
.....🌸🌸.....
Sore, yang merupakan pergantian dari siang menuju malam hariÂ
terlihat sebuah kendaraan berwarna hitam terparkir dipelataran rumah seorang Ketty..
Berdiri dengan rasa canggung , kini tangan Tomy mengetuk daun pintu rumah tersebut. Setelah beberapa ketukan pintu kini terbuka. Seorang wanita paruh baya terlihat menyambut pria dewasa yang kini masih memakai anting pada salah satu telinga nya.
"Masuk nak.. ! " ucap Mike dengan tersenyum ramah . Langkah kaki tinggi Tomy mulai menapak kedalam rumah .
Sesampainya di ruang tamu Tomy berdiri dan mulai menyapa ..
" Selamat sore tante -om.. !?" Sapa pria bernama Tomy.
"Sore juga Tom ! " Suara Armand dengan melihat Tomy yang masih berdiri
Sesaat kemudian suara Mike terdengar mempersilahkan "Duduk lah nak.. " Tomy cukup terdiam kemudian mengangguk ,
Tak lama Tomy mencoba mengutarakan akan maksud kedatangan nya..
"Sebelum nya saya meminta ma.af pabila kedatangan saya sore ini mengganggu kenyamanan Om Armand dan Tante Mike !" ucap basa basi Tomy
"Saya ingin bertemu dengan Ketty ! Apa Ketty nya ada dirumah ? " Pada akhir nya kata itu pun terlontar.
Armand terlihat menaikkan satu alis akan ungkapan pria dewasa yang menurut nya akan menjadi calon menantu dalam waktu dekat ini . Armand meminta sang istri untuk memanggil kan sang putri yang kini tengah berada didalam kamar dengan seorang gadis muda.
"Sebentar tante panggil kan Ketty..... ya nak!" Jelas Mike seorang ART datang dan menyuguhkan secangkir teh pada Tomy Tak lama Ketty terlihat menuruni anak tangga dan dibelakang Ketty ada seorang gadis bercadar terlihat melangkah seirama dengan langkah wanita dewasa itu.
Suatu kegelisahan tengah mendera hati dan pikiran Tomy , dengan menunduk kan kepala Tomy larut dalam pemikiran nya tentang perjodohan antara dirinya dan Ketty hingga tak menyadari kehadiran sang amanah .
Pikiran pria itu terpaku pada tujuan sebenarnya pernikahan yang akan ia jalani bersama Ketty namun dengan keinsyafan seorang pendosa ia menolak rencana gila itu Tomy tak ingin menjalani suatu pernikahan yang hanya berlandaskan suatu niatan keduniawian semata bukan karena niatan ibadah.
Hingga tatapan tertunduk Tomy tertuju pada dua pasang kaki yang terlihat berdiri tak jauh dari tempat dirinya saat ini duduk.
Perlahan mata Tomy mulai mengarah pada pemilik sepasang kaki yang mengenakan jawrob berwarna hitam begitu pun gamis yang dikenakan nya - berwarna hitam pekat .
Nyaris tak ada suara pada tiap langkah kaki dari mereka berdua terutama langkah kaki sang gadis Amanah
Pengelihatan pria yang sedari tadi menunduk kini membulat , tatkala mata tajam nya menjadi saksi siapa yang kini ada dihadapan ..
Armand seolah paham akan situasi yang ada hingga ia memberi isyarat mata kepada sang istri , seorang istri bernama Mike mengerti maksud dari isyarat sang suami -..
__ADS_1
"Ketty -Ameena dan nak Tomy ! Tante dan om masuk dulu ya !" Mike dan Armand terlihat akan meninggalkan Ketiga nya yang terdiam dan berkata dalam benak masing -masing.
Terlihat anggukan pelan dari Ameena dan arah mata Tomy yang datar yang mengarah pada dua orang paruh baya yang akan berlalu .
"Paa -Maa.. ! "Suara Ketty terdengar sedikit keras . Mike dan Armand membalikkan tubuh kearah Ketty " Tunggu Ketty Ma -Pa !" Ucap Ketty dengan berdiri . Ameena melihat Ketty yang akan melangkah mengikuti kedua orang tua nya. Dengan lembut suara Ameena meminta.....
