
Happy reading 🤗
Lagi dan lagi Kevin harus mengalah dan membiarkan Famira masuk. Sungguh sikap Famira padanya membuat dirinya stres dan membuat hatinya tidak nyaman dan ingin segera mengakhiri nya.
''Baiklah, aku akan membiarkanmu masuk tapi lain kali aku akan memintamu untuk menjawab pertanyaan ku padamu'' ucap Kevin
''Hem....,
minggir lah aku mau masuk'' jawab Famira
"Kau ingin aku temani dirumah?" tanya Kevin
"Tidak perlu, disini sudah ada bik Sarmi yang bisa membantuku. Kamu pergi saja ke kantor, menemui wanita itu'' jawab Famira sambil menutup pintu lalu menguncinya.
Kevin kaget lalu ia menggedor pintu supaya Famira membukanya kembali. Tapi hasilnya nihil, ternyata Famira tak menghiraukan nya.
Berjalan gontai menuruni tangga. Ia tak pergi ke kantor melainkan ke rumah Arka. Ia hendak bertanya pada Zahra, mungkin dia tau penyebab Famira seperti ini.
''Ya Allah, kenapa dengan istri hamba ya Allah'' ucap Kevin sambil masuk kedalam mobil.
Ternyata dari lantai atas tepatnya kamar Kevin, Famira melihat kepergian Kevin. Sebenarnya Famira tidak ingin bersikap dingin padanya tapi karna keadaan yang membuat dirinya terpaksa melakukan ini.
''Maafkan aku suamiku. Aku terpaksa....'' ucap Famira sambil meneteskan air matanya.
***
Kevin sudah sampai di rumah Arka. Lalu ia menekan bel pintu, bik Sani yang sedang menyapu halaman pun langsung menghampiri Kevin.
''Ada apa den?'' tanya bik Sani
''Eh...., itu bik saya mencari Arka dan Zahra'' jawab Kevin
''Oh, tuan dan nyonya sedang pergi dan mungkin sebentar lagi pulang'' ucap bik Sani
''Pergi kemana bik mereka?'' tanya Kevin
''Bibi juga kurang tau den'' jawab bik Sani sambil tersenyum tipis
''Baiklah, saya akan menunggu mereka pulang" ucap Kevin
__ADS_1
Bik Sani pun mangut-mangut dan mempersilahkan Kevin masuk. Beliau mengambilkan makanan dan minuman untuk Kevin sembari menunggu kepulangan Arka dan Zahra.
Lumayan lama menunggu mereka, sekitar 30 menit. Kevin hendak pulang tapi saat mendengar suara duru mobil ia mengurungkan niatnya dan tetap duduk manis di sofa.
''Assalamualaikum....'' ucap Arka
''Waalaikumsalam....'' jawab Kevin
''Loh, sejak kapan kau ada disini?'' tanya Arka
''Sekitar 30 menit yang lalu'' jawab Kevin
''Benarkah..., lalu ada apa kau kemari?'' tanya Arka
''Urusan penting, karna aku tidak bisa menyelesaikan sendiri'' jawab Kevin
''Urusan kantor...?'' tanya Arka
''Bukan, kalau masalah kantor aku bisa menyelesaikan sendiri. Tapi kali ini berbeda dan sangat sulit untuk diselesaikan'' jawab Kevin
''Lalu apa gerangan?'' tanya Arka yang sangat penasaran dengan perkataan Kevin.
''Perempuan? Apa kau berselingkuh dari Famira?'' tanya Arka kaget
''Sembarangan, aku bukanlah pria yang suka gonta-ganti pasangan'' jawab Kevin
''Lalu...., apakah ada masalah dengan istrimu?'' tanya Arka
''Heem, dan aku ingin meminta bantuan Zahra, mungkin dia tau penyebab Famira menjadi aneh'' jawab Kevin sambil mengangguk.
''Memangnya adik ipar ku kenapa?'' tanya Zahra
''Entahlah, nanti aku akan ceritakan padamu. Dan sekarang bawalah keponakan ku ke kamar dulu'' jawab Kevin yang melihat Arza tidur di gendongan Zahra.
''Baiklah...., nanti dulu ya. Aku akan membawa anakku ke dalam kamar'' ujar Zahra
Zahra melenggang pergi menuju kamar Arza, sedangkan Kevin dan Arka duduk di sofa.
Masih penasaran, lalu Arka kembali bertanya pada Kevin.
__ADS_1
''Maaf yak, bukannya gue cerewet. Tapi emangnya istri lu kenapa?'' tanya Arka
''Entahlah, tadi pas aku di kantor dia datang dan enggak sengaja liat gue sama Zevana berduaan di dalam ruangan dan posisi kami sangat dekat lalu Famira pergi begitu saja'' jawab Kevin
''Waahahahahahaa'' malah tertawa keras
''Lu kesambet ya Ar, tiba-tiba ketawa enggak jelas'' ucap Kevin
''Aduh Vin, masa lu enggak peka sih sama istri lu sendiri'' jawab Arka sambil tertawa dan geleng-geleng kepala.
''Gua peka kok. Buktinya gue selalu ada di sampingnya" jawab Kevin polos.
''Bukan itu maksud gue Vin. Tapi, sepenerawangan gue sih. Istri lu bersikap aneh sama lu karna dia itu cemburu liat lu sama Zevana berduaan'' ucap Arka
''Masa iya sih, kok gue enggak tau ya'' ujar Kevin
''Makanya pacaran, jadi bisa tau kalo perempuan itu gampang ngambek, dan sensitif kalo liat perempuan lain deket sama pacarnya. Tapi asal lu tau, dengan perempuan seneng ngambek itu tandanya dia sangat mencintai pacarnya dan enggak pengen kehilangan dirinya'' ucap Arka menjelaskan
''Ya maap, gue kan masih polos. Yang hanya paham dengan kerja dan kerja. Masalah wanita gue enggak ahli Ar'' jawab Kevin
''Hahahahaha, iya bener'' ucap Arka yang belum berhenti tertawa
''Ternyata memahami wanita itu lebih rumit dan memusingkan kepala di bandingkan dengan rumus matematika, kimia, fisika dan biologi'' ucap Kevin
''Memang, itu lah resikonya jika punya pacar atau istri. Harus bisa jaga perasaan antara satu sama lain, biar hubungan selalu bersama walau banyak ombak yang menerjang dan ingin meluluh lantahkan hubungan kita. Jadi gue saranin yak, lebih baik lu ancem aja kalo ada wanita yang deketin lu, biar dia enggak macem-macem lagi sama lu dan istri lu.'' ucap Arka
''Cara ngancemnya gimana?'' tanya Kevin
''Bilang aja ke mereka semua. Jika mereka berani menyentuh atau mendekati dirimu dan istrimu maka akan hancur serta menjadi gembel jalanan'' jawab Arka
''Wah, sadis bener lu Ar'' ucap Kevin.
''Bukan sadis, tapi tegas Kevin bocah polos'' ujar Arka.
Bersambung
.
.
__ADS_1
.