
.....🌸🌸.....
"*T**entang membesarkan anak perempuan : itu indah dan menakjubkan. Anak perempuan yang terlahir membawa hadiah dan berkah yang besar bagi orang tuanya*.Â
-Ketika kecil anak perempuan ia menjadi pemelihara orang tua nya agar terhindar dari api neraka.
-Ketika menjadi istri , ia menjadi kunci terbuka nya rezeki bagi suami.
-Ketika menjadi ibu , ia akan menjadi syurga dan madrasah pertama bagi anak-anak nya..
*
*
Disepertiga malam gadis muda berkrudung besar terbangun...
Tak lama...
Sajadah terbentang mengarah kearah kiblat ... takbir pertama telah terucap hingga ucapan salam pada akhir sujud nya .
Sholat dua rakaat telah ia tunaikan , kini kaki gadis muda berdiri dan melangkah menghampiri putri kecil nya yang terlelap didingin nya kamar .
Dalam hati seoarang amanah ada rasa rindu kepada seorang pria yang beberapa bulan lalu menjadi embun pagi yang kan selalu menyejukkan jiwa seorang Amanah..
"Dulu ..! dia yang selalu ada dalam doa ku , tapi ... kini kamu lah yang ada dalam pinta ku !" Ucap Ameena dengan merapikan anak rambut Zakia.
"Janji ku tak hanya terucap dalam indah nya lisan - tapi janji ku adalah janji yang sebenarnya janji ... yang kan aku pertanggung jawab kan kelak diakhirat dihadapan sang maha ADIL " suara isi hati seorang Ameena yang begitu lembut di waktu itu .
*
*
Pagi hari yang cerah dikota dingin...
Seorang gadis muda yang kini sedang berada didepan cermin melihat pantulan dirinya yang mengenakan cadar .
Tangan mungi terlihat mencoba meraba wajah sang bunda ...
Ameena nampak meraih tangan mungil itu lalu mengarahkan pada wajah nya...
"Bagaimana ? " tanya Ameena kepada putri kecil nya... akan penampilan baru sang bunda...
"Nanti kalau besal Kia mau kayak bunda Tali dan bunda Ameena... !" Ucap anak itu dengan polos nya .
Dengan posisi yang masih sama ..
"In syaa Allah .. semoga Allah memudah kan segala niat baik kita ya ... !" Seru Ameena kepada Zakia dan kembali menegakkan tubuh .
*
*
Pagi -pagi sekali Ameena dan Zakia meminta izin kepada pak kyai untuk pergi kesuatu tempat berteman kan Hanifa
Setelah menempuh kurang dari satu jam perjalanan dengan menggunakan mobil sampai lah mereka pada tempat pemakaman umum...
Wanita bercadar -Hanifa ikut duduk disamping disebuah pusara yang bertuliskan LESTARI ..
Ameena dengan sabar menuntun tangan mungil Zakia untuk menabur bunga diatas makam sang bunda ..
Kini ketiga nya nampak khusyuk dalam doa ... setelah beberapa menit berlalu , kedua telapak tangan yang tadi nya menengadah kini mereka usap kearah wajah .
"Beristirahatlah Tar dengan tenang ... dimana sebenar -benar nya tempat peristirahatan .. yang kelak aku dan kita semua akan kembali pada tempat keabadian sang maha kuasa..... " Ucap Batin gadis berkrudung besar.
*
*
*
Saat ini Ameena telah kembali berdiri dipesantren...
"Apa ndak tinggal beberapa hari lagi disini ? !" Suara pak kyai terdengar menahan .
Ameena tersenyum kearah pak kyai...
"Minta maaf pak kyai .. seperti nya saya memang harus kembali hari ini .. .. !" Ucap Ameena.
"Dan terima kasih banyak saya ucap kan kepada pak kyai -mbak Hanifa dan mas Hanan , selama saya disini sudah banyak dibantu .. !?" Ucap Ameena sekali lagi dengan begitu santun.
Pak kyai terkesan akan sikap santun Ameena .. lama kemudian pak kyai mengucap kan suatu kata ..
