True Love

True Love
Sayur


__ADS_3

Happy reading 🤗


Keesokan harinya, Tania sudah tidak pusing lagi, tapi dia di larang keras oleh Rasya untuk keluar kamar tanpa izin darinya. Patuh lah pada suamimu ini Tania! Kata-kata itu yang selalu Rasya keluarkan untuk mengancam Tania.


Jenuh dong kalo terus-terusan ada di dalam kamar. Butuh udara segar juga si Tania. Oke kalau begitu buka saja jendela, pasti nanti udara masuk. Membuka jendela dengan pelan dan saat sudah terbuka angin bertiup sepoi-sepoi membuat dedaunan jatuh berguguran di tanah.


Melihat pemandangan tersebut membuat hati Tania senang. Indah sekali melihat itu. Serasa sedang musim gugur saja, padahal hanya dedaunan kering yang jatuh menyapa tanah.


Tiba-tiba suara Rasya nongol dan membuat si wanita ini kaget. "Kau ini mengagetkanku saja...." Ucap Tania kesal. Sedang menikmati indahnya pagi malah di kaget kan oleh suami galaknya itu.


"Maaf, kau sedang apa disini? Bukankah aku memintamu jangan turun dari ranjang dan jangan kemana-mana sampai aku kembali ke dalam kamar" Ujar Rasya setelah berdiri di belakang Tania.


"Aku bosan selalu duduk atau rebahan di ranjang. Butuh udara segar aku untuk bisa merilekskan tubuh dan pikiranku, Rasya" Sahut Tania dengan mengembuskan napas panjang.


"Kau baru sembuh dan jika ingin menghirup udara segar besok bisa kau lakukan semau mu" Peringat Rasya pada istrinya.


"Aku sudah sembuh, dan tidak merasa sakit lagi" Ngeyel Tania pengen keluar kamar.


"Baru. Kau baru saja sembuh dan ini awal agar tubuhmu mulai pulih. Jangan banyak bergerak dan berjalan kesana-kemari" Mencoba membuat Tania mengerti.


"Ya Tuhan, kau ini over protective sekali sih" Ucapnya dengan sangat kesal.


"Aku suamimu dan kau harus mematuhi aturan ku!" Jawab Rasya tegas.


"Kaaauuuuuu......" Ucapan Tania terpotong oleh Rasya.


"Aku tampan....." Potongnya dengan cepat lalu ia segera melenggang pergi keluar kamar menuju dapur untuk masak untuk sarapan pagi.


Wanita ini hanya mampu mencebik kesal, menggerutu karena sikap suami yang terlalu berlebihan. Ia memutuskan untuk duduk di sofa setelah bosan melihat daun kering berjatuhan ke tanah.


"Buka ponsel aja lah, gak ada yang enak dilakukan" Ucapnya bermonolog sambil berjalan ke arah sofa.


Hanya melihat saja isi sosmed lalu ia menutupnya kembali, tidak ada yang menarik. Semua terasa membosankan.

__ADS_1


Oh karena sakit ini aku malah semakin terkekang, kapan aku bebas lagi, Tuhan? Aku capek dan ingin menemui sahabatku Liana. Bocah gesrek dan membuatku menjadi happy.


Sedangkan pria di dalam dapur sedang sibuk menyiapkan makanan, tidak ingin membuat Tania lelah kembali,biarkan dia istirahat dulu.


"Sudah siap akan kubawa ke dalam kamar" Ucap Rasya bangga dengan hasil makanan yang ia buat.


Semoga Tania mau dan tidak menolak makanan itu. Ia berjalan hati-hati menuju kamar. Pria itu sampai lupa tidak melepas celemek yang ia pakai dan kebawa masuk kamar.


Ketika sudah sampai disana, ia melihat Tania yang sedang uring-uringan, sungguh susah membuat Tania luluh. Butuh proses panjang agar Tania mengerti kenapa dirinya bersikap seperti itu.