"Mbak Ketty ! Bisa kah tetap disini ?" Ucap Ameena dengan melihat kearah Ketty yang akan meninggal kan diri nya dan Tomy berdua diruang tamu.
"Tapi Meena , kakak tidak ingin mengganggu kalian berdua !" jelas Ketty yang ingin memberi ruang untuk Tomy dan Ameena pada pertemuan yang selama ini mereka atau hanya Ameena saja yang mengingginkan nya.
Dengan tersenyum dibalik cadar nya yang berwarna hitam Ameena berujar . "Tetap lah disini kak , tidak lah baik bagi kami jika hanya berdua diruang ini !" Tomy sedikit menarik ujung bibir nya setelah mendengar ucapan gadis taat yang makin lama makin mengerti tata dan adab sebagai seorang muslimah yang bercadar .
Permintaan Ameena membuat Armand menggangguk dan meminta putri nya untuk tetap berada disisi keduanya.
Ketty duduk berdua bersama Ameena dalam satu sofa sedangkan Tomy duduk seorang diri disebuah sofa yang cukup lega..
Suasana nampak kaku dan dingin . Tomy maupun Ameena terdiam tak tahu harus memulai pembicaraan dari mana . Sedang kan Ketty hanya melihat dengan perasaan yang tak kalah campur aduk .
Suara tarikan nafas Tomy terdengar begitu dalam seolah pria itu ingin menghirup oxigen sebanyak mungkin agar rasa sesak yang ada didada mampu ia gantikan dengan rasa kelegaan pada suatu pernyataan ...
Perlahan satu kata keluar dari bibir Tomy " Maaf ! " Mata Ameena sedikit tergerak kearah Tomy yang menunduk kan kepala .
Setelah mengucapkan permintaan maaf Tomy merasa malu dan tak tahu harus berbuat apa saat ia berjumpa dengan Ameena yang kini telah mengetahui keadaan yang sebenarnya ada . Tomy terlihat berdiri hendak pergi namun suara Ameena yang lembut sedikit tegas mampu menghentikan langkah pria itu..
" Apa hanya itu ? Apa Hanya ucapan maaf yang ku dapat dari penantian ku selama ini !!" Suara yang terdengar bergetar dari bibir Ameena.
Tomy membalikkan tubuh kearah Ameena yang berusaha menahan air mata " Setidak nya beri aku kejelasan dalam niatan mu yang dulu . Agar aku mampu mengukuhkan langkah ku dalam ketenangan tanpa harus merasakan bayang -bayang dosa atas ingkar ku terhadap janji mu .
"Aku hanya lah manusia biasa yang tak luput dari perbuatan khilaf dan tak berdaya . Hingga aku sampai pada suatu titik yang membuat ku tak mampu mengelak atau pun menghindar dari sebuah permintaan seorang ibu yang telah merawat ku untuk menerima maksud baik dari seorang pria "..
Sebuah senyum getir terlukis perih dari sosok Ameena yang terlihat menunduk. Dengan mengusap air mata nya yang membasah Ameena melanjutkan ucapanya
"Aku ikhlas menanti dan menjaga janji yang kakak berikan pada ku ! Aku pun ikhlas menjaga suatu rasa yang hanya bisa aku jaga dalam tiap doa ku , tanpa mampu mengutarakan atau sekedar menyampaikan bahwa ada rasa didalam diri ini yang belum halal ku miliki ! "Ucap Ameena
Tomy memejam kan mata tanpa dirasa tetesan air mata penyesalan telah mengalir membasahi wajah tampan nya . Tomy melangkah mendekati Ameena pria itu melihat kepala yang berbalut krudung besar senantiasa tertunduk dalam tangis keikhlasan " Jangan menangis !" Sebuah sapu tangan milik Tomy mengarah kepada Ameena .
Mata gadis itu melirik pada sapu tangan berwarna putih "Tidak kak ! Saya tidak bisa menerima nya " ucap pelan Ameena "Tapi ini hanya sapu tangan biasa untuk mengusap air mata mu Meena !" Suara yang sedari tadi tertahan kini coba ia keluarkan .
