True Love

True Love
EPISODE 78 TAKHIAT TERAKHIR


__ADS_3

.....🌸🌸.....


**


Disudut rumah sakit Ameena tengah tertidur dengan posisi kepala yang berada disebelah tubuh Tari . Wanita muda itu tiba - tiba terbangun - karena rasa sakit yang mulai menyerang perut bagian bawah nya.


"


"Sssty... ahh.. ! " rintihan kesakitan Tari terdengar di waktu subuh pada hari jumat.


Saat rasa sakit itu menghilang - Tari mulai membangun kan Ameena.


"Meen.. ! " suara Tari begitu lemah dengan menggoyanģ goyangkan lengan Ameena.


"Ya Tar.. !" Jawab Meena dengan membenahi krudung besar nya.


Tari melihat mata yang masih memerah pada gadis berkrudung dihadapan nya..


*


*


*


"Ayo kita sholat !" Ajak Tari dengan tatapan penuh maksud.


Namun Ameena seolah tak peka akan ajakan sang sahabat.


"Belum adzan subuh Tar.. ! " jawab Ameena mulai membersihkan tubuh Tari.


"Tapi aku ingin sholat sekarang Meena.. !" Ucap memaksa Tari.


Meena tersenyum terarah pada wajah Tari yang makin memucat.


"Kita murojaah dulu .... sembari menunggu adzan subuh ..!? Kamu mau kan ?"


Selang menit berlalu...

__ADS_1


Tari begitu menikmati lantunan ayat -ayat suci Al-qur'an..


"Giliran mu Tar.. !" ucap Meena..


Dengan terbatah batah Tari mencoba melafadz kan tiap bacaan nya..


Sesekali nafas wanita muda itu terlihat tersengal akan nafas nya...


" HUK-HUK..!!" suara Tari terbatuk.


Gadis berjilbab besar bergegas mengambil segelas air..


"Minum dulu Tar... kita istirahat dulu ya mengaji nya . sebertar lagi sudah masuk waktu subuh !! " jelas Meena dengan sabar.


Tak lama.... seruan yang telah dinanti mengumandang..


Meena membantu memakaikan mukena kepada Tari.. dan menduduk kan Tari dikursi roda.


Takbir awal telah terdengar..


Dipertengahan sholat Tari merasa kan nafas nya amat sangat terbatas namun wanita muda itu seolah tak ingin mengeluh dan bertekat menyelesaikan sholat nya -Hingga takhiat terakhir..


Sholat pun telah keduanya tunaikan.


Ameena membantu Tari untuk berbaring kembali pada tempat tidur.


"Aku suapin ya Tar.. " tawar Ameena dengan semangkok bubur ditangan .


Tari menggelaeng..


"Nah kan ..! Katanya mau sembuh.. ayo dimakan ! terus minum obat..!" Jelas Ameena dengan mendinginkan bubur yang masih panas didepan kipas angin kecil .


Tari tersenyum akan perhatian Ameena.. lalu dengan memegang sebuah botol pelastik berwarna putih -Tari berkata..


"Obat nya habis Meena.. dan aku pun bosan minum obat terus !" Suara Tari dengan menggerak gerak kan botol obat yang telah kosong.


"Iya... kalau kamu sudah sembuh nanti kamu tidak usah minum obat lagi !?" Jelas gadis berkrudung lebar dengan menyendok kembali bubur dan kembali medingin kan nya didepan kipas agar lekas dingin.

__ADS_1


Beberapa menit berikut nya .. Tari telah menghabiskan makanan pagi nya ..


"Aku lelah Meena.. !?" Keluh Tari dengan tatapan sayu.


"Tidur lah ! Nanti biar aku yang beli obat diapotik !" Lanjut Ameena.


" Tidak usah .. !" Sahut Tari


"Kenapa?" Tanya Meena dengan menghentikan tangan nya yang merapikan selimut pada tubuh Tari.


"Tidak kenapa -kenapa kok Meen !" Elak Tari .. " Oya Meena ? bisa kah kamu ambil kan koper yang ada di ujung sana !" Ucap Tari dengan mengarahkan telunjuk nya.


"Ini .. !?" Tanya gadis itu memastikan dengan mengarahkan koper tersebut kepada Tari.


"Iya .. tapi jangan dibuka sekarang Meena !! nanti saja.. " sambung Tari dengan tersenyum dengan segudang maksud.


"Terus kenapa kamu menyuruh ku mengambil nya ?".. tanya tak paham Ameena.


"Nanti kamu akan tahu Meena !?" ... batin Tari..


*


*


Arah jarum jam telah menunjuk kan pukul 9 pagi dihari jum'at...


Tari terlihat tertidur pulas..


Ameena perlahan mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat sunnah 2 rakaat nya..


Namun baru 1 rakaat gadis muda itu melaksnakan sunnah nya..


Tiba -tiba tubuh Tari terlihat kejang dengan mata terbuka sempurna dengan nafas yang hanya sampai pada di tenggorokan.


. ..


.

__ADS_1


.


.....🌸🌸.....


__ADS_2