True Love

True Love
Petir


__ADS_3

Happy reading ๐Ÿค—


Sore harinya, Tania di suruh untuk mengambil pakaian yang sudah di jemur. Kalau Rasya dia sudah standby di dapur untuk memasak. Kali ini dia akan masak opor ayam. Ia yang mengurus bumbu-bumbunya, lalu Tania nanti yang mencuci ayam potongnya.


"Nia, kamu udah ambil jemurannya kan?" Tanya Rasya sambil sibuk memilah mana yang pas untuk bumbu opor.


"Ya udah dung, kan kamu tadi yang nyuruh. Tania cepat ambil jemuran. Langit mendung, mau hujan" Jawab Tania dengan menirukan ucapan Rasya saat menyuruh dirinya tadi.


"Nih, cuci ayamnya sampai bersih!" Perintah Rasya menyodorkan baskom kecil berisi ayam siap di cuci.


"Heemmm....." Berdehem sajalah untuk menanggapi perintahnya.


Untungnya kali ini dalam proses masak tidak ada hal yang mengerikan. Semua berjalan lancar, ya karena semua yang mengerjakan adalah Rasya dan Tania hanya memperhatikan saja. Pandai sekali Rasya masak. Cocok untuk jadi chef dan tidak untuk seorang dokter.


Saat makan malam, Tania paling banyak ambil daging ayam. Sepertinya dia senang dengan menu makanan malam ini. Betapa lahapnya ketika makan sampai-sampai tidak memperdulikan Rasya yang terus memperhatikan dirinya itu.


"Apa kau menyukainya opor ayam?" Tanya Rasya dengan menyangga dagunya dengan satu tangan.


Melirik sekilas lalu mengaggukkan kepala.


"Ada apa dengan ku. Kenapa aku jadi senang setelah melihat reaksinya?" Pikir Rasya dalam hati, tidak paham dengan suasana dalam hatinya yang hanya ia tau adalah bahagia.


Hari semakin larut, seperti biasa Rasya harus menunjukan sifat kebapakannya untuk Tania supaya mau cepat tidur.


Saat sudah sampai di dalam kamar, entah tiba-tiba dari mana datangnya ada suara petir menyambar dan membuat Tania terkejut bukan main.


"Ayaaaahh....." Teriak Tania lalu ia loncat dan mendekap erat leher Rasya. Dia begitu kaget dan spontan meloncat meraih leher Rasya untuk dia dekap.


Rasya seperti di tarik paksa, tubuhnya sedikit terhuyung ke belakang karena Tania. Hampir tidak bisa bernapas karena dekapan itu terlalu erat.

__ADS_1


"Ta....Tania, lepaskan leherku. Aku tidak bisa bernapas" Ucap Rasya terengah-engah napasnya tercekat.


"Tidak..... aku tidak mau" Jawab Tania bersikukuh.


"Tapi, aku susah bernapas....." Semakin lemah ia berkata.


Tetap tidak ada reaksi, lalu Rasya pun terpaksa berjalan pelan dengan Tania yang bergelantung di lehernya menuju ranjang.


Hingga sampai di tepian ranjang, barulah Rasya memutarkan tubuhnya menghadap wajah istrinya. Dengan berusaha melepas tangannya dari leher.


"Hei, buka matamu....!" Ucap Rasya sambil mengguncangkan bahu Tania.


"Tidak.....aku takut" Lagi-lagi bilang begitu.


"Sudah buka saja matamu, tidak ada petir lagi" Saran Rasya lalu dengan pelan Tania membuka matanya.


Baru saja tenang, tiba-tiba Rasya jahil dan membuat suara petir palsu dari bibirnya.


"Huaaaa....." Kagetnya Masya Allah, lalu ia meloncat ke arah ranjang dan menelungkup kan tubuhnya disana dengan mata terpejam rapat.


"Hahahaha....." Sontak Rasya tertawa terbahak-bahak melihatnya. Duh kok jahat banget sih kamu. Bikin jantungan orang lain.


"Jahat....., kau jahat Rasya....." Histeris Tania menjerit karena sudah di tipu oleh suaminya sendiri.


Rasya tak menggubris omelan Tania, ia menyusul tidur saja di sampingnya. Dan dengan santai dia menutup mata seolah tidak ada orang yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam.


Kini tinggalah Tania yang masih melek, matanya belum terpejam sebab takut. Dia masih membuka mata lebar dan mengatur napasnya yang naik turun sebab kaget tadi.


Kurang ajar sudah membuat jantungan. Awas kau Rasya akan ku balas suatu saat nanti. Melirik sekilas dan ternyata Rasya sudah tidur dengan dengkuran halus.

__ADS_1


Lalu ia mendengar suara berisik dari dapur. Ternyata ada kucing yang tidak sengaja menyenggol mangkuk kaca dan jatuh ke lantai dengan pecahan beling tercecer disana.


Tania semakin ketakutan, badannya menggigil hebat, bibirnya membiru serta keringat dingin bercucuran deras dari keningnya. Kemudian ia memeluk tubuh suaminya, tidak gengsi karena saat ini dia sedang ketakutan.


Bersambung


.


.


.


Hai readers semua, Author mau nanya nih sama readers.


Author ceritain dulu ya sama kalian. Kan tadi author abis ngobrol banyak sama temen author masalah novel yang aku buat. Nah sekarang Author baru inget.


Disini yang baca novel karya ku kira-kira ada gak yang non muslim?


Kenapa author nanya kayak gitu, karena takutnya nanti ada pihak yang tidak suka dengan cerita ini banyak unsur Islami nya.


Ada yang gak suka dengan jalan cerita, apalagi dari mulai kisah cinta Zahra sampai Rasya islami semua.


Kalo misal ada yang kurang berkenan karena kebanyakan Islami, kalian ngomong aja ya sama author. Nanti author pertimbangin lagi.


Bagi readers yang beragama non muslim, silahkan komentar kalau ternyata ada yang berbeda agama denganku serta kalian kurang suka dengan cerita ini. Biar nanti author kurangin Islamnya biar adil.


Oke itu aja sih yang mau Author kasih info buat semuanya.


I love you all ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


Di kisah cinta Rasya, banyak unsur komedinya. Apalagi kegesrekan Tania yang Masya Allah ngeyelnya luar binasa.


Sifatnya mirip banget sama author. Yang suka ngeyel dan ngeles wkwkwkwk.


__ADS_2