
Happy reading 🤗
Pagi harinya, Famira bangun tidur tak mendapati suaminya, kemana Kevin semalam hingga saat ini ia belum pulang.
Famira langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan melaksanakan shalat subuh. Kali ini ia shalat subuh secara munfarid karna tidak ada Kevin sebagai imam.
Jam 6 pagi, Famira keluar kamar untuk pergi ke depan rumah menghirup udara segar di pagi hari. Saat hendak menuruni anak tangga, ia melihat pintu kamar tamu terbuka. Lalu ia pergi kesana berniat untuk menutupnya.
Seketika tangannya menggantung tak jadi meraih handle pintu, ia melihat ada orang yang sedang tidur dengan posisi tengkurap.
"Siapa dia..., apakah ada tamu semalam?
Tapi aku rasa tidak ada, lalu kenapa kamar ini ada yang menidurinya" gumam Famira
Karna penasaran, lalu Famira masuk dan memeriksa orang itu. Saat melihat wajahnya, barulah Famira ngeuh. Ternyata itu adalah Kevin suaminya sendiri.
"Ya Allah, mas. Kenapa kamu tidur disini sih. Kan dingin banget tadi malam, apalagi kamu tidur tanpa berselimut" ucap Famira dalam hati
Tangan mungilnya hendak memegang tangan suaminya, tapi ia langsung terlonjak kaget. Baru memegangnya sebentar, Famira sudah merasakan ada hawa panas. Lalu ia memegang kaki Kevin, dan ternyata sangat dingin.
Famira khawatir jika Kevin sakit demam. Untuk memastikannya, ia menempelkan tangannya di kening Kevin.
Panas....sangat panas
''Astagfirullah....., kamu demam tinggi, sayang'' ucap Famira
Kevin merasa ada yang menggangu tidurnya pun langsung terbangun dan mengubah posisi tidurnya dari tengkurap menjadi terlentang.
''Ada apa....?'' tanya Kevin polos
''Kamu sakit mas, ayo kita ke dokter'' ajak Famira
__ADS_1
Dengan cepat Kevin menggelengkan kepalanya, ia tak mau diajak ke dokter untuk periksa, sebab yang membuat dirinya demam adalah obat perangsang yang ia minum dan sudah bercampur dengan kopi.
''Kenapa kamu menolaknya mas, ini kan demi kesehatan kamu'' ucap Famira
Kevin tak menjawab pertanyaan dari Famira.
Dengan gerakan cepat, Kevin menarik lengan Famira dan membuat Famira terjerembab dalam pelukannya.
''Haaaaa....'' teriak Famira saat Kevin tiba-tiba menarik tangannya.
Kevin memelukku dengan sangat erat, mengunci semua pergerakan. Kaki Famira ia tindih menggunakan kakinya serta tangannya melilit di pinggang Famira.
''Aku enggak butuh dokter....'' ucap Kevin
''Tapi mas, kamu itu lagi demam'' jawab Famira
''Aku sudah menemukan obatnya'' ujar Kevin
''Haaah, obat dari mana? kan kamu belum ke dokter atau apotek'' cerewet Famira
''Tapi.....'' belum sempat melontarkan kata-kata, tiba-tiba saja mulut Famira di bungkam oleh mulutnya Kevin.
Kevin menciumnya dengan sangat lembut dan di penuhi nafsu. Ia ingin sekali melepaskan hasratnya sekarang juga yang sudah memuncak di ubun-ubun.
Tangannya tidak bisa diam, terus menggerayang masuk kedalam baju Famira. Kebetulan Famira mengenakan baju potongan dan rok panjang warna hitam.
Famira langsung mengehentikan tangan Kevin saat hendak melepas sesuatu.
''Jangan....!'' ucap Famira
''Kenapa....?'' tanya Kevin
__ADS_1
Famira tak bisa menjawabnya, entah kenapa ia tidak bisa menjawab pertanyaan dari suaminya itu.
''Aku menginginkan mu'' ucap Kevin
''A..apa, kamu menginginkan ku?'' tanya Famira
''Boleh kan....'' ucap Kevin dengan wajah puppy eyes
''Tapi...aku takut mas. dan juga sekarang kan kamu lagi demam'' tokek Famira lembut
''Demam ini bisa sembuh jika kamu yang menyembuhkan nya. Kedokteran tidak bisa menyembuhkan ini, selain dari istriku sendiri'' jawab Kevin
''Benarkah...? Apa kamu tidak berbohong?'' tanya Famira
''Hemm....,
jadi bolehkan aku memintanya sekarang?'' ucapnya berulang
''Baiklah....tapi pelan-pelan ya, aku takut'' jawab Famira
Kevin langsung tersenyum dan mengangguk. Lalu ia melanjutkan lagi aksinya yang sempat tertunda.
Sebenarnya tadi malam nafsu birahinya Kevin sudah mulai mereda, tapi pada saat melihat istrinya datang tiba-tiba nafsu birahinya memuncak kembali dan ingin segara di tuntaskan.
Pagi hari, mereka habiskan untuk bercinta.
Melepaskan semua hasrat yang sudah memuncak. Tapi sebelum melakukannya Famira sudah mengunci pintu kamar itu, supaya tidak ada yang melihat kejadian ini.
Bersambung
.
__ADS_1
.
.