
.....πΈπΈ.....
" Tersenyum lah .. !"" Dan jangan lupa untuk selalu bersyukur .. tunjukkan pada semesta bahwa kita mampu....
"Masih banyak yang lebih susah dari kita diluaran sana yang tak kita tahu..
" Ameena ... πΈ
***
Disebuah resteurant berkonsep privat room...
" Kita akhiri saja rencana pernikahan ini .... !?" Seru pria dewasa yang duduk disebuah kursi yang bersebrangan dengan kursi wanita muda berjilbab .
" Apa maksud mu Lee?! " Suara tak percaya Arta atas keputusan Leon.
"A-apa kamu mau buat keluarga besar ku malu ?!" Suara Arta terdengar sedikit meninggi.
" Apa karena CARA ku mempertahan kan cinta ku pada mu yang salah !? Hingga kamu ingin menyudahi hubungan ini ... !?" Ucap tak rela Arta Adiguna dengan mata yang mulai menggenang.
" Ckk.. " Leon terkekeh atas ucapan Arta.
"Aku ingin tak percaya dengan apa yang telah terdengar oleh pendengaran ku... !!" Jelas Leon dengan tatapan kekecewaan terhadap penilaian nya kepada Arta yang menurut nya wanita shaleha akan tetapi SEBALIK nya .
"Akan tetapi cara mu memperlakukan mama ku sungguh aku tidak bisa memaafkan mu lagi !" Ucap jelas Leon dengan tegas.
" Kalau kamu bisa menerima DIRIKU !" Ucap Leon tertahan dengan melirik tajam kearah Arta yang menunduk .
" KENAPA ...?! kamu tidak bisa menerima Mama dan adik KU ... !!?" Sambung Leon dengan melayangkan tatapan tak mengerti kepada Arta.
Hingga satu kalimat keluar dari bibir pria tampan berkulit putih itu , yang membeku kan pemikiran EGOIS seorang Arta Adiguna yang selalu membanggakan harta duniawi yang menjadi cobaan bagi setiap manusia .. apabila tak mampu memaknai secara bijak atas segala pemberian sang maha KASIH ilahi robbi..
" Ketahuilah Arta .. menikah tidak hanya menyatukan dua manusia dalam niatan ibadah kepada yang maha KUASA ! .., akan tetapi menikah juga menyatukan dua keluarga yang berbeda !? " tutur Leon .
Arta serasa tak sanggup lagi untuk menyangga segala ucapan dari bibir Leon ... kini wanita muda itu hanya memendam rasa tak rela dalam dada akan hasil AKHIR sebuah hubungan yang telah lama ia pertahan kan susah payah .!
BAYANGAN dan ANGAN akan mengarungi biduk rumah tangga yang bahagia tanpa ada orang yang mampu mengalihkan rasa kasih seorang Leon pria terkasih yang hanya akan tercurahkan untuk nya seorang - Arta Adiguna , tidak untuk ibu atau pun adik angkat Leon -
Atas sifat Tamak nya....
Buah dari ketidak tulusan sebuah HATI akan cinta yang begitu besar yang ia miliki. Ia lupa bahwa dibalik hati yang begitu terjaga ada pagar - pagar yang saling menjaga satu sama lain.
" Aku akan bicara kepada tuan Adiguna.. kalau aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini !?".jelas Leon dengan rasa tanggung jawab.
Dengan masih tertunduk ..... Arta...
.
" ... ?
" Apa semua ini karena anak panti itu Lee ?!" Tanya Arta dengan nada sinis dan selalu menyalahkan Ameena.
" Gadis panti itu memiliki nama !? " sahut Leon dengan nada datar.
__ADS_1
Arta terkekeh seraya mengangkat wajah cantik nya yang berderai air mata ...
" Ck.. aku tidak peduli dengan nama gadis panti itu... !? " Suara Arta terdengar meremehkan..
Leon seolah lelah dan tak ingin memperpanjang dialog nya dengan wanita muda didepan nya...
" Terima kasih atas semua nya .. dan maaf ... ! Aku bukan lah pria yang bisa menjadi IMAM dalam IMAN kita !?" Jelas Leon hendak berlalu akan tetapi Leon menghentikan langkah nya tepat berada didepan Arta .... ...
"Dia adik ku.. ! Dan dia gadis yang TENTU nya berbeda dengan mu !?" Pungkas Leon dengan menyentuh ujung jilbab Arta dengan sentuhan penuh arti ... seraya berlalu meninggalkan Arta dalam kesendirian. ..
**
Lain Leon - Lain pula Lisa sang Mama...!!?.. ..
Dibulan suci ramadhan. ..
Nampak banyak penjual dan pembeli berada ditempat perbelanjaan tradisioanal alias PASAR π.
Suka cita akan menyambut hari yang fitri... begitu terasa menyeruak dipenglihatan gadis muslimah yang melangkah tepat berdiri didepan pria dewasa .
**
Mata tajam seorang pria nampak menatap datar dengan berkecamuk nya rasa sebal yang begitu amat mendera pikiran pintar nya.. ..
