
.....🌸🌸.....
"Tunduk kan pandangan Tom.. tidak kah elu bisa ngelihat - itu perempuan sudah memiliki anak !? " ucap Tama dengan segala maksud yang tertuju pada diri Tomy.
Telinga Tomy sangat lah normal untuk bisa mendengar ucapan sang Tama dan akhir nya pria yang kini mencoba insyaf itu hanya tersenyum garing akan debaran jantung yang begitu kurang ajar telah mendarat lepas tanpa permisi.
Tomy seolah terhipnotis hingga tak mengindahkan ucapan pria berkaca mata pikiran nya teralihkan oleh sosok perempuan memakai gamis berwarna hitam yang dengan sabar nya menuntun langkah kaki sang putri dalam pandangan gelap nya.
Tiba -tiba suara bocah laki -laki terdengar memanggil anak wanita bercadar yang baru saja melintas didepan kendaraan mereka...
"Cantikkk.... !!!" Suara salah satu putra Tama memanggil bocah perempuan tersebut
Tomy yang sedari tadi terpaku akan sosok yang begitu ia kenal melalui sepasang mata indah nya.. tersentak akibat suara melengking Afwa..
"Hanjirrr... !" Pekik Tomy dengan menggosok telinga dan akan mengarahkan tatapan nya kearah belakang . Namun belum juga Tomy menunaikan nya ...sebuah hantaman empuk mendarat tepat pada perlintasan...
"BRAAGGGG... .. " sebuah balon berbentuk MONOKUROBO mendarat pada wajah tampan Tomy.
Tomy secara perlahan membuka kedua mata tajam nya .. tak lama sebuah tatapan kesal coba ia tahan...
"Tidak boleh bicara kasar !!" Ucap Afwi dengan tatapan datar nyà ..
Tomy yang mendengar ucapan salah satu putra Tama menaikkan satu alis nya kearah Tama..
"Ckkk... sebelas dua belas... !!?" Celetuk Tomy dengan mengarahkan tatapan meremehkan...
Akan tetapi Tama menjawab dengan bangga...
"TENTU!!"
Dewi yang duduk dikursi belakang hanya tersenyum akan drama pria -pria tampan yang begitu mengesankan .
Baru beberapa menit mobil melaju - kini pengelihatan Dewi kembali menangkap sosok yang begitu menarik perhatian nya .. akan sebuah keikhlasan seorang ibu muda yang terlihat begitu telaten dalam menyuapi bocah kecil itu.
*
*
*
Beberapa jam berikut nya...
Kini.. Ameena telah sampai pada pagar rumah yang hampir dua bulan lama nya telah ia tinggal kan ..
Saat tangan gadis muda itu akan membuka pagar ..
"MEENA .. !?" Suara seorang pria dewasa terdengar dari arah belakang.
Dengan menggenggam tangan Zakia -gadis muda itu membalikkan tubuh dan pandangan nya , tak lama suara yang begitu dirindukan terdengar oleh pria berkulit putih. ..
__ADS_1
"KAKAK!" ... ???
--
Kini Ameena telah duduk disofa ruang tamu.. terlihat seorang wanita paruh baya sedang terisak sesegukan - hati nya tersentuh oleh kisah pilu Tari dan Zakia yang diceritakan oleh Ameena.
Sedangkan pria dewasa itu terlihat berpikir dalam dìam ...
"Aku tidak habis pikir kenapa ada wanita seperti mu ! Yang begitu tulus dalam langkah mu - aku pun serasa lelah ketika mengingat kisah mu semasa dulu .... !" Batin Leon dengan menatap Ameena .
Ditempat lain....
Didepan pintu rumah seorang wanita paruh baya pada malam hari...
"TOK-TOK... suara ketukan ...
Akan tetapi sang penghuni enggan membuka nya -- lalu ketukan pintu itu pun terdengar semakin keras..
"DOR -DOR- DOR ... .." suara ketukan berganti suara gedoran pintu.
"HIIIIH.. siapa sik malam - malam bertamu ! Dasar tidak punya TOTO KROMO !" Omel seorang wanita paruh baya.