"Sudahlah jangan seperti anak kecil. Kemarilah makan sayur ini untuk kesehatanmu!" Ucap Rasya sembari duduk disampingnya Tania.


Tania tak menjawab ataupun menoleh, dia masih sebal dengan suaminya. Masa hanya keluar kamar saja tidak boleh.


Karena kesal akhirnya Rasya pun memaksa Tania putar badan, menghadap wajahnya. Kemudian satu sendok terjun ke arah bibir Tania.


"Ayo buka mulut, ini makanan sehat agar kau cepat pulih!" Perintah Rasya dengan menekan setiap kata.


"Tania, makan ini atau aku akan yang menyuapimu dengan caraku sendiri" Ancam Rasya.


"Bodo amat....." Acuh Tania menjawabnya.


Oh ternyata kau benar-benar tidak percaya dengan ucapanku, lihat lah ini akan ku buktikan jika ucapanku bukanlah main-main semata.


Satu sendok penuh ia arahkan ke mulut Tania, tangan kanan membuka paksa mulut agar terbuka.


"Dasar bocah bandel....." Ucap Rasya sambil membuka mulut Tania.


"Eeemmmmm....., lepaskan!" Sahut Tania dengan menggelengkan kepalanya menolak suapan itu.


Suami tidak menyerah, harus bisa dan masuk agar tidak menjadi beban. Sudah susah-susah masak, eh malah di tolak mentah-mentah. Lama-kelamaan, Tania pun menyerah dan terpaksa menerima suapan dari Rasya.


Tania dengan kasar mengunyahnya dan menatap tajam wajah suaminya, mulut penuh dengan makanan dan membuat pipinya mengembang lebar. Duh, lucu deh jadinya. Pen cubit tuh pipi.

__ADS_1


Dengan sebisa mungkin Rasya menahan tawa agar tidak membuat Tania marah kembali.


Tania mengedipkan matanya berulangkali, rasa sayur itu kenapa enak sekali. Membuatnya ingin lagi untuk merasakannya. Lalu setelah selesai menelan suapan paksa itu, ia merebut mangkuk yang Rasya pegang. Menyendok sendiri tanpa paksaan.


Enak juga nih sayur. Pinter ya suamiku ini memasak aku saja sampai kalah.


Seulas senyuman manis terbit di kedua sudut bibir Rasya. Huh makanya jangan nolak dulu sebelum mencoba. Lihatlah dia sekarang pasti sudah tau rasa masakan ku yang lezat tiada tara.


"Habis kan saja, lagian aku akan senang jika kau menghabiskannya" Ucap Rasya tiba-tiba. Dia sudah tau jika Tania mulai menyukai masakannya.


Wanita itu tidak menjawab, dia terus menyendok sampai tidak sadar sudah habis dalam waktu hitungan menit.


Dengan kasar pula Tania meletakkan mangkuk itu di atas nampan, lalu ia beranjak dari duduknya pergi ke ranjang untuk merebahkan tubuhnya.


"Jangan tidur dulu, kau baru saja makan. Tidak baik tidur setelah makan" Cegah Rasya sebelum terlambat.


Oke Tania menurut saja, ia hanya duduk menopang dagu dengan kedua tangannya. Sekarang harus apa, makan sudah, mandi juga sudah. Jalan-jalan? Nah itu yang belum ia lakukan.


"Besok aku akan mengajakmu jalan-jalan, apa kau mau?" Tanya Rasya seraya melirik ke arah ranjang.


"Hah, jalan-jalan? Benarkah, apa kau tidak berbohong padaku,?" Tanyanya antusias.


"Iya, asal hari ini kau jangan membuatku jengkel dan membuat ulah sampai esok pagi" Jawab Rasya memberi tahu.


Tania segera mengaggukkan kepala dengan cepat. Baiklah hari ini jangan membuat masalah dengan suaminya karena besok adalah hari bahagia untuknya, bisa jalan-jalan kemana saja.


Bersambung


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2