__ADS_1
"Selayak nya kita saling membantu antar sesama dalam hal kebaikan !" Jawab pak kyai dengan tersenyum ramah.
"Tolong sampaikan kepada ibu nak Ameena .... In syaa Allah saya akan bersilahturahmi ketempat nak Ameena ..!?" Jelas pak kyai dengan nada yang penuh maksud.
Hanifa yang mendengar ucapan penuh maksud dari sang abi - menaikkan satu alis nya ...
"In syaa Allah .. akan saya sampaikan sesampainya saya dirumah !?" Jawab Ameena dengan sopan .
*
*
Pagi ini Hanan tengah sibuk mengurus pesantren - walhasil Hanifa lah yang diminta pak kyai untuk mengantar Ameena dan putri kecil nya sekali lagi kebandara .
Diperjalanan...
"Dik Meena.. ?" Suara wanita bercadar terdengar nanggung.
"Ya mbak ?" Jawab gadis itu.
"Mm... nggak jadi deh dik .. !" Ucap menggantung wanita bercadar itu.
"Apa ..mbak ? mbak Hanifa ngomong saja... !" Desak gadis berkrudung besar.
"Tidak jadi dik Ameena..karena aku lupa .. !" elak Hanifa dengan menghela nafas.
*
*
*
Sesampai nya dibandara dipintu pemberangkatan domestik..
"Kamu hati -hati ya dik Meena jaga putri mu ...!" Ucap Hanifa dengan memeluk tubuh Ameena lalu Hanifa duduk didepan bocah kecil itu...
"Nanti bulek Hani akan main ketempat Kia.. !" Ucap wanita muda itu.
"Iya bulek.. !" Sahut Kia dengan mengangguk.
Meena terlihat terkekeh dibalik raut wajah sedih nya ...
Hanifa 😒😒melirik sebal akan perbuatan gadis berkrudung besar..
"Bulek ya mbak!?" Celetuk Meena mengulang.
"Kita orang Jawa .. jadi wajar sebutan bulek tersemat pada ku... !" Sungut Hanifa dengan berdiri .
"Bukan masalah bulek nya .. tapi penempatan kata nya ! Bukan kah seharus nya Zakia memanggil Bude .. !?" Jelas Meena ..
"Diam kamu Meen.. masak iya bude ! -tua dong aku !?" Protes Hanifa dengan mencubit pelan pipi cabi Zakia.
"Loh... ! KOK Meen sekarang manggil nya ?" Goda Ameena kepada Hanifa.
"Ya .. karena dari pada aku kamu panggil bude ! Mending aku manggil nama saja !?" Ungkap Hanifa .
ðŸ¤ðŸ¤
"Iya.. mbak.. ! Meena bercanda ... !?" Mereka berdua akhirnya tertawa lepas diramai nya para orang yang berlalu lalang.
"Sudah masuk sana .. jangan lupa sekarang kamu punya anak .. !? Dan semoga Allah memberi kemudahan kepada mu Meena !?" Ucap doa Hanifa.
"Ammiin .." jawab Ameena
Kini Ameena berlalu sembari menggandeng tangan mungil Zakia.
"Enak Meen kamu !? tanpa menikah dan mengandung sudah memiliki anak !" batin Hanifa melihat kepergian Ameena dari balik pintu kaca besar .
*
*
*
Tanpa terasa pesawat pun mendarat dengan selamat...
Tiba -tiba langkah kaki kecil itu berhenti..! Ameena melihat kearah sang putri yang nampak kelelahan...
"Capek ya sayang ?" Tanya Ameena dengan posisi lutut sebagai tumpuhan nya dengan merapikan jilbab sang putri .
Ameena sengaja membiasakan putri kecil nya kini untuk mulai mengenakan jilbab besar layak nya yang Ameena kenakan .
__ADS_1
Ameena mengangkat putri kecil nya untuk duduk diatas koper..
"Nah.. duduk disini ya .. nanti biar bunda yang dorong !? Seperti ini !?" Jelas Ameena .
"Wahhhhh.. enak bunda... !" Ucap girang Zakia dengan wajah berbinar.
Ameena tersenyum ketika melihat sesederhana itu rasa bahagia menyapa diri seorang anak kecil.
