
.....🌸🌸.....
Selang waktu bergulir..
Tiba - tiba Ameena mengingat sahabat nya yang bernama Tari.
" Paman !" Suara Ameena terdengar dipendengaran Tomy.
Tomy mengarahkan arah pengelihatan nya pada sosok Ameena.
" Apa hubungan paman sama Tari !?" Tanya Ameena dengan sedikit melihat kearah Tomy.
Tomy menyunggingkan ujung bibir nya.. setelah mendengar nama Tari keluar dari bibir yang sedari tadi berbicara seperlunya...
" Apa yang kamu maksud wanita muda yang berparas cantik malam itu.. ?! " tanya Tomy dengan nada tak biasa.
Meena mangangguk..
"Aku tidak ada hubungan apa pun dengan wanita itu , hanya saja... !!!?" Suara Tomy terdengar lirih seraya melirik kearah Ameena.
Ameena seolah menajam kan pendengaran , menanti akan kelanjutan cerita sang paman tampan.
" Sudah lah.. tidak usah bicarakan dia !?" Sambung Tomy begitu menggantung pada Ameena.
Meena mengarahkan tatapan penasaran akan cerita Tomy tentang Tari ..Tomy yang menyadari akan hal itu tersenyum ..
" Kenapa melihat ku seperti itu ? Apa kamu mulai tertarik akan wajah tampan ku ini ??" Seloroh Tomy lagi dengan merapikan rambut nya dan mengarahkan tatapan menggoda pada gadis berjilbab besar itu.
Sontak AMeena menunduk kan pandangan nya kembali dan bertanya ? tanpa menjawab pertanyaan sang paman tampan ..
" Apa paman membuntuti saya ? !" Tanya Ameena lagi tapi dengan pertanyaan lain.
Tomy membulatkan mata tajam nya atas ucapan BENAR gadis muslimah itu...
Dengan raut wajah tak terima Tomy mencoba berkilah...
"EH .. bocah !! siapa yang ingin membututi mu , ini semua serba kebetulan ! " elak Tomy . Mengira Ameena mengetahui bahwa Tomy rela menunggu disebrang jalan berjam jam lama nya demi Ameena.
"OYAH .... ! " Sahut Meena dengan tersenyum kecil . Ameena hanya ingin memastikan bahwa apa yang ia lihat dan duga akan keberadaan mobil hitam yang telah 2 hari lama nya terlihat didepan rumah .
2 hari sebelum bertemu dengan Tomy siang ini ??..
Ameena yang baru pulang dari rumah sakit melihat sebuah mobil mewah berwarna hitam nongkrong tak bergerak ada disebrang jalan besar yang ada di depan rumah sang kakak . Jalan yang biasa nya selalu steril dari parkir liar kendaraan roda empat atau pun roda dua , sudah 2 hari lamanya ada sebuah mobil hitam berada ditempat yang sama seolah memantau kearah kamar Ameena , Ameena ingin sekali menghubungi sang kakak yang tengah berada dirumah sakit menjaga sang ibu - akan tetapi ia urungkan , Ameena takut Leon akan cemas .
Dalam posisi tak ingin berburuk sangka Ameena pun selalu berdiam diri dan memohon perlindungan kepada sang maha mengetahui , tiba di pagi hari Ameena terbangun Ameena mencoba membuka tirai berwarna putih sebagai penutup jendela kamar nya dan melihat kearah luar.. Ameena tersenyum tenang akhirnya mobil berwarna hitam itu tak terlihat lagi . Dalam pikiran Ameena.
*
*
*
Setelah sibuk akan pemikiran nya , kini Ameena hendak bangkit dari duduk nya..
" Kamu mau kemana !! " tanya Tomy tak rela .
" Maaf paman .. kalau memang paman tidak ada keperluan dengan saya , alangkah baik nya kita tak usa lagi bertemu seperti ini ? " Ucap Meena dengan menatap kearah wajah tampan Tomy lalu menunduk kembali..
Tomy yang tadi nya berwajah santai bak seperti di pantai mendadak tatapan nya berubah SERIUS seperti pemain SIRKUS, dengan perlahan mata pria dewasa itu mengarah pada Ameena.
"
__ADS_1
"Kenapa ? Apa Leon melarang mu !!?" Tanya tak rela Tomy.
Meena hanya terdiam , dalam benak gadis itu ingin bercerita akan tetapi bibir nya seolah terkunci ketika harus bercerita suatu hal yang tak baik tentang siapa pun.
" Kita bukan mahram ! Tak seharus nya kita bertemu berdua seperti ini ! Apa lagi ini bulan puasa.. " jelas Meena , lalu gadis muda itu berkata kembali..
