True Love

True Love
Makan malam


__ADS_3

Jam 14.30 WIB


Masih dalam perjalanan pulang, sebab ada hal yang membuat kendala. Ban mobil bocor, membuat Tania dan supir taksi pergi ke tempat bengkel.


"Nona kita ke bengkel dulu ban mobilnya tiba-tiba bocor" Ucap supir taksi itu.


"Tidak usah pak, saya berhenti disini saja. Dan ini uang taksinya" Jawab Tania sambil mengulurkan uang untuk supir taksi itu.


"Maaf ya nona, atas ketidaknyamanan ini"


"Iya pak, tidak apa-apa ini juga kan di luar pikiran manusia"


Lalu Tania pun langsung keluar dari taksi itu. Berlindung di bawah pohon rindang pinggir jalan. Cuaca sangat panas, Tania pun tidak ingin berlama-lama disana, ia mengambil ponselnya dari tas yang ia bawa. Menghubungi seseorang untuk datang menjemputnya.


"Jemput aku di jalan xxx, sekarang!"


Setelah mengatakan kalimat tersebut, Tania pun menutup ponselnya tanpa menunggu jawaban dari orang sebrang.


Hanya dalam waktu 15 menit, orang suruhan Tania datang. Dia segera menghampiri Tania, membukakan pintu mobil untuknya.


"Nona dari mana saja...?" Tanyanya saat mobil mulai melaju.


"Rumah sakit, menemui suamiku" Jawab Tania sambil menyenderkan kepalanya di pinggir kaca mobil.


Tak ada lagi yang ditanyakan, mobil terus melaju hingga akhirnya sampai di rumah Rasya jam tiga sore. Tania pun segera turun dan menyuruh orang itu untuk pergi segera.


"Terimakasih sudah menjemput ku, kau boleh pergi sekarang!"


"Baik nona, jika butuh bantuan jangan sungkan-sungkan untuk memintanya."


"Tentu saja, sejak kapan aku sungkan padamu"


"Hahaha, baiklah nona. saya pergi"


"Heem, silahkan!"


Mobil sudah menjauh, Tania pun segera masuk ke dalam rumah. Melempar tas di atas sofa dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh. Rantang yang ia bawa ke rumah sakit sudah ia letakan di dapur.


"Cinta....?"


Apakah tadi yang ia rasakan saat berada di rumah sakit bersama Rasya itu namanya cinta, membawakan makanan untuknya dan rela masak hanya untuknya?


Wanita cantik ini sudah selesai dengan ritual mandinya, rambutnya ia gulung menggunakan handuk sambil berjalan menuju ruang ganti pakaian. Bosan juga jika di rumah terus tanpa melakukan aktivitas seperti.


Ponsel berdering, ia pun segera mengambilnya dari dalam tas. Siapa lagi yang menelpon selain Liana sahabat gesreknya itu.


"Weih, manten anyar...." Ucap Liana di sambungan telepon.

__ADS_1


"Apaaaa....?" Sahut Tania.


"Enak ya udah nikah, bisa ayang-ayangan sama suami..." Sindirnya sambil cekikikan gak jelas.


"Apaan sih lu, ayang-ayangan dari mananya coba?" Malah berbalik bertanya.


"Ya, dari mana aja lah, kan lu udah kawin sama dokter ganteng itu" Jawabnya dengan endikan bahu.


"Ck...., lu nelpon gue cuma mau nyindir ya?"


"Wah, tentu tidak nona. Tapi gue pengen ngomong sesuatu sama lu" Beralih dalam topik yang lebih serius.


"Apaan...?" Tanya Tania penasaran dan membenarkan posisi duduknya.


"Kemarin pas nikahan lu sama dokter ganteng itu ada orang aneh dan asing menurut gue, soalnya gue gak pernah tuh liat orang itu. Perawakannya gede, tinggi dan juga suka mojok gak suka keramaian. Coba kalo mojok ngajak-ngajak gue gitu. Kan biar gak kesepian dianya"


"Dasar tukang ngelantur, ah masa sih ada orang asing?"


"Iya sumpah, demi cacing Alaska gue gak bo'ong. Masa lu kagak nyadar sih?"


"Ya mana gue tau, kan waktu itu gue salamin para tamu undangan"


"Oh iya yak, gue lupa. Hati-hati aja ya, gue takut dia itu orang jahat yang siap nyerang lu kapan aja"


"Okeee, makasih udah kasih tau gue. Jadi kan gue nantinya lebih mawas diri lagi"


"Iya sama-sama. Eh lu udah MP belum sama dokter ganteng itu?" Seloroh Liana.


Liana pun dibuat heran, masa Tania udah nikah satu bulan sama Rasya belum MP juga. Beuh, kalo dia yang jadi Tania, pasti bakalan nyosor duluan. Lumayan wajah bening dianggurin. Dasar otak mesum! Bodo amat, karena itu kesempatan emas jangan disia-siakan, oghey.


