
Happy reading 🤗
Famira sudah sampai dirumah, ia langsung masuk kedalam kamarnya menunggu kedatangan suaminya. Famira sangat bahagia tapi juga sedih, bagaimana nanti jika Kevin tau kalau dia mengidap penyakit leukemia, semoga saja ia bisa melewati ini semua sampai persalinan nanti.
Kevin baru pulang dari kantor, saat memasuki kamarnya ia melihat Famira sedang duduk di atas kasur sambil tersenyum.
''Kamu kenapa, kok senyam-senyum sendiri?'' tanya Kevin
"Aku punya kabar gembira buat kamu'' jawab Famira
'' Kabar gembira apa?'' tanya Kevin
lalu Famira menyodorkan surat dan meminta Kevin untuk membacanya.
Kevin langsung menerima dan membaca surat itu. Seketika itu Kevin langsung tersenyum dan menghamburkan pelukan pada Famira. Dia bersyukur akhirnya Famira bisa hamil dan ia bersyukur karna Allah sudah memberikan kepercayaan untuk mereka.
''Makasih sayang....'' ucap Kevin sambil menghujani kecupan manis di wajah Famira
''Sama-sama sayang, aku pun begitu bahagia'' jawab Famira tapi air matanya ikut jatuh
dengan cepat Famira menghapusnya agar Kevin tidak melihatnya.
''Mulai saat ini, kamu jangan banyak pikiran, jangan sampai kelelahan dan juga jaga kesehatan'' pesan Kevin
Famira mengangguk dan tersenyum menanggapi ucapan Kevin.
__ADS_1
Kevin menurunkan berat badan dan menghadapkan wajahnya didepan perut Famira.
''Anak papa, kamu jangan nakal ya disana'' ucap Kevin lalu mencium perut rata Famira
Menangis bahagia, tetapi Kevin tidak mengetahui jika saat ini nyawa Famira tengah dipertaruhkan demi anak yang Famira kandung. Biarlah Famira saja yang merasakan sakit ini, jangan sampai Kevin merasakan juga. Jika nanti Tuhan akan mengambil nyawanya, ia terima asalkan dia bisa mengandung dan melahirkan dengan selamat. Memberikan kebahagiaan untuk suaminya dengan menghadirkan seorang anak untuknya.
''Oh ya usia kehamilan kamu sudah berapa bulan?'' tanya Kevin
''Baru satu bulan sayang'' jawab Famira
''Apa kamu ingin makan sesuatu?'' tanya Kevin
''Aku ingin makan mangga muda sayang'' jawab Famira
Kevin meminta mang Udin untuk mengambilkan mangga muda di taman belakang, kebetulan sedang musim mangga jadi dengan mudah Kevin mendapatkannya.
Semua orang yang mendengar bahwa Famira hamil pun langsung gembira dan tak sabar menunggu baby mereka lahir. Zahra akan sering kerumah Famira dan mengajarkan tentang kehamilan tahap awal. Karna trimester pertama kehamilan itu sangat rentan terjadi keguguran.
Famira tak membocorkan masalah penyakitnya, hanya ia dan dokter Risa yang tau. Famira meminta agar dokter Risa tidak memberitahu siapapun baik itu Kevin atau orang lain. Ia tak ingin melihat orang lain khawatir.
Setelah mang Udin mengambilkan beberapa buah mangga muda, lalu ia memberikan pada bik Sarmi.
Bik Sarmi mengupas kulit mangga itu dan mencuci buahnya. Setelah itu ia memberikan pada Kevin. Dengan senang hati Kevin menerimanya, ia memandangi buah mangga itu sambil menelan ludahnya, dia membayangkan betapa masamnya mangga itu.
''Sayang...., aku datang'' ucap Kevin sambil membawa nampan berisi buah mangga segar
__ADS_1
Famira tersenyum lebar, dia menatap buah mangga seakan sudah tidak sabar ingin memakannya.
Kevin langsung duduk dan mengiris daging buah dan memberikan pada Famira.
Kevin melihat Famira makan mangga itu dia hanya menatap, begitu mudahnya Famira memakan buah mangga itu, dari warnanya saja sudah ketara itu sangat masam.
Mungkin karna hormon bumil rasa masam berubah menjadi manis.
''Apa rasanya tidak masam sayang?'' tanya Kevin
''Rasanya sangat enak dan tidak masam'' jawab Famira
''Baiklah....aku akan mencobanya'' ucap Kevin
Baru saja satu gigitan, Kevin sudah geleng-geleng kepala dan memejamkan matanya, ia menahan rasa masam dari mangga itu. Famira yang melihat hanya tersenyum dan melanjutkan makan buah mangga muda.
Bersambung
.
.
.
Jangan lupa klik like dan komentar yak.
__ADS_1