
"Sayang....! " aku melihat asal suara itu tp dia bukan Rapa, dia bukan kekasihku aku haya memandang nya sesat dan tak pernah menghirou kannya.
pagi pagi aku terbangun oleh suaara suara alat masak yang berjatuhan dan jeritan orang yang mungkin kena miyak panas, aku pun terbangun dan menghampiri asal suara itu
"tidak usah sayang kamu duduk saja...!" aku melihat orang yang selalu memanggil ku dengan kata sayang dan membuaat ku teringat akan Rapa, aku memakan sarapan yang telah tersedia di meja.
asin, nasi goreng nya sangat asin.
"sayang nati siang aku akan pulang kita makan siang bareng" ucap rendi sambil melihat dinda yang sedang memakan sarapan nya
"iya, nati aku siapin makan siang, km ingin makan pa...?? "taya dinda denggan melihat rendi ini adalah kali pertamanya ia berbicara dengan rendi setelah kepergian kake
__ADS_1
"terserah kamu sayang, semua yang kamu masak aku pasti makan" ucap rendi dengan seyuman di wajahnya.
setelah sarapan akupun pergi kedapur untuk merapikan dan mencuci piring kotor, tiba tiba ada tangan yang memeluk ku dari belakang saat aku menengok sebuh ciuman mendarat di keningku. beberapa saat kemundia aku mulai tersadar
tadi itu apa..? aku diciumnya
tangan ku sontak mengusap usap dengan kasar.
melihat rendi yang sudah berangkat kerja dan bi santi yang baru datang dari pasar, denan belanjaan yang di bawa oleh bi santi ayu pun mengikuti bi santi ke dapur melihat lihat apa saja sayuran yang di beli santi. saat memilih sayuran yang ingin dia pasak ayu teringat akan rapa masakan ke sukaan rapa dan ayu berjanji kalo nanti mereka sudah pulang ke indonesia ia akan memasakan sayur asem yang sering rapa berika saat di luarnegri.
"eg bi santi bisa bikin sayur asem ga...? " ayu melihat bi santi sambil memegang jagung di tangan nya
__ADS_1
bisanti menggukan kepalanya "Bisa non, nati bi santi masakin"
"ga bi, eg... aku juga mau belajat masak sayur asem. " jawab ayu dengan terburu buru. bisanti terseyum melihat dinda yang mau memasak makanan kesukaan den rendi.
setelah masakan nya selesai ayu merapikan semua makanan nya di meja, semua yang ayu masak adalah kesukaan rapa, ntah apa yang ada dalam pikiran nya walou ia tau ia sudah menikah tp ia masih memikirkan Rapa kekasihnya, saat ayu masuk kedalam semua lamunan tiba tiba terdengan suara rendi yang memangil nya "sayang.. " ayu menlihat suamiyah yang selalu terseyum hangat padanya.
"udah pulanga...? " taya ayu sambil melihat rendi
"iya, udah selesai masaknya....? mau ku bantu...?"
"ga usah ini udah semua ko. " ayu punduduk di depan kursi rendi.
__ADS_1
setelah selesai makan aku pun pergi ke ruang tengah dan rendi mengikuti ku dari belakang ia duduk dengan rasa gelisah lalu ia berbicar "ibu mengusul kan kita untuk membuat resepsi pernikahan mingu ini apa kamu keberat....? "
seketika pertayan rendi itu seperti kitat yang menyambar di hatiku, aku tersadar ini bukan mimpi dan ini adalah keyataan hidup ku aku gak bisa kembali pada rapa kini jalan ku dan rapa telah berbeda. aku pun mengaggukan kepalaku sebagai jawaban pertayaan rendi, aku melihat seyuman yang lebar di wajah laki laki yang ada di depan ku itu pertanda ia sangat bahagia dengan jawaban ku.