Jam 20.57 WIB


Rasya baru pulang dari rumah sakit, wajahnya begitu lesu. Sang istri sudah menunggu kepulangan di ruang tamu sambil menonton televisi.


"Aku pulang...." Ucap Rasya dari balik pintu.


Tania yang asyik menonton televisi pun terhenti dan segera bangkit membuka pintu. Rasya pulang, dia sempatkan tersenyum tipis ketika melihat sang istri berdiri di ambang pintu.


"Tumben sampai jam segini baru pulang'' Ucap Tania dengan mengambil alih tas yang Rasya bawa.


"Memangnya kapan kau melihat aku pulang siang?" Tanya Rasya sambil melepas jasnya.


"Oh iya aku lupa, kan ini kali pertama aku melihat kau berangkat ke rumah sakit setelah menjadi istrimu" Jawab Tania sambil nyengir lebar.


"Haaah...., aku lelah sekali. Apa kau sudah makan malam?" Tanya Rasya setelah menghela napas berat.


"Sudah, aku sudah makan. Lalu apakah dirimu sudah?"

__ADS_1


"Tentu saja, belum" Jawab Rasya.


"What, belum? Kok bisa, jadi kau hanya makan siang yang aku bawa tadi ke rumah sakit?" Tanya Tania dengan nada yang begitu khawatir. Bagaimana tidak, badan suaminya sudah kurus, jangan sampai tambah kurus lagi, cukup dirinya saja yang kurus.


"Aku belum memakanmu, jatah makan malam ku" Ucapnya sambil berbisik di telinga istrinya.


"Dasar mesum....!" Teriak Tania dan dengan keras ia memukul lengan Rasya.


"Hahahaha, haduh sakit. Kau memukul ku sangat keras" Tawanya sambil meringis kesakitan karena lengannya terasa panas.


Tania tak menggubrisnya, ia segera melangkah maju menuju kamar mandi, menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi. Wajah Tania masih saja cemberut, ia merasa sudah di bohongi oleh suaminya, sudah khawatir tingkat dewa eh malah kena tipu.


Sssst, tapi kok dia bisa khawatir gitu yah, biasanya bodo amat jika Rasya belum makan.


Di luar kamar mandi, Rasya sudah melepas jas, sepatu dan juga kaus kakinya. Duduk di sofa sambil mengalungkan handuk dilehernya.


"Air sudah siap, sana mandi!" Titahnya dengan menunjuk arah kamar mandi.


"Okeee, ingat aku belum makan malam lho" Jawabnya lalu berlari menuju kamar mandi, takut kena gampar lagi dari kekuatan tangan sang istri.


"Mau aku santet kamu hah...." Teriak Tania dan ia pun segera mengejar Rasya.


Dengan gesit Rasya berlari dan masuk ke dalam kamar mandi lalu menguncinya agar Tania tidak masuk. Duh, gila kalo liat Tania marah. Kayak singa kelaparan, serem deh pokoknya.


Wanita ini pun memutuskan untuk tidur lebih dulu, menutup semua anggota badan menggunakan selimut sampai kepala. Tak peduli dengan Rasya, biarkan saja dia mengambil baju ganti sendiri. Kan punya tangan dan kaki.


Sesuai dengan kebiasaannya, Rasya mandi memakan banyak waktu. Dasar pria gila kebersihan! Sampai satu jam lamanya, Tania saja sudah masuk ke dalam alam mimpi, gak ngurus sama Rasya lagi.


"Dasar tukang kebo, baru di tinggal sebentar saja sudah molor" Ucap Rasya sambil geleng-geleng kepala.


Lalu ia melirik jam dinding, ternyata sudah jam 10 malam, dan ternyata dia lah orang yang kayak siput saat bersih-bersih badan.


Berjalan menuju arah lemari, mengambil celana pendek dan kaos oblong putih polos. Ikut tidur di samping Tania, tapi sebelum tidur dia sempatkan untuk menatap wajah istrinya. Wajah cantik, menggemaskan dan kadang membuatnya jengkel.


Mengelus pelan pipinya dan juga pucuk rambut Tania. Istri kecilnya sudah berani mengambil hatinya itu. Sudah bisa menaklukkan hati yang begitu keras dan sangat sulit untuk luluh.


"Jangan aneh-aneh kamu yaaaa!" Tiba-tiba Tania bangun dan menatap tajam wajah suaminya.


"Ya Tuhan, kau mengagetkanku saja, Tania" Jawab Rasya sambil mengelus dadanya.


Lalu tangannya ia tarik kembali dan tidur memunggungi Tania dan begitu juga sebaliknya. Sama-sama saling memunggungi, tapi keesokan paginya lihatlah apa yang terjadi. Mereka tidur saling berpelukan seperti Teletubbies.


Bersambung


.


.

__ADS_1


.


Hargai karya ku dengan vote, like dan komentar, serta follow me ya. Thanks for reading my story.


__ADS_2