan tercecer.. diatas lantai...
WHEEEERR.. PUC -PUC.. Ameena hanya bisa terpaku melihat box box yang ia tata sedemikian rapi dan hati -hati , kini melayang indah lalu mendarat disegala tempat ! Box box itu hancur tak berbentuk.
Sedetik berikut nya, gadis itu mengarah kan pandangan dan melangkah kearah sang empunya mobil.
Langkah kaki yang lebar dari seorang gadis , dimana kaki itu tertutup oleh bawahan gamis syar'i nya -kini terlihat begitu marah..
__ADS_1
" TOK - TOK .."
" BUKA!! " teriak marah Ameena dengan mengetuk kaca mobil mewah ..
Nampak pria dewasa yang berbadan atletis nan tinggi, memakai satu anting ditelinga kanan nya .. keluar dari dalam mobil .
Sesaat mata pria dewasa itu tertuju pada sosok gemuk , namun memiliki wajah yang cantik dengan memakai pakaian syar'i lengkap dengan penutup kepala yang menjuntai seperut...
Pria itu terus memperhatikan penampilan Meena , dari bawah hingga atas - Dengan tatapan yang misterius mengarah pada gadis itu.
Satu pria yang seumuran dengan nya keluar dan berdiri dibelakang pria beranting.
" PAMAN harus ganti rugi !!" Satu kata begitu menyiksa gendang telinga pria tampan yang baru menginjakkan kaki nya ditanah air.
Pria beranting itu hanya menatap datar kepada sosok gadis penjual kue.
" Coba paman lihat box - box yang berisikan kue jualan saya ini jatuh berantah kan !" Ucap kesal Ameena kearah pria dewasa itu.
Namun Ocehan gadis itu tak diindah kan oleh laki -laki yang ia panggil dengan sebutan paman...
Pria itu berlalu begitu saja didepan Ameena..
Meena merasa pria dewasa itu tak mendengarkan ucapan nya !
"Hiiiihhh... , menyebal kan ... !?" Gumam gadis itu -dengan sedikit berlari dan menjinjit , Ameena menarik daun telinga Pria beranting itu..
"Paman musti ganti rugi dulu , kalau tidak...!? Anting indah paman ini akan terlepas dari tempat semesti nya !!" Sergah Meena dengan galak.
" AKHHHH.. " pekik pria dewasa tampan itu dengan memegang telinga nya yang sedang ditarik oleh gadis berjilbab besar .
" Masih mau lepas dari tanggung Jawab .. ohh.. tak semuda itu paman tampan !" Celetuk Ameena dan mampu mengalihkan rasa sakit pria dewasa itu akibat tarikan dari dua jari Ameena yang masih terbungkus oleh sarung tangan telah bertengger ditelinga sang Tomy.
Tanpa disadari dari keduanya - cerita cinta dalam doa akan berlanjut atas izin sang maha kuasa...
**
" 900 - satu juta !" suara menghitung uang dari bibir indah , Ameena tersenyum puas dan mengembalikan lebihan uang kepada asisten Tomy - Wildan.
" Ini paman ....uang nya lebih !" Ucap Ameena dengan tersenyum cantik dibibir merah nya.
" Tuan Tomy menyuruh memberikan semua uang ini sebagai ganti rugi.!" Jelas Wildan dengan angkuh.
" Tidak .. ini hak saya dan saya akan mengembali kan yang memang bukan hak saya !?" Jawab Ameena dengan memperlihat kan uang yang telah masuk dalam tas nya kemudian berlalu .
Wildan menatap kepergian gadis muda berperawakan tebal , yang tanpa disadari sang gadis ia memiliki wajah yang cantik dan berpenampilan berbeda dari kebanyakan wanita lain pada jaman sekarang .
Wilda sebagai pria dewasa berpikir , wanita semacam itu yang kelak ingin ia jadikan sebagai istri dan ibu dari anak -anak nya...
__ADS_1
.....๐ธ๐ธ.....