
Happy reading 🤗
Malam pun semakin larut, angin berhembus sangat kencang, lalu Kevin mengajak istrinya masuk kedalam kamar takutnya nanti masuk angin jika lama-lama berada diluar.
''Ayo kita masuk....'' ajak Kevin
''Baiklah.....'' jawabnya sambil tersenyum
Famira masuk ke dalam kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi, sedangkan Kevin masih duduk di sofa menunggu Famira selesai.
Famira sudah selesai saatnya ia masuk.
Berjalan sedikit sempoyongan, karna tadi sakit kepalanya kumat. Kevin yang melihatnya pun langsung menghampiri Famira.
''Kamu kenapa, kok berjalan seperti itu?'' tanya Kevin
''Enggak papa pas,. mungkin karna mengantuk'' jawan Famira sekenaknya
''Baiklah...., cepatlah tidur! nanti aku akan menyusu" perintah Kevin
"Hemmm...., aku akan tidur" jawab Famira
Kevin membantu Famira untuk tidur di atas ranjang, setelah itu ia masuk kedalam kamar mandi. Hanya 15 menit Kevin didalam sana dan sekarang sudah keluar. Dilihatnya,. Famira sudah terbaring tidur menghadap ke samping.
Ia pun langsung tersenyum dan menghampiri Famira. Tidur di sampingnya lalu memeluknya sambil membisikkan kata-kata romantis untuk istrinya itu.
__ADS_1
"Selamat malam, istriku sayang. Dan selamat tidur semoga mimpi indah" ucap Kevin lalu mencium kening Famira.
Menutupi badan Famira menggunakan selimut agar nanti ia tak kedinginan. Begitu juga dengannya, lalu ia memeluk tubuh Famira dari belakang mencium bibir Famira singkat dan terlelap tidur.
Entah kenapa setiap malam pasti Kevin selalu mimpi buruk dan mimpinya itu selalu tentang istrinya. Kevin bermimpi jika Famira pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya dan tidak kembali lagi. Oh Kevin sangat takut akan itu, bahkan setiap tengah malam ia selalu terjaga dari tidurnya.
Wajahnya di penuhi peluh keringat dingin, nafasnya tidak teratur. Seketika ia pun langsung menoleh ke arah sampingnya dan ternyata Famira masih ada disampingnya.
Bernapas lega, ternyata itu hanya mimpi, tapi kenapa selalu mimpi yang sama yang hadir dalam tidurnya, tidak ada mimpi lain.
Pertanyaan itu selalu muncul dalam benak Kevin ketika sudah terjaga.
Malam ini Kevin bermimpi lagi dan mimpi yang sama, seakan-akan ia tengah di teror.
Famira ikut terbangun karna Kevin terus memanggil namanya, lalu ia menggoyangkan lengan suaminya.
"Astaghfirullah, mas. Bangun, kamu kenapa?" tanya Famira panik
"Famiraaaaaa...., tidakkkkkkk" teriak Kevin, lalu ia tersadar dan langsung duduk.
Kevin bernapas ngos-ngosan seperti habis lari maraton. Ia menengok ke arah samping dan ternyata Famira sedang memperhatikannya. Tanpa menunggu lama, Kevin langsung memeluk tubuh Famira dengan sangat erat.
"Jangan pergi....., jangan tinggalkan aku" ucap Kevin dengan napas terengah-engah
"Aku disini mas, aku enggak bakal ninggalin kamu kok" jawab Famira sambil membalas pelukan dari suaminya.
__ADS_1
"Kamu harus berjanji padaku, bahwa kamu tidak akan pernah pergi jauh atau meninggalkan aku sendiri" ujar Kevin sambil mengacungkan jari kelingkingnya
"Janji....., ya udah yuk kita tidur lagi" ucap Famira.
Tapi sebelum tidur kembali, Famira mengambilkan minum untuk Kevin agar bisa tenang sedikit. Kevin langsung menerimanya dan dalam beberapa tegukan saja, air dalam gelas itu tandas habis tak tersisa.
Kevin tidur sambil memeluk tubuh Famira, tanpa melepasnya hingga pagi menjelang.
Saat tidur pun ia masih khawatir dan pikirannya sudah kemana-mana.
''Tidurlah wahai suamiku sayang, aku akan selalu disampingmu'' ucap Famira
''Jangan pernah tinggalkan aku'' jawab Kevin dan diangguki oleh Famira.
Kevin berulangkali menciumi wajah Famira, ketakutannya akan kehilangan istrinya itu melebihi jatuhnya saham perusahaan.
Ia rela kehilangan apapun, asalkan bukan istrinya. Jika ia harus kehilangan Famira, maka ia tidak akan sanggup menjalani kehidupan ini lagi. Cukup ia kehilangan orang yang ia sayangi, dari orangtua kandungnya dan papa Ardian. Kali ini Kevin tak sanggup jika harus kehilangan orang yang ia sayangi. Apalagi dia adalah bagian dari dalam hidupnya, tulang rusuknya dalam menopang kehidupan sehari-hari.
Bersambung
.
.
.
__ADS_1
Tinggalkan komentar dan like yak.