
πΈπΈ
Kini Ameena dan Leon dalam perjalanan menuju rumah sakit.. dimana sang ibu dirawat.
Sesampai nya di rumah sakit dan berdiri tepat didepan sebuah ruangan .. Leon membuka pintu kamar rawat sang mama.
" Assalamualaikum " ucap Meena pelan agar tak mengganggu sang ibu yang terlelap dimalam ini.
Ameena saat ini berdiri disamping rajang rawat wanita paruh baya yang kini terlihat pucat dengan bibir yang mulai pecah dan mengelupas.
" Kak.. !" Suara Ameena memanggil Leon dengan tatapan tanya perihal sang ibu.
Pria dewasa yang sedang berdiri didepan jendela rumah sakit menatap kearah Meena dan mulai menjelaskan pada sang adik...
" Dua hari sejak kepergian mu- mama menjadi seperti itu! diΓ m dan membisu seolah tak ada semangat dalam hidup nya !?" Jelas Leon dengan menatap sesal pada Ameena.
Mata gadis berkrudung besar itu mulai menggenang..
" Ibu uu..! " Satu kata pembuka dari bibir merah nya yang natural menyapa .
"Maaf kan Meena !? maaf kan Meena- ibu !?" Ucap dan tangis Ameena seolah menjadi penanda betapa gadis muda itu sangat bersedih dan menyesal.
Setelah menumpahkan seluruh tangis yang tak mampu ia tahan lagi ..
" Ibu.. " suara Ameena terdengar kembali dengan lembut seraya menyentuh pipi Lisa yang tirus dengan punggung jari telunjuk nya .
Leon mendekat kearah tempat tidur sang Mama...
" Ma.. Ameena sudah datang , buka mata mama !?" Bisik Leon pada telinga sang mama..
Akan tetapi Lisa tetap tak menjawab dan diam dalam tidur nya.
*
*
Malam pun makin larut , Ameena seolah terjaga dari rasa kantuk yang mulai menyapa gadis muda itu ...
Sejenak Ameena melirik kearah Leon...
" Kalau kakak kerja siapa yang merawat ibu -kak? Mengingat Bik Ika juga sudah menetap didesa..!" Tanya Meena kepada Leon.
Leon yang saat ini sedang menatap fokus pada layar datar didepan nya menjawab tanpa mengarah kan pandangan nya dari sang layar..
"Maka dari itu kakak membawa mama untuk dirawat dirumah sakit , biar kakak bisa kerja dan setiap jam makan siang kakak bisa menjenguk mama ! dan saat pulang kerja - kakak tidur disini menemani mama !" Jelas Leon kepada Ameena .
Ameena tertunduk sembari mendengar cerita dari sosok kakak yang begitu ia bangga kan..
Wajah gadis itu mengarah pada Leon sekali lagi saat ia mendengar ucapan sang pria dewasa berkulit putih ..
"Kadang Arta juga kesini membantu kakak merawat mama !?" Ucap Leon dengan menatap pada diri Ameena.
Dengan tersenyum kecil Ameena menjawab..
" Syukur lah kalau Arta seperti itu .. !" Sambung Ameena dengan nada yang susah diartikan oleh Leon.
__ADS_1
*
*
*
*
Sunyi nya ruangan ..
Seorang gadis muda sedang menundukkan kepala pada bibir ranjang rawat sang ibu..
" Ameena .. bisa kah kamu resaighn saja dari pekerjaan mu ? " pinta Leon dengan datar.
Meena mengarah kan pandangan nya pada Leon dan beralih menatap lurus ke depan ..
" izinkan Meena membicarakan hal ini kepada pak Alex !" Jawab Ameena.
" Kamu tidak perlu melakukan hal itu ! biar aku saja yang menyampaikan nya pada Alex ..!?" Sergah Leon dengan seenak nya.
" Tidak kak... , biar Meena saja yang mengurus nya..!?" Elak gadis muda itu.
" APA kamu tidak mau mengurus mama Ameena ?!" Tanya sinis Leon.
" Kenapa kakak bicara seperti itu.!?" Sergah Meena dengan menatap tak percaya akan ucapan yang ia dengar.
" Bagaimana pun Ibu Lisa adalah ibu nya Meena !" Lanjut Meena dengan menggenggam telapak tangan sang ibu angkat.
*
*
" Biar aku yang mencari nafkah , kamu tetap lah dirumah menjaga mama !" Ucapan Leon sangatlah egois terhadap gadis muda itu.
" Kak... !! Meena mohon jangan mempersulit ku !? In syaa Allah Meena bisa merawat ibu walau Meena bekerja !" Lanjut jelas Meena dengan meyakin kan sang pria tampan dengan tingkat ke egoisan yang amat terlalu.
