True Love

True Love
Pergi


__ADS_3

Happy reading 🤗


Lalu Kevin mengajak Famira untuk tidur karna sudah larut malam. Kevin berpesan jika nanti ada orang yang memberi kabar jika Kevin sedang bermesraan dengan Zevana adalah kabar hoax dan jangan mudah untuk percaya dengan perkataan orang lain.


''Sayang, aku mohon padamu agar selalu setia dan jujur padaku'' pinta Famira


''Tentu saja, dan aku juga minta padamu agar tidak akan pernah percaya dengan hasutan yang membicarakan bahwa aku sedang berduaan dengan wanita lain. Percayalah cintaku hanya untukmu, sayang'' jawab Kevin


"Ehem....., aku janji" ujar Famira


"Ya sudah, ayo kita tidur" ajak Kevin


Lalu mereka tidur, Famira tidur dengan posisi miring ke kiri, dan Kevin memeluknya dari belakang. Mengelus perutnya Famira dan menyembunyikan kepalanya diceruk leher istrinya.


Keesokan harinya, Kevin berangkat ke kantor bersama istrinya. Ia yang meminta agar Famira ikut serta, sengaja melakukan itu supaya Famira tak salah paham lagi dengan insiden kemarin.


Berjalan bergandengan menuju ruangannya, tanpa menghiraukan pandangan dari para karyawan nya, saat mereka melintas dihadapan mereka tak satupun yang bicara hanya mampu memandang kemesraan yang Kevin dan Famira tunjukkan.


Risih? Yah, Famira merasakan risih karna sorotan para karyawan dan karyawati kantor.


Sesekali Kevin membisikan sesuatu, agar Famira tetap menatap depan dan jangan hiraukan mereka. Tapi jika ada yang menyapanya maka hanya perlu menjawabnya dengan senyuman atau anggukkan kepala. Saat hendak masuk kedalam ruangan ada salah satu karyawati menyapa mereka.


"Selamat pagi pak, bu" sapa karyawati.


Kevin dan Famira pun langsung mengangguk dan tersenyum. Lalu mereka langsung masuk kedalam ruangan. Kevin menuntun Famira untuk duduk di sofa, sedangkan ia bekerja di kursi CEO.

__ADS_1


Famira melihat sekeliling ruangan, melihat foto yang terpampang disana. Banyak sekali foto, ada foto Almarhum papa Ardian, almarhumah mama Syntia Kevin dan Arka. Mereka sangat harmonis sekali saat didalam foto. Lengkungan senyum manis terbit dari kedua sudut bibirnya, melihat foto itu.


"Lagi liatin apaan sih...?" tanya Kevin tapi tak mengalihkan pandangannya dari komputer.


"Foto itu...." jawab Famira sambil menunjuk.


"Oh....., bagaimana menurutmu apa aku terlihat cocok diantara mereka?" tanya Kevin


"Maksudnya gimana, kok kamu nanya gitu?" malah berbalik bertanya.


"Aku hanya merasa tidak nyaman saja dengan posisiku saat ini. Aku hanya anak angkat mereka, tapi kenapa aku yang mewarisi perusahaan ini, kan seharusnya adalah Arka bukan aku" jawab Kevin sambil berjalan dan duduk diatas meja dengan melipat kedua tangannya sambil menatap foto.


"Benarkah.......?" tanya Famira


"Mungkin ada maksud yang terselubung dari semua ini, mas. Coba kamu cari sesuatu yang bisa meng-clear-kan semuanya agar kamu tak terus-terusan penasaran" ujar Famira bijak.


"Kamu benar. Nanti setelah ini aku akan mulai mencarinya dan aku memintamu agar tidak membicarakan pada Zahra ataupun Arka. Biarkan aku yang mencari sendiri" pinta Kevin


"Oke, dan semoga kamu cepat bisa menemukan teka-teki dari semua ini" jawab Famira.


Lalu dari luar ada yang membuka pintu tanpa permisi dan Kevin hendak marah untuk orang yang masuk tanpa permisi.


Pasti kalian semua tau siapa yang datang.


Ya, kalian semua benar.

__ADS_1


Yang datang adalah si Zevana Sarimin, wanita penggoda dan pengemis cinta.


Kevin yang hendak duduk pun tidak jadi, dan memandang Zevana tidak suka. Lalu munculah ide brilian untuk bisa memberikan peringatan keras pada Zevana.


Famira yang melihatnya pun langsung geram dan tiba-tiba amarahnya memuncak. Pandangannya tertuju pada Kevin, tatapan tajam dan tak ada senyum.


Famira langsung beranjak dan berjalan menghampiri Kevin, begitu juga dengan Zevana. Mereka berdua memiliki tujuan yang sama.


Kevin? Dialah orang yang akan dituju oleh kedua wanita cantik ini. Entah apa yang akan terjadi dengan ketiga insan itu. Dengan gaya santainya, Kevin menyilang kan satu kakinya dan melipat kedua tangannya didepan dada.


Tanpa disadari oleh kedua wanita itu, ketika sudah dekat dengan objek yang dituju, tiba-tiba salah satu tangan Kevin menjulur menarik tangan Famira dan memeluknya dengan erat sambil mengelus perut Famira yang sudah membuncit.


Zevana tersentak dan menghentikan langkahnya ketika melihat Kevin memeluk tubuh Famira dengan sangat mesra.


"Kau boleh pergi jika tidak ada yang penting. Karna kehadiranmu tak diharapkan disini" ucap Kevin tiba-tiba tanpa melihat orang yang ia ajak bicara.


Bersambung


.


.


.


Gabutz author buatnya. Jangan marah yak.

__ADS_1


__ADS_2