Kini Ameena dan Zakia berdiri disebuah toilet wanita ...
"Kia turun dulu ya nak ... ! !" Suara Ameena dengan menùrun kan tubuh Zakia dari atas koper.
"Duduk disini jangan kemana -mana ! Tunggu bunda .. !" Ucap Ameena.
"Iya bunda.. !" Jawab bocah itu dengan patuh.
--
Saat gadis kecil itu duduk seorang diri disebuah kursi tunggu...
Jilbab bocah cantik itu serasa ada yang menarik -narik..
Namun bocah itu hanya diam sembari mencengkram kuat gagang koper milik nya...
Tak lama ...Jilbab bocah itu ditarik-tarik untuk kedua kali nya .. hingga suara lembut Zakia terdengar ..
"Jangan talik kludung Kia .. nanti bunda malah.. !" Ucap bocah itu.
"Kamu CANTIK .. !" Terdengar sahutan suara seorang bocah laki-laki.. dari arah samping Zakia .
Dari arah kursi tunggu yang lain ,seorang pria berkaca mata hanya melihat kearah salah satu anak nya tanpa berusaha mengingatkan bocah tampan itu yang sedang asik menggoda seorang gadis kecil yang mengenakan krudung besar nya .
Tak lama ...
Seorang wanita bercadar keluar dari dalam toilet yaitu Dewi dengan suara nya yang lemah lembut memanggil nama salah satu putra nya...
"Afwa .. tidak boleh seperti itu nak ..... !" Suara sang umma kepada satu anak nya.. sedangkan seorang lagi anak nya hanya diam dan menatap datar kearah sang kakak .
"Ma.afin anak ibu ... !" Ucap lembut istri kecil Tama.
Dari arah belakang pria berkaca mata itu datang mengahampiri sang istri dengan menggandeng tangan salah satu anak nya.
"Sayang .. ..!" Suara memanggil Tama.
"Iya mas.. !?" Saat Dewi akan berbalik tubuh - Ameena nampak berdiri dibelakang sang Dewi.
Dewi mencoba menyapa gadis muda itu..
Begitu pun gadis muda membalas dengan mengangguk pelan kearah Dewi.
Pertemuan pertama kedua wanita shaleha disebuah bandara ...
Baru beberapa langkah telinga wanita bercadar mendengar percakapan ibu dan anak itu dari arah belakang...
"Ma.af in bunda ya , lama di toilet nya.. !?" Ucap Ameena.
"Tidak apa bunda.. .. " jawab Zakia kecil.
Dewi menatap kearah gadis berkrudung besar yang kini mulai memakai cadar yaitu Ameena ....
"Wanita yang tabah .. !" Tama yang mendengar gumaman sang istri hanya menatap datar pada Ameena dan Zakia...
Disebuah parkiran bandara.. pria beranting tengah menunggu didepan kemudi dengan memejamkan mata sembari bersandar .
Dari luar kendaraan terdengar
..tok -tok... suara kaca jendela mobil diketuk oleh pria berkaca mata...
Tomy keluar hendak membantu Tama yang terlihat kewalahan mengurus kedua jagoan kecil nya yang kini dalam mà sa aktiv seorang anak...
"Ngapain Lu didalam sana ? Bukan nya pesawat lendingnya 1 jam yang lalu !?" Tanya Pria beranting yaitu Tomy.
😒" elu belum tahu rasanya !? Jadi gue saranin DIAM.. !?" Sahut Tama dengan expresi datar.
Pria beranting hanya menanggapi ucapan Tama dengan mengangkat kedua pundak nya.
Saat Tomy akan memacu kendaraan yang bertuliskan EXSTENDER🤠tiba - tiba seorang gadis muda bercadar dengan seorang anak kecil berusia 5 tahun melintas didepan kendaraan pria itu . Mata tajam Tomy terarah pada sosok wanita muda berpakaian tertutup , seketika telapak tangan Tomy meraba jantung hati nya yang berdetak tak biasa nya..
Tama yang menyadari akan tatapan sang Tom-tom... langsung bersuara..
.....???
__ADS_1
.....🌸🌸.....