True Love

True Love
Kembar


__ADS_3

Happy reading 🤗


2 bulan kemudian, kini usia kehamilan Famira memasuki 5 bulan, dan mereka sudah mengetahui kelamin anak mereka, yaitu laki-laki dan calon anak mereka kembar. Sungguh Tuhan memberikan kepercayaan pada mereka untuk mempunyai momongan sekaligus 2 anak. Patut untuk di syukuri oleh mereka berdua, ingatlah usaha tak pernah mengecewakan hasil. Berusahalah seperti mereka untuk bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Perut Famira terlihat sangat buncit, apalagi jika dalam perutnya ada dua janin yang ia kandung. Meskipun sekarang ia mulai kesusahan berjalan, Famira tidak pernah mengeluh. Dia menganggap ini semua adalah nikmat paling indah yang pernah ia rasakan selama hidup, mengandung bayi kembar.


''Sayang...., nanti kamu jangan melakukan apapun. Aku takut nanti kamu kecapean'' pesan Kevin


''Iya...., aku enggak bakalan melakukan apa-apa tanpa izin dari suamiku ini'' jawab Famira sambil duduk dipangkuan Kevin.


''Sip...., aku suka dengan istri yang penurut dan tidak banyak titah'' ucap Kevin sambil mencium pipi istrinya.


Makin hari Famira menjadi manja pada suaminya. Entah itu keinginan dirinya sendiri atau bawaan dari bayi. Intinya Famira ingin selalu dimanja dan diperhatikan oleh Kevin.


Kevin tak merasa keberatan, dengan sikap manjanya Famira, justru ia sudah lama-lama menunggu masa seperti itu. Karna selama ini Famira tidak pernah bersikap manja padanya, semenjak hamil saja Famira bersikap manja. Sungguh senang sekali hati Kevin bisa melihat Famira seperti ini.


''Apa kamu mau ke kantor, mas?'' tanya Famira


''Iya..., tapi waktu makan siang aku akan pulang'' jawab Kevin


''Loh...., kenapa mas?'' tanya Famira


''Karna aku ingin makan siang bersama kamu dan kedua calon anak kita'' jawab Kevin


Famira yang mendengar pun langsung mengangguk dan tersenyum. Ternyata Kevin rela untuk makan siang hanya untuk bisa makan bersama dengannya. Memang Kevin adalah pria dan suami idaman para wanita. Beruntung sekali yang punya suami seperti Kevin itu.


Lalu Kevin mengajak Famira untuk turun ke bawah. Sarapan pagi bersama, saat menuruni tangga, Kevin merasa khawatir jika nanti Famira kelelahan naik turun tangga dan juga takutnya nanti Famira terpeleset saat berjalan di tangga.

__ADS_1


Apakah Kevin harus membuat lift khusus untuk Famira, agar ia tak kelelahan nanti?


Terserah padamu saja Kevin, kami hanya menurut saja.


''Apa kamu kelelahan, sayang....?'' tanya Kevin


''Tidak...., aku tidak merasa lelah. Memangnya kenapa mas?'' balik tanya


''Gapapa kok, aku hanya bertanya saja'' jawab Kevin


Famira mangut-mangut saja, ia tak banyak berpikir lagi, karna menurutnya itu adalah hanya pertanyaan konyol dari Kevin.


Berbeda dengan Kevin, dia bertanya dengan sungguh-sungguh, bukan hanya pertanyaan konyol belaka.


***


Setelah selesai sarapan pagi, Famira mengantarkan suaminya untuk pergi bekerja di kantor. Ia mengantarkan Kevin sampai depan pintu rumah.


''Iya...., wahai istriku yang cantik dan shalihah'' jawab Kevin


''Aduh...., jadi malu aku'' ucap Famira


''Jangan malu, cukup aku saja yang merasa malu karna aku belum bisa menjadi suami yang baik untukmu'' ujar Kevin


''Hush...., ngomong apa sih kamu. Jangan ngomong yang aneh-aneh. Menurutku kamu adalah suami yang paling baik dan istimewa dalam hidupku, wahai suamiku sayang'' sahut Famira.


Kevin hanya mengangguk dan tersenyum. Lalu ia menurunkan kepalanya untuk berhadapan dengan perut Famira.

__ADS_1


Ia menciumnya dengan sangat lama.


''Papa akan berangkat kerja, kalian jangan rewel ya nak. Papa sayang kalian berdua'' ucap Kevin setelan mencium perut Famira yang buncit itu


''Pastinya sayang. Aku yakin mereka akan menurut dengan ucapan kamu barusan'' jawab Famira


''Ya udah, kalo gitu aku akan berangkat kerja. Kamu hati-hati dirumah, jangan kecapean dan telat makan'' pesan Kevin


''Iya...., aku akan selalu mendengarkan perintah darimu suamiku sayang'' jawab Famira


''Bagus......,


Aku berangkat kerja, Assalamualaikum'' ucap Kevin


''Waalaikumsalam, hati-hati dijalan mas'' jawab Famira


Kevin menganggukinya lalu ia menuju mobilnya dan melesat pergi menjauh dari rumah dan menuju kantornya.


Setelah kepergian Kevin, Famira langsung masuk kedalam rumah dan menuju kamarnya.


Bersambung


.


.


.

__ADS_1


Masih berjalan mulus, yak.


Tapi bentar lagi, ada pertumpahan air mata loh gaes. Kalian yang kuat yak nanti bacanya.


__ADS_2