True Love

True Love
Hidayah


__ADS_3

Happy reading 🤗


Kevin dan Famira pergi jalan-jalan ke suatu tempat. Mereka mengelilingi kota dan berhenti di suatu taman yang sangat indah dan bersih. Di sana terdapat banyak orang baik tua maupun muda.


''Mas, kita berhenti di taman ini yaa'' pinta Famira sambil memegang lengan suaminya


''Baiklah..., sekarang kita parkir mobil dulu'' jawab Kevin


''Iya mas...'' ucap Famira tersenyum


Kevin memakirkan mobilnya tak jauh dari taman, sehingga tidak membuat Famira lelah berjalan.


Berjalan melewati banyak orang, melihat keindahan alam yang masih asri belum tercemar. Famira melihat ada bangku kosong di bawah pohon rindang, lalu mengajak Kevin untuk duduk disana.


''Sayang...., yuk kita duduk disana'' ucap Famira sambil menunjuk bangku kosong itu


''Di sana....?'' tanya Kevin


''Iya mas, ayo kita kesana'' ajak Famira sambil mengayunkan tangan suaminya


''Oke...., kita akan kesana. Tanpa kamu paksa, aku akan melakukannya untukmu wahai tuan putri ku'' jawab Kevin sambil mengangguk


Dengan senang hati Kevin menuruti keinginan Famira, berjalan santai menuju bangku kosong itu. Saat sampai disana ternyata bangku itu sangat panjang, dan muat untuk di duduki oleh beberapa orang.


''Apa kamu haus sayang?'' tanya Kevin


''Sedikit...., tapi apakah aku boleh meminta sesuatu?'' jawabnya, lalu meminta sesuatu pada Kevin


''Apa itu? Katakan saja'' ucap Kevin


''Aku ingin makan es krim yang ada disana'' ucap Famira sambil menunjuk penjual es krim.


Lumayan jauh jarak antara penjual es krim dengan mereka. Apalagi disana sangat ramai pembeli, lalu Kevin memandang wajah istrinya sambil menaikkan salah satu alisnya.


''Kenapa harus yang itu?'' tanya Kevin


''Entahlah mas, aku juga enggak tau. Tapi pokoknya aku mau yang itu'' jawab Famira tetap kekeuh memilih penjual itu.


Heran??


Sangat heran, kenapa harus penjual itu, padahal di sebelah mereka dan tak jauh dari mereka ada penjual es krim, dan varian rasanya pun sama. Tak banyak tanya lagi, Kevin pun langsung beranjak dari duduknya dan menuju penjual es krim itu.


Jauh dan mengantri lagi. Sebelumnya, Kevin tidak pernah mengantri. Tapi demi sang istri, maka Kevin rela melakukannya meski harus berpanas-panasan menunggu gilirannya untuk bisa mendapatkan es krim.


Sembari menunggu kedatangan Kevin, Famira masih asyik melihat anak-anak berlarian kesana-kemari, bermain bola dan membaca buku.

__ADS_1


Lalu dari arah samping, ada wanita bercadar hendak duduk di samping Famira.


''Assalamualaikum....'' ucap wanita itu


''Waalaikumsalam...'' jawab Famira sambil tersenyum


''Apakah saya boleh duduk disamping anda?'' tanya wanita itu


''Tentu saja boleh, silahkan duduk'' jawab Famira sambil mempersilahkan wanita bercadar itu untuk duduk.


Jika dilihat dari perawakannya, wanita ini sebaya dengan Famira. Hanya saja ia mengenakan cadar, jadi Famira tidak bisa melihat wajahnya.


''Boleh kah saya berkenalan denganmu?'' tanya Famira


''Na'am....'' jawab wanita itu. Ternyata ia pandai berbahasa Arab


''Man ismuki, yaa ukhty?'' tanya Famira


(Siapa namamu, wahai saudariku)


''Ismi ana Maisharoh...'' jawab wanita itu


''Man ismuki yaa ukhty?'' balik tanya Maisharoh


''Ismi ana, Famira Sabila'' jawab Famira


''Bolehkan aku bertanya...'' ucap Famira


''Silahkan, wahai saudariku...'' jawab Maisharoh


''Sejak kapan kamu memakai cadar?'' tanya Famira


''Sejak ana berusia 5 tahun'' jawab Maisharoh


''5 tahun dan sampai sekarang tidak pernah lepas cadar?'' tanya Famira seakan tak percaya, dengan usia yang masih sangat kecil Maisharoh sudah memakai cadar


