True Love

True Love
Pergi


__ADS_3

Happy reading 🤗


Dua bulan kemudian, usia kehamilan Famira memasuki trimester ketiga, lebih tepatnya 7 bulan. Famira sekarang terlihat lebih kurus, lingkaran hitam di matanya semakin terlihat. Namun ia menutupi menggunakan makeup agar tidak terlihat jelas oleh Kevin ataupun orang lain.


"Sayang, aku akan keluar kota. Apa kamu keberatan jika aku tinggal?" tanya Kevin.


"Enggak apa-apa, sayang. Kamu berangkat kerja aja, lagian kan disini ada bik Sarmi di rumah yang bisa jagain aku" jawab Famira sambil tersenyum tipis.


"Yakin? tidak keberatan?" tanya Kevin memastikan jika Famira terima.


"Yakin, mas. Memangnya kamu kapan keluar kotanya?" tanya Famira.


"Besok, dan kira-kira sampai 3 hari" jawab Kevin lesu.


"Loh kenapa mukanya lesu, mas?" tanya Famira sambil memegang pipi suaminya.


"Aku merasakan firasat yang buruk jika aku meninggalkan kami sendiri dirumah, yah meskipun ada bik Sarmi tapi aku tetap tidak nyaman, Ra" jawab Kevin.


"Berdoalah semoga semuanya baik-baik saja dan kamu juga selamat nanti jika sudah sampai di tempat tujuan, sayang" jawab Famira menenangkan hati suaminya.


Kevin pun sedikit merasa tenang dan ia bisa pergi keluar kota tanpa khawatir dengan keadaan Famira nanti.


Lalu Kevin mengajak istrinya untuk turun ke bawah dan pergi menuju ruang tamu. Di sana Kevin mengajak Famira untuk duduk sambil menonton TV di sana, bosan jika harus menonton di kamar.


Menonton serial drama Thailand, the bike, bergenre komedi yang membuat ngakak jika menontonnya.


***


Keesokan harinya, Kevin sudah siap dengan pakaian formal dan ia sedang duduk di kursi meja makan, memakan roti kering dengan diberi selai strawberry. Ia berangkat keluar kota jam 8 pagi dan dijemput oleh Wandi dan Sindi.

__ADS_1


Tiba-tiba ada suara klakson mobil didepan rumah. Lalu bik Sarmi pun langsung membuka pintu dan disana sudah ada Wandi dan Sindi berdiri didepan pintu.


"Selamat pagi...." sapa Wandi ramah.


"Pagi tuan, nona. Mari silahkan masuk" ajak bik Sarmi.


Mereka pun langsung mengangguk dan mengikuti bik Sarmi masuk kedalam rumah. Kedua tamu dipersilahkan duduk di ruang tamu, sembari menunggu Kevin selesai sarapan.


15 menit kemudian, Kevin selesai sarapan dan ia langsung menuju ruang tamu karna ada Wandi dan Sindi disana. Famira pun ikut juga, dia menyapa Sindi dan juga Wandi.


"Selamat pagi, nona Famira" sapa Sindi.


"Pagi juga, nona Sindi" jawab Famira.


Setelah berbincang-bincang Kevin dan kedua rekannya pun bersiap untuk berangkat. Kevin pamit pada istrinya dan mencium kening istrinya.


"Aku berangkat, jaga dirimu baik-baik dan jaga dia" pesan Kevin sambil mencium kening lalu perut istrinya yang sudah membuncit.


"Assalamualaikum" ucap Kevin.


"Waalaikumsalam..." jawab Famira.


Mobil mulai menjauh dari rumah Kevin, barulah Famira masuk kembali kedalam rumahnya. Ia langsung masuk kedalam kamarnya dan duduk di tepi ranjang sambil mengelus perutnya.


"Sayang, anak mama. Kamu yang sehat ya nak disana" ucap Famira sembari mengelus.


Lalu di menit kemudian, Famira merasakan sakit di perutnya dan juga darah pun mengalir deras dari hidungnya. Famira menggunakan gamis warna oranye dan ia semakin kaget saat melihat darah mengalir dari selakangan kakinya.


"Astaghfirullah, ya Allah. Sakit sekali rasanya" ucap Famira sembari memegang kepalanya.

__ADS_1


Kemudian Famira memegang sesuatu yang bisa menopang tubuhnya yang sudah sempoyongan ketika ia hendak berdiri.


Di lain tempat


Kevin masih saja terlihat gusar dan terlihat sangat tidak tenang. Wandi yang melihatnya pun langsung menegurnya.


"Anda kenapa, pak?" tanya Wandi.


"Entahlah," jawab Kevin.


Lalu ia pun langsung teringat jika ponselnya ketinggalan. Ia pun meminta Wandi untuk putar balik ke rumahnya.


Sesampainya dirumah, Kevin langsung masuk kedalam kamarnya, saat hendak buka pintu, Kevin mendengar suara rintihan dari dalam.


Tanpa menunggu lama, Kevin membuka pintu kamar dan melihat Famira sedang terduduk di lantai sambil memegang tasbih serta darah yang mengalir dari hidung dan kakinya.


"Subhanallah walhamdulillah walailahaillallah" ucap Famira sembari memegang tasbih dan memainkannya.


"Famiraaaaaaa" teriak Kevin memecah langsung disana dan ia pun langsung memeluk tubuh istrinya yang sudah berlumuran darah.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Kevin panik.


Famira tak menjawab, lalu di detik kemudian, pandangannya mulai kabur dan istrinya tiba-tiba tak sadarkan diri di pelukan Kevin.


Bersambung


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2