"EMAK sama ANAK - SAMA! " Gumam SEBAL batin pria beranting yang dengan setia berada dibelakang Ameena.
"Kalau begini ! BUKAN jalan BERDUA - Melain kan BERTIGA ππ !?" Gerutu Tomy melihat dengan tatapan sinis kearah dua wanita namun lain generasi yang kini berada didepan Tomy.
16.30 hingga 17. 30 Lisa memutuskan untuk pulang..
Bagaimana tidak..! ..
Begitu banyak bahan kue yang Lisa beli dan tak lupa Lisa juga telah membeli beberapa makanan berat dan takjil untuk mereka berbuka puasa dirumah nanti ...
Serasa berat beban HIDUP pria beranting itu yang sedang ia pikul , ketika dua kantong plastik berwarna merah menggantung gagah digenggaman kanan dan kiri berotot nya.
Ameena yang selalu berada disamping sang ibu menatap iba pada sang paman tampan yang selalu berada setia berdiri dibelakang Ameena layak nya PENJAGA .
Rasa lelah Tomy seolah terbayar kontan - ketika melihat gerak gerik kepedulian Ameena kepada nya ,
" Ibu !" Suara Ameena memanggil dengan sopan.
" Yang plastik ini biar Ameena saja yang bawa ! " tunjuk Ameena pada tas belanja yang dibawa sang ibu dan bersiap berpindah tangan kapada Tomy.
Lisa melirik sesaat kearah pria beranting satu , " Lucu' sii... berkemeja hitam lengkap dengan celana kain seatas mata kaki , bukan nya leptop ditangan ! Malah kantong belanjaan ku yang dia bawa... !!" Gumam batin Lisa pada akhir nya.
*
*
30 menit berikut nya...
Sesampainya dirumah adzan Magrib belum mengumandang dipenjuru alam...
__ADS_1
*
*
Diarea meja makan keluarga...
Mata - mata tajam kini sangat amat menusuk kearah wanita muda yang tengah menyiapkan semua hidangan yang telah ibu beli dipasar tradisional diatas meja makan .
Hingga suara yang begitu dirindukan dan dinanti ! melebihi rasa rindu terhadap kekasih hati....π€
Suara adzan Magrib telah mengudara dengan merdu nya . tenggorokan telah basah , dengan seteguk minuman yang manis ...
Lalu menyegerakan sholat Magrib berjama' ah.... .. diruangan keluarga yang telah disulap sebagai tempat beribadah sementara..
Suatu lirikan persaingan terjadi diantara kedua pria dewasa saat ini ...
Lisa yang melihat tingkah kekanak- kanakan pada keduanya ...
Saling dorong mendorong dalam tugas nya sebagai imam
" elu saja Tom !" Seru Leon pada akhir nya dan bersiap mengambil shaf pertama didepan Meena dan Lisa.. saat Tomy ingin menolak nya... mata tajam itu menatap wajah Ameena yang begitu bersinar dihati pria don juan , pria tampan yang telah beberapa hari ini tak menengel@mka@n kβ¬pβ¬milikan nya kepada wadah yang tak seharus nya π, .. ada rasa menghangat saat wajah ayu Ameena mampu ia lihat dalam balutan mukena berwarna putih secara dekat walau tangan nya BELUM halal menyentuh gadis muslimah itu.
Ucapan salam terdengar dari bibir pria yang selalu membanggakan diri dengan apa yang ada pada didirinya kepada dunia khusus nya kaum wanita ...
Sebuah punggung tangan seorang wanita paruh baya mengarah kedepan...
Meena mencium tangan Lisa lalu memundur kan tubuh langsing nya .
Leon membalikkan tubuh kearah sang mama dan mencium tangan Lisa.
Tomy telah mengantri dibelakang tubuh pria bule peranakan , giliran Tomy mencium punggung wanita paruh baya itu.. walau Tomy tergolong pria br@bgsβ¬k , namun ia masih memiliki adap dalam tiap ilmu yang ia pahami . Akan tetapi ia adalah manusia yang telah mengalami kekecewaan dalam sebuah proses pendewasaan diri yang SALAH.
Ketika kedua pria dewasa itu berada di depan Ameena ,Lisa menatap menunggu kearah sang anak gadis nya... .
Sebuah senyuman dan tangkupan tangan di dada dari gadis muslimah tersebut..
Tomy dan Leon pun melakukan hal yang sama- akan apa yang dilakukan gadis muda yang selalu menjaga MARWAH nya sebagai seorang muslimah .
Suara takbir menggema begitu menyentuh hati pada tiap hati manusia , khusus nya kaum mukmin ..
Hingga pada pagi hari seluruh umat muslim berbondong - bondong menunaikan sholat idhul fitri secara berjamaah yang hanya bisa kita tunaikan pada tiap satu tahun sekali dan akan kita rindukan ditahun berikut nya πππ»πΈ
*
*
"...?!"...
πΈπΈ
barakallah fikum... ππ»ππ»πΈ
Edisi Ramdhan nya selesai pada episode 64 dan in syaa Allah akan saya lanjutkan .. besok..
__ADS_1
"....?"...
.....πΈπΈ.....