True Love

True Love
Pesan


__ADS_3

Happy reading 🤗


Mengganggu saja, Famira melempar ponselnya diatas ranjang. Meninggalkannya disana, lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Dalam kamar mandi, sakit kepala nya kumat lagi, bahkan sekarang lebih sakit. Apalagi usia kehamilan sudah memasuki trimester kedua, penyakitnya pun semakin menjalar kemana-mana, belum ada tanda-tanda akan sembuhnya Famira dari penyakitnya.


Rasanya yang ada di depan Famira semuanya berputar dan membuat kepalanya jadi puyeng, belum lagi hidungnya yang mimisan. Lengkap sudah derita yang Famira tanggung, ia tanggung sendiri tanpa melibatkan orang lain. Cukup ia saja yang merasakannya, jangan orang lain juga ikut serta.


Dalam hati Famira terus berdzikir, agar sakit kepalanya bisa reda, dan mimisannya pun bisa berhenti. Hampir 1 jam ia berada didalam kamar mandi hanya untuk bisa meredakan sakitnya.


Setelah dirasa sudah mendingan, lalu ia keluar kamar mandi dengan menggunakan baju gamis warna merah maron, tapi tak mengenakan hijab, rambutnya ia gulung dalam handuk. Karna ia tadi keramas, sehingga keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk dikepalanya.


Merebahkan tubuh dengan sangat hati-hati, dan mengambil buku lalu menulis sesuatu. Ia menulis sambil meneteskan air matanya, entah apa yang Famira tulis hingga membuat dirinya menangis seperti itu.


Selesai menulis, lalu ia mengambil sebuah map didalam laci sebelah kanan ranjang, ia merobek kertas tempat dimana ia menulis surat dan memasukkan kedalam map itu, menyegelnya lalu ia simpan kembali di bawah bantal.


Ada beberapa notifikasi pesan dari beberapa nomor, hingga membuat ponsel Famira berdering beberapa kali.


Penasaran?

__ADS_1


Meraih ponsel dan membukanya. Pertama yang ia buka adalah pesan dari suaminya, tersenyum manis saat membacanya.


"Sayang....., nanti aku pulang jam 1 siang, nanti aku shalat dzuhur di kantor, barulah aku pulang untuk makan siang bersamamu. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan, jangan melakukan kegiatan yang bisa membuatmu lelah. Tunggu aku sampai rumah, untuk kedua jagoan papa, tolong kalian jaga mama kalian, jangan membuatnya capek atau apapun itu"


Pesan dari suami tercinta nya itu, panjang + lebar x tinggi.


Lalu ia membalas pesan dari suaminya itu.


"Baiklah...., aku akan tunggu kamu dirumah.


Aku akan selalu menjaga kesehatan, dan akan aku pastikan jika aku akan selalu sehat dan juga kedua jagoan kita, sayang...., semangat bekerja, disini aku selalu mendukungmu, keep fighting for my hubby"


Kevin yang baru saja selesai rapat, ia mendengar ponselnya berdering lalu ia merogoh ponselnya didalam jas yang ia pakai.


Senyam-senyum sendiri, ketika menatap layar ponsel. Hingga membuat Wandi asistennya heran. Baru kali ini bosnya tersenyum saat melihat layar ponsel, biasanya jika ada pesan masuk, Kevin hanya sekilas melihatnya lalu ia masukan kembali ke dalam jas nya dan jangan lupa dengan wajah datarnya yang sepi tanpa ada hiasan senyum di bibirnya.


Setelah melihat pesan dari istrinya, Kevin memasukan kembali ponselnya dan berjalan menuju ruangannya.


Sindi yang melihat Kevin senyam-senyum sendiri, merasa geram. Ia yakin pasti yang mengirim pesan untuknya adalah Famira, tak lain adalah istrinya Kevin.

__ADS_1


"Dasar wanita j*l*n*, wanita murahan. Aku akan membuatmu pergi dari kehidupan Kevin untuk selamanya. Tunggu saja nanti, akan ku balas semua sakit hatiku ini pada kalian semua"


Wandi yang melihat mulut Sindi sedang komat-kamit hanya menggelengkan kepalanya dan terus berjalan menuju ruangannya.


Heran dengan Sindi, sudah tau di tolak masih saja mengejar cinta Kevin. Memangnya tidak ada pria lain di dunia ini selain Kevin.


Visual Asisten Wandi


Wandi Purnama



Bersambung


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa klik like dan komentar yak sebelum lanjut ke part selanjutnya, oke....


__ADS_2