
๐ธ๐ธ
Didalam kamar . Ameena telah nampak cantik , dengan balutan gaun pengantin sederhana yang ia kenakan . Dari luar kamar , Ketty dan Hanifa datang menghampiri dan menemani Ameena .
Pintu kamar Ameena kembali terbuka , dan ternyata putri kecil Ameena melangkah masuk menuju sang bunda..
"Bundaaa.... !" Suara lucu nan lugu Zakia.
Ameena meraih tangan kecil Zakia , "Cantik nya bunda !" Ucap Ameena . Tangan Zakia meraba wajah sang bunda yang kini telah tertutup cadar .
"Apa kah bunda bahagia ? " tiba -tiba satu pertanyaan terlontar dari bocah cantik itu.
"Kenapa bertanya seperti itu Kia...? " sahut Meena dengan sedikit berbisik , takut Hanifa mendengar nya..
"Kia ingin bunda bahagia !" Satu kalimat ungkapan seorang putri kecil nya.
*
*
Sedang kan dirumah pribadi Tomy..
"Tuan muda yakin tidak ingin datang diacara akad nona Ameena? " tanya Wildan dengan merapikan barang Tomy..
"Tidak ,Wil.. ! Aku tidak ingin .. !?" Jawab Tomy dengan memegang barang milik nya yang telah dikembali kan oleh sang Amanah.
Wildan melihat tuan muda nya saat ini sangat terpuruk dua kali -terpuruk akan pernikahan Ameena dan terpuruk atas pembekuan segala aset milik nya yang dilakukan oleh tuan tua yaitu Surya , Tomy sebenarnya bisa saja mengajukan tuntutan akan sebuah pengakuan yang dilakukan oleh tuan Surya , hanya saja Tomy menganggap semua aset dan harta milik nya yang diambil tuan Surya -sebagai ganti rugi atas apa yang telah Tomy terima selama ini.
"Ayo Wil kita tinggal kan hunian nyaman dengan segala fasilitas nya.. !" Ucap Tomy dengan membawa barang milik nya.
*
*
Dikediaman Lisa
Tangan telah ber jabat, niat telah mantab , hati telah tersemat akan ucapan akad ..
"Saya terima nikah nya dan kawin nya Ameena binti ABbbbb... - ??!
"Berhenti!!!!......?" sergah seorang wanita .
Hanan mengarahkan pengelihatan nya pada sumber suara.
Ameena yang tadi nya menunduk di dalam kamar mendadak mengangkat wajah nya.. begitu pun Ketty dan Hanifa. Tatkala mendengar suara wanita sedang berteriak dengan lantang...
Lisa -Abrisam dan pak kyai Saleh , tak terkecuali para tamu mengarahkan tatapan nya pada sosok wanita yang memakai kaca mata hitam .
Wanita itu menyunggingkan bibir nya keatas.. akan tatapan orang -orang yang berada di acara itu..
"Pernikahan ini tidak boleh terjadi !!" Lanjut wanita itu , yang kini membuka kaca mata hitam nya.. sontak mata Abrisam membulat dengan apa yang ia lihat...
Sam berdiri hendak menyeret wanita itu , tiba -tiba langkah nya terpaku , oleh suatu ucapan yang tersapu .
Pak kyai yang melihat para tamu menatap dan bertanya akan sosok wanita berpakaian modis - yaitu Jaha. Dengan berat hati pak kyai membubar kan semua para tamu tak terkecuali penghulu.
*
*
Jaha nampak tersenyum puas akan hasil yang ia dapat , lagi-lagi ia menghancurkan kebahagian orang yang menghambat langkah nya.
Mata pak kyai dan semua orang yang berada diruangan itu memberi tatapan tanya menunggu penjelasan dari bibir Sam..
Satu tarikan nafas yang panjang pria bernama Abrisam akhir nya menceritakan semua nya tanpa ada yang ia tutupi tentang hubungan nya dan Sakinah -ibu dari Ameena.
__ADS_1
"Jadi Ameena bukan lah putri kandung saya , saya hanya menjadi suami sambung wanita muda bernama Sakinah yang baru saja menjanda diusia muda yang saat itu sedang mengandung anak dari suami pertama nya yang telah meninggal ...dan karena suatu alasan akhir nya saya menikahi Sakinah .