"kalau boleh saya jujur paman ! Saya merasa nyaman jika bertemu dengan paman ... rasa yang dulu pernah saya rasa sewaktu usia saya 11 tahun , kini terulang jika bertemu paman... " Ucap Ameena dengan mengarahkan tatapan mata yang nampak berkaca pada Tomy.
Tomy memberi tatapan penuh makna kearah Ameena ( aku semakin yakin itu kamu gadis kecil , wajah pucat mu yang dulu kulihat kini berubah cantik dan menawan ,
"Hanya perlu satu pembuktian lagi agar aku makin bisa MENGENALI MU DENGAN CARA KU !!? "... gumam sang Tomy.
*
*
Hari terlihat semakin gelap langkah keduanya terlihat seirama dalam berisan berbeda.... Tomy di depan Sedangkan Ameena dibelakang...
Dan pada akhirnya Tomy dan Ameena sampai pada tempat tinggal Ameena
"Terima kasih sudah mengantar saya paman? Dan ma.af saya tidak bisa mempersilahkan paman masuk.. !! ?" jelas Meena.
Tomy melihat kearah jendela lantai atas yang nampak telah menyala..
Lalu tomy beralih menatap kearah Ameena yang berdiri tepat didepan pintu.
" HMm masuk lah , aku paham alasan mu.. !?" Ucap pria dewasa itu.
Meena membalikkan tubuh ramping nya hendak masuk kedalam rumah.
" Meena!!!" Suara Tomy menyebut nama .
Meena membalikkan tubuh kearah pria beranting itu.
" Apa aku boleh menemui mu lagi dilain waktu ??? !" .. tanya Tomy penuh harap.
Mata tajam seorang pria dewasa terlihat serius ..
Meena tersenyum dengan menggeleng ..
" Maaf paman - TIDAK !!"
" Bagaimana jika aku rindu pada mu ??" Ucap Tomy selanjutnya.
Meena tersenyum kecil dan senyuman itu nampak indah dan menawan dimata Tomy.
" Simpan rasa rindu paman untuk yang berhak mendapat kan dan merasakan nya ! " Jawab Meena dengan tenang.
Dari jendela kamar atas Leon melihat kedatangan pria beranting itu bersama Ameena .. langkah LEBAR pria tampan berkulit putih itu nampak menuruni anak tangga dengan segala rasa yang ada dalam pikiran dan dada pria dewasa .
*
*
Kini diteras rumah - Meena berkata.. ?...
"Pulang lah paman .. ! saya tahu paman orang yang BAIK hanya saja cara nya TERBALIK !?" ..... ucap Meena dan tersenyum mengandung arti.
Tomy mengerut kan dahi.. " apa nya yang TERBALIK ..?? HAH .. !!?" Sahut Tomy dengan terlihat menaruh kedua tangan nya di pinggang... seperti sedang marah.
" BOCAH ! .. kamu sebernarnya mau MEMUJI atau MENCACI ??!"" Sergah Tomy tak percaya.
__ADS_1
🤭🤭Meena terkekek.. sesaat.
" Paman keypo yaaa?? " Suara gadis muda itu terdengar mengolok kearah Tomy.
Tomy mengarahkan netra nya kesegala arah dengan wajah yang menahan kekesalan..
" OH ... TUHANNN rasanya aku kembali muda bila bicara dengan ini bocah.. !?" gumam sang Tomy.
Benar kata pak ustad di yuo tutup..
"Jangan membicarakan atau mengolok- olok teman atau kerabat mu, bisa jadi olokan dan perkataan yang kamu lontar kan kepada mereka akan kembali kepada diri mu sendiri suatu saat nanti !!?" Batin Tomy mengingat kutipan sang ustadz...
Sekilas ingatan Tomy kepada Tama dimasa dulu...
Tomy yang sering mengolok Tama saat kebucinan sahabat nya itu diambang batas wajar.
*
*
*
8 menit dalam keheningan... yang terjadi antara Meena dan Tom - Tom
.
.
Tiba - Tiba...
PETTZ..GELAP .. ⚫
"..... .....??"
🌸🌸
*
*
*
Asslamuaalaikum ma.af baru bisa Up.. tapi langsung 2 Episode yak..
bukan maksud hati sengaja .. akan tetapi naskah yang sudah tersimpan didalam draf dihapus oleh kang GALON alias saudara laki -laki saya ...
jadi musti mikir lagi... " sebel " iya ... " capek !" pasti ...!!
tapi tetep nggak boleh marah ..
*
*
Semoga hari ini lebih baik dari hari kemaren untuk kita dalam melakukan ibadah dan kebaikan bagi sekitar...
Ammiin... 🌸🙏🏻
*
*
__ADS_1
Terima kasih...