"Kakak benar sapu tangan itu bisa mengusap air mata ini , tapi apa kakak tahu berapa banyak sapu tangan yang akan aku gunakan untuk mengusap rasa bersalah ku kepada Tuhan ku atas sebuah janji yang telah aku ingkari - Karena janji ku tak hanya sekedar ucapan terhadap sesama manusia tapi janji ku adalah janji yang aku ucapkan dan aku yakini disaksikan oleh sang maha Pencipta , aku tak mampu amanah terhadap apa yang telah aku jaga dalam taat ku !" Ungkapan hati Ameena seolah menohok pria dewasa yang kini mematung .
Tak lama Ameena berdiri dan mengarah kan tatapan pada Ketty "Aku pamit kak Assalamualaikum .. !" Ketty hanya termanggu melihat luka yang ada pada mata gadis bercadar hitam dihadapan nya yang mulai berlalu saat langkah kaki Ameena berada pada samping tubuh Tomy "Assalamualaikum kak.. !" Ucapan salam seorang gadis yang telah menemukan kelegaan atas apa yang selama ini ia jaga .
__ADS_1
*
*
*
Diluar kediaman Ketty .. " Meena biar kakak antar ya ,lihat lah hari mulai gelap ! "Ucap peduli Ketty "Tidak kak .. Meena naik taxi saja ! Lagi pula ada paman yang masih ada didalam !" Ucap Ameena dengan tersenyum tanpa beban namun mata yang masih sembab menjadi saksi bahwa luka itu masih tersisa dan menanti untuk diganti dengan suatu yang menyaman kan hati.
Dengan reflex Ketty memeluk tubuh Ameena.. "Katakan pada ku - apa yang bisa aku lakukan untuk mu Meena ?" Tutur kata Ketty Setelah cukup lama berpelukan kini Ameena menarik tubuh nya dari dekapan tubuh Ketty .
"Kakak sudah membantu Ameena kok!" seru Ameena dengan senyuman yang coba ia suguhkan dibalik cadar hitam nya.
Tanpa disangka kendaraan seorang Leon telah terparkir rapi didepan gerbang rumah keluarga Armand . Dengan senyuman kedewasaan pria berkulit putih menghampiri Ameena.. " Ayo Meen.. kita pulang ! " ucap Leon dengan membuka pintu kendaraan nya. Kini Ketty menatap kepergian mobil putih itu yang saat ini menjadi tumpangan Ameena.
*
*
*
Sedangkan di ruang tamu Tomy masih terduduk mematung meresapi tiap kata dan ucapan Ameena , Ketty yang kembali dari luar mengantar Ameena kini mencoba menghampiri pria itu. " Minum Tom !" Ucap ketty berusaha membuka obrolan.
Tomy mengerjap kan mata atas kehadiran Ketty. " Apa dia sudah pergi ?" Ketty mengangguk "Kakak angkat nya yang datang menjemput Ameena !" jelas Ketty dengan duduk bersandar.
Selang menit berlalu dalam kesenyapan.. Ketty teringat akan sebuah perkataan Ameena ..
"Ameena akan menikah Tom !" Seru Ketty dengan mengarahkan mata pada Tomy .
"Oyah.. !" Suara Tomy terdengar cekat "Berarti aku telah terlambat !" sambung Tomy dengan tersenyum kecil .
"Kamu belum terlambat Tom ! Hanan masih batas mengkhitbah Ameena belum sampai mengikat dalam halal nya !" Ucap Ketty kepada Tomy
"CKKK... Pasti pria itu adalah pria yang beruntung karena telah mendapat kan gadis seperti Ameena !" Tutur Tomy dengan menatap kearah Ketty yang juga menatap nya.
"Lantas bagaimana dengan mu !Aku dengar perusahaan mu telah dibeku kan oleh tuan Surya ... !?"tanya Ketty
"Apa yang kamu dengar itu lah kenyataan nya , pria tua itu berusaha memaksa ku dalam ketidak berdayaan ku melalui kekayaan nya !"jelas Tomy dengan meraih cangkir yang ada dihadapan nya ....
" ...?"
.....🌸🌸.....
__ADS_1