''Na'am ukhty. Ana pakai cadar sejak usia 5 tahun sampai sekarang'' jawabnya


''Subhanallah..., anty luar biasa sekali. Ana saja belum pernah terpikirkan untuk memakai hijab ataupun cadar'' ucap Famira sambil berdecak kagum dengan Maisharoh


''Ana pakai cadar karna dalam keluargaku sudah memerintahkan bagi wanita harus memakai cadar. Meski tidak wajib, tapi alangkah baiknya wanita itu tertutup. Wanita itu sangat berharga bagikan mutiara yang tersimpan di bawah lautan, susah di cari dan jika sudah mendapatkannya maka ia akan di jaga dengan sangat hati-hati. Menjaga dari kerusakan dan lainnya.


Jadilah wanita yang berpakaian tertutup, sebab wanita itu mahal, jika di samakan dengan barang maka ia akan menepati bagian limited edition, paling mahal serta paling langka susah untuk didapatkan.


Jika wanita berpakaian terbuka, maka ia mendapat perumpamaan dengan barang best seller. Mudah didapat dan juga mudah dibuang, sebab mereka sudah mengetahui wanita yang seperti itu.'' Jelas Maisharoh

__ADS_1


Famira seperti mendapat tamparan keras dari penuturan Maisharoh, Famira merasa seperti anak kecil yang sedang di nasihati oleh orang dewasa.


''Anty benar...., tapi ana belum mendapat hidayah untuk mengenakan hijab'' ucap Famira


''Berdoa lah, semoga Allah lekas memberikan hidayah untuk anty. Sebab hidayah itu di cari bukan datang sendiri'' ujar Maisharoh


''Apa anty sudah menikah?'' tanya Famira


''Alhamdulillah, sudah'' jawab Maisharoh


''Lalu dimana suamimu?'' tanya Famira


''Sedang menuju kemari'' jawabnya


''Lalu, apa anty sudah menikah?'' balik tanya


''Alhamdulillah, sudah dan sekarang ana sedang hamil'' jawab Famira sambil tersenyum


''Masyallah, semoga anty sehat dan bayinya juga hingga proses persalinan nanti'' ucap Maisharoh


''Aminnnn...., Syukron ukhty'' ujar Famira


''Bagimana caranya bisa menyenangkan hati suami?'' tanya Famira


''Bersikap lah sopan, dan selalu menghormatinya. Tapi ada satu yang bisa menyenangkan hati suami, baik di dunia maupun di akhirat kelak'' jawab nya


''Apa itu yang bisa menyenangkan hati suami baik di dunia maupun di akhirat kelak?'' tanya Famira


''Berhijab lah, sebab wanita sudah diwajibkan untuk berhijab. Karna sebaik-baiknya wanita dan seshalihah nya seorang wanita, jika belum berhijab maka itu akan mengurangi pahalanya. Apalagi wanita itu sudah menikah.


Buatlah suamimu mudah dalam bertanggung jawab pada Allah, dengan memiliki istri yang shalihah dan berhijab maka akan memudahkan ia untuk bisa mempertanggungjawabkan kita di akhirat kelak. Sebab seorang istri adalah tanggung jawab seorang suami. Jika suami gagal membimbing istri maka semua pahalanya akan sirna.'' jawab Maisharoh


Famira tidak bisa berkata apa-apa lagi, hanya air mata yang membanjiri wajahnya. Sungguh Famira merasa berdosa karna ia belum mengenakan hijab untuk menutupi tubuhnya dan membuat suaminya senang.


''Afwan ukhty...., jika perkataan ana menyakiti hati anty'' ucap Maisharoh sambil mengusap pundak Famira


Famira hanya tersenyum menanggapi ucapan Maisharoh.


Karna iba, lalu Maisharoh memeluk tubuh Famira, sebagai tanda rasa bersalahnya jika ia telah mengucapkan kata-kata yang menyakiti Famira.


Bersambung


.


.

__ADS_1


.


Sekedar mengingatkan, bukan ingin menyindir.


__ADS_2