*
*
Diperusahaan Alex malam ini nampak beberapa botol minuman beralkohol diatas meja , terlihat pria beranting sangat menikmati minuman nya .. . Alex hanya menemani sang pria don juan itu dengan menyesap sedikit minuman khamar tersebut.
Karena tak ada lagi sahabat nya yang mau diajak nya menegak minuman satu itu ...
"Elu sebenarnya ada masalah apa sih Tommmmm? Seperti nya BERAT amat .. !" Tanya Alex dengan menyandar kan tubuh lelah nya di dinding sofa.
" Cerita nya panjang Lex!?" Jawab Tomy dengan nada serius dan tatapan penuh makna.
"EMM.. panjang mana sama REL KERETA API ?!" Seloroh Alex dengan asal.
Tomy menatap jengah kearah pria satu itu.
BUG .. sebuah benda yang empuk mendarat pada dada bidang Alex...
" Dasar b#ngs$t lu.. !! gue serius - elu nya bercanda ! ?" Ucap kesal Tomy pada Alex.
__ADS_1
" Hahaha... sori deh..., sekarang gue akan serius...!!?" Suara Alex dengan menatap tajam pada Tomy , kini Tomy juga mengarahkan pandangan nya pada Alex.
" Tadi Ameena sekertaris gue dijemput Leon !?" Jelas Alex .
Tomy memicingkan mata mendengar penjelasan Alex...
" Leon tangan kanan bokap gue ?!" Jawab sekaligus tanya tak percaya Tomy .
Alex mengangguk dengan meraih minuman memabukkan yang berada digelas ..
"Makanya gue tidak mau memberi tahu elu..!? seperti nya antara Meena dan Leon Ada hubungan ! " ucap Alex dengan wajah yang begitu serius mengarah pada Tomy.
Pria beranting itu kini meletakkan gelas minuman nya di meja..
"Kemana dia membawa Ameena !? " tanya Tomy dengan bersandar disofa dan melihat kearah Alex.
" Ibu nya Meena sedang sakit !? itu alasan yang gue tahu dan dapat dari tangan kanan bokap elu !!? -Leon.
" Tapi Tom ... masih ada sesuatu yang mengganjal dibenak Gue. !!" Alex nampak berpikir keras ...
"APA!?" Suara Tomy dengan menegak kan tubuh tegap nya sejajar dengan Alex .
Alex melirik kearah Tomy yang begitu penasaran akan diri Ameena...
" Apa kehadiran nya telah mengusik relung hati akan sebuah rasa pada diri mu !?
"Akan kah jejak cerita cinta yang sempat hilang pada masa kecil mu akan engkau temukan !? Dan akan kah diri mu mampu merangkai dan menjadi kan ditiap jejak demi jejak yang mulai engkau temukan menjadi sebuah jalan cerita cinta yang sejati - antara dirimu dan dirinya ???!" Batin Alex.
Lalu........... ....
ππππ
" Cari tahu saja sendiri gue mau pulang ,entar binik gue.. nyariin !?" Jelas Alex berkata dengan melenggang pergi meraih kunci mobil .
"DASAR sahabat KW !?" Olok Tomy kepada Alex dan Alex pun tertawa akan ucapan Tomy .
Alex sekali lagi berhenti dari langkah nya !? dengan membalikkan tubuh kearah Tomy- ia berkata...
"Elu boleh menginap dikantor gue seorang diri - tapi tidak untuk pasangan ilegal elu !?" Seloroh Alex yang mengetahui bagaimana kebiasaan sahabat nya itu....
seolah Alex belum puas berkata pada sahabat nya , yang kali ini perkataan nya begitu mengandung makna , untuk kesekian kali nya Alex berkata kembali ! yang terdengar RINGAN DI TELINGA NAMUN BERAT DI ARTI... !? ...
" Jangan pernah menjadi orang ketiga disebuah hubungan percintaan seseorang !? " ucap an Alex tertahan sembari menatap tajam sekali lagi pada pria beranting dengan rambut yang tak serapi tadi.
" Maksud lu Lex ?!" Sahut sinis disertai tatapan tak kalah tajam dari Tomy.
" Ckk.. " Alex terkekeh sejenak lalu menekan kembali ucapan nya .
" Takut nya salah satu dari kalian akan mencintai dalam diam ! Berharap ada sebuah perasaan yang musti dijaga . Dan pada akhirnya kalian saling terkurung dalam rasa ingin memiliki seutuh nya tidak untuk sebutuh nya dalam diri masing- masing !?" Jelas pria berlesung pipi dengan berlalu.
Tomy terdiam - terkunci akan tiap perkataan pria berlesung pipi..... ....
"
πΈπΈ
__ADS_1