"Saya kira dengan cukup menutup semua rahasia ini , mampu membantu Ameena meraih kebahagian bersama pria pilihan hati nya.. " ungkap Sam
Setelah mendengar penjelasan Abrisam ..
Lisa menatap wajah seorang Jaha dengan penuh kebencian.
Berdiri dengan rasa amarah ..
"Ma.af nyonya JAHA ! Silahkan tinggal kan rumah ini , bukan kah arah tujuan anda telah terwujud ?!"ucap Lisa mengusir.
Jaha tersenyum sinis akan ucapan Lisa.. Jaha tak bergeming sedikit pun akan ucapan Lisa ..
Leon yang melihat tatapan meremehkan dari wanita paruh baya itu , langsung berdiri dan akan meraih lengan Lisa .. namun dengan gaya sok kaya nya ..
"JANGAN menyentuh ku anak muda ! Aku bisa sendiri pergi dari tempat menyedihkan ini..
Pak kyai yang melihat akan sikap Jaha beristighfar seraya memohon kan ampun untuk Jaha kepada sang maha kuasa.
Setelah kepergian Jaha .. , Abrisam..
*
*
"Ma.af pak kyai , dengan kerendahan hati saya sebagai ibu yang membesar kan Ameena !" Lisa sejenak menatap kearah Ameena yang kini duduk tak jauh dari tempat Lisa berada .
"Seperti nya acara akad nikah ini tidak bisa saya lanjut kan!"Hanan yang sedari tadi nampak tertunduk dengan tatapan tenang , kini pria itu menaikkan tatapan nya pada ibu angkat Ameena.
"Ibu Lisa ! ini semua bisa kita bicara kan ulang, tentu nya dengan perasaan yang jauh lebih tenang !" Sambung pak kyai ..
"Ma.af pak kyai !begitu banyak coba an yang menerpa Ameena , seolah tiada usai ia menabah kan hati nya . Biar kan lah waktu yang menjawab kemana larinya takdir membawa hubungan antara Ameena dan Hanan putra pak kyai !" Pernyataan Lisa membuat pak kyai tak mampu berkata lagi
*
*
Sama hal nya perasaan seorang Hanan , yang kini menghujam diri..
"Terima kasih atas rasa suka yang telah mas beri ! Walau kita telah berikhtiar tapi takdir Allah lah yang maha Hakiki ..!" ucap Ameena.
Hanan tersenyum kecil dengan mengarahkan sedikit kepala kearah Ameena yang berdiri dibelakang..
"Mungkin kita bisa jadi saudara seiman Meena, walau jujur rasa ikhlas ini masih belum ada di hati ! setidak nya aku akan membiasakan diri dan membuka hati untuk seseorang yang kucintai !" Hanan membalikkan tubuh kearah Ameena seraya mengucap salam lalu pergi.
....
Kini 2 bulan berlalu..
Diwarung kopi milik Wildan ....
"Itu Tomy.. !" Tunjuk Willy pada pria yang terlihat memarkirkan sebuah motor dan kini berjalan menuju ketiga sahabat nya dengan melepas jaket driver ojol yang kini melekat ditiap hari nya , tak ada jas mahal , sepatu fantofel yang mengkilat yang menjadi atribut nya , mobil yang selalu menjadi tumpangan nya , pun kini telah ditarik oleh Surya sebagai bentuk penekan pada Tomy .
Tomy terlihat membersihkan tangan lalu menghampiri ketiga sahabat nya .
"Assalamulaikum ..!" Suara seorang Tomy
"Wa'alaikum salam .. !" Jawab ketiga nya ..
"Tumben malam banget lu Tom ? Jangan bilang penumpang elu pada kagak mau turun ?!" Braaub .. jaket ojek Tomy mengarah pada wajah Alex.
"WEHH.. dasar jorok Lu Tom! Jaket lu bau asap kenalpot... !!" seloroh Alex dengan meletak kan jaket milik Tomy disebelah Willy.
"Nama nya juga tukang OJEK !" Sahut Tomy dengan menyapa Wildan yang sedang melayani pelanggan.