*
*
Begitu pintu dibuka...
"SOoop- -....?"....... suara wanita itu pun langsung terbungkam sempurna saat sebuah lakban hitam yang telah merekat pada bibir sang ibu tukang jamu .
Dan di dalam mobil..
"BRUGG... " kini wanita paruh baya itu duduk dengan tangan yang diikat belakang ... susah payah mata wanita itu mencari cahaya pada sebuah kegelapan dalam kendaraan tersebut saat lampu berwarna orenge telah menyala sontak mata wanita itu melotot saat mengetahui siapa yang telah menciduk diri nya....
"Eeeb - ebbb -ebb!" Suara umpatan yang tak jelas dari ibu penjual jamu yaitu ibu Sopiah
Sebuah senyuman sinis tergambar jelas dan tertuju kearah sang ibu..
...?
"BRAAECCC .. suatu tarikan yang begitu kasar pada bibir ibu Sop.
"Ternyata anda biang nya !! Mau anda AP-?!!" Lagi-lagi bibir wanita paruh baya itu kembali dilakban.
"CKK... senyuman menyeringai nampak dari bibir pria matang yaitu Abrisam.
__ADS_1
Abrisam nampak menjentik kan kedua jari nya.. tak lama selembar kertas telah berada dihadapan mata ...
"SOPIANAH.. seorang janda tanpa anak ! Usia 49 tahun , memiliki usaha jamu tradisional dan pernah membantu seorang wanita muda melahirkan bayi perempuan 22 tahun yang lalu !?"...ucap asisten Abrisam.
Mata ibu paruh baya itu membulat sempurna saat informasi tentang diri nya diulas tuntas oleh asisten Sam.
*
*
"Jangan melawan apa lagi berteriak !" Ucap Sam yang duduk didalam sebuah kendaraan mewah yang memiliki kursi penumpang yang saling berhadapan layak nya mersedessss BAN.😁🙏🏻terhadap ibu tersebut.
"Kalau tidak !" Telunjuk Abrisam mengarah ke luar jendela mobil.
Dari luar kendaraan dapat dilihat seorang wanita berpenampilan elegan tengah mengawasi rumah ibu Sopiah dari dalam kendaraan beserta anak buah nya.
Sungguh tak ada tatapan baik yang tersirat dari wajah wanita yang bernama Jaha.
Seperkian detik wajah ibu Sopiah berubah dingin mencekam.
"Wanita itu ternyata masih diberi umur panjang ! Betapa aku masih mengingat perbuatan biadap nya kepada wanita muda itu -hingga berujung pembakaran rumah ku ..!" Batin sang ibu Sopiah.. !
Tak lama suara deheman Sam meng gugah lamunan ibu tersebut..
"Ehem.. lalu bagaimana ? Apakah anda akan berpihak pada ku atau kah kepada wanita diluar sana ?!" Tawar Sam.
Mata ibu Sopiah mengarah dengan penuh makna... memberi isyarat untuk membuka lakban ... setelah lakban terbuka...
"Apa yang akan saya dapat... ?" Ucap Ibu Sopiah.
Asisten Sam membuka sebuah koper berisi lembaran uang berwarna merah didepan mata sang ibu.
Ingin rasanya ibu Sop mengangguk -akan tetapi coba ia urungkan .. ibu penjual jamu itu mencoba bernego mahal untuk sebuah informasi tentang sang pemilik kalung.
"Kalau hanya segitu mungkin tak mampu membuat bibir ini untuk bercerita ... !" Ucap sang ibu dengan sinis.
.
Brap.. ibu Sop tersentak akan suara dari koper yang berisikan uang - tertutup kembali..
"Baik lah! Jika uang itu tidak bisa membuat bibir anda bercerita ! Bagaimana dengan ini !?" Tanya Abrisam dengan mengarahkan sebuah pisau kearah leher ibu itu.
Tanpa berpikir dua kali -akhir nya sebuah anggukan keluar dari diri ibu penjual jamu itu walau dengan cara dipaksa.
*
*
.....🌸🌸.....
__ADS_1