__ADS_1
TRACC.. Tomy meletak kan segelas air putih diatas meja dan bergabung duduk dengan ke tiga sahabat nya...
Telah asik dalam perbincangan Alex teringat akan sesuatu..
"Tom..? Meena sudah resaighn dari kantor gue.. !?" Ucap Alex.. Tomy yang tadi nya nampak biasa saja kini terlihat terkesiap akan ucapan Alex.
Tama menatap tajam pada Alex ..
Alex yang memahami maksud tatapan tajam pria berkaca mata itu , ฤทini menghela nafas panjang...
"Tapi elu tenang aja , saat ini Ameena bekerja diperusahaan tuan Armand !" Lanjut Alex dengan menyesap secangkir kopi milik nya.
Tomy terlihat tersenyum kecil . Kini suasana kembali menghangat.. "Tom apa bokap elu nggak turun tangan !? Apa lagi ngelihat elu dengan pekerjaan semacam ini !?" Suara Willy dengan sorotan mata tak percaya..
"CKK.. awal nya gue malu Wil dan mungkin akan terasa berat , tapi setelah dijalani rasa nya tak sesusah yang dibayang kan !? Setidak nya gue berdiri diatas kaki gue.. tanpa harus ada bayang -bayang seseorang ".
Tama tersenyum bangga akan pemikiran Tomy yang telah berubah..
"Tom .. jika elu perlu bantuan , gue siap bantu ! !?" Ucap Tama dengan tatapan serius.
"Terima kasih Tam .. -Wil -Lex.. ! Kalian dan Wildan yang selalu ada buat gue.. ! " papar Tomy .
Setelah kepergian Tama and the gang dari warung kopi.. kini Tomy membantu Wildan membereskan tempat tersebut , dari arah sebrang jalan ada seorang wanita cantik terseyum menyeringai mengarah melihat Tomy dan Wildan .
Diperjalanan pulang , Tomy terlihat berboncengan dengan Wildan menuju tempat tinggal mereka ,dimana rumah itu adalah milik Wildan.
Sesampainya didalam rumah sederhana dengan fasilitas tak kalah apa ada nya...
"Haaah.. "helaan nafas Wildan dengan merebah kan diri ditempat tidur.
Tomy hanya tersenyum melihat kearah Wildan yang nampak kelelahan .. Tomy melangkah menuju kamar tak lama Tomy keluar dan
" bruuck ..ayo kita sholat dulu .. !" Peralatan sholat mendarat dibadan yang berkeringat.
Wildan membuka sedikit ujung mata nya.. dan berdiri lalu mandi , ..
**
Jam 6 pagi ..
Mentari telah meninggi menyapa hari yang dinanti..
"Wil ..!! gue berangkat dulu !?" Teriak Tomy didepan pintu kamar kecil bertulis kan WC.
"HMMMM.." ๐?"sahut Wildan.
**
Dibawah pohon beringin yang rindang ,Tomy terduduk dengan mengibas kibas kan kerah jaket nya, berpikir angin mampu mendingin kan tubuh nya yang telah tersengat matahari sewaktu dijalan , benar saja pagi ini Tomy telah kebanjiran penumpang hingga ia tak merasakan matahari yang telah meninggi tepat diatas kepala ... , kali ini Tomy mengarah kan mata kepada seorang bapak paruh baya yang juga rekan seprofesinya , yang nampak lelah .
Tomy tersenyum dengan melangkah kesuatu tempat . Saat langkah Tomy kembali kearah sang bapak ponsel pria itu berdering , ya .. kali ini orderan kembali Tomy terima..
Sebelum Tomy berangkat , pria beranting itu menghampiri sang bapak ..
"Buat makan siang pak !?" Suara Tomy dengan menyodorkan satu bungkus nasi lengkap dengan lauk dan sayurnya.
Bapak itu mengangkat wajah yang lesu kearah Tomy.. "Terima kasih nak.. !" Ucap sang bapak ..
"Makan dulu pak ! Baru narik lagi ?!" Ujar Tomy kepada bapak yang masih memandang makan an pemberian Tomy.
"Kenapa hanya dilihat pak ! Silahkan dimakan keburu dingin !" Ucap Tomy lagi yang sedang memasang helm .
..?
๐ธ๐ธ
__ADS_1