
Happy reading 🤗
Zahra baru keluar dari kamar Arza dan heran melihat Arka tertawa sendiri sedangkan Kevin hanya diam saja.
''Kamu kenapa mas, kok ketawa enggak ngajak-ngajak sih?'' tanya Zahra
''Emangnya jalan-jalan, segala ngajak'' sahut Kevin
''Hehehehe, emangnya kenapa sih mas Arka kok ketawa sendiri?'' masih bertanya
''Aku tertawa karna kepolosan Kevin yang tidak mengetahui jika istrinya kini sedang ngambek dan cemburu melihat dirinya berduaan dengan Zevana" jawab Arka
''Zevana? Siapa dia dan apa hubungannya denganmu Kevin?'' tanya Zahra yang langsung serius to the point
''Dulu dia adalah wanita yang papa sempat jodohkan denganku. Tapi karna dulu aku bukan lah anggota keluarga Mahesa hanya pengabdinya saja, si Zevana menolakku mentah-mentah. Dan kini setelah aku berubah, dia datang padaku dan mengemis cinta dariku'' jawab Kevin
''Dasar wanita tak tahu malu, sudah berludah ke tanah lalu ia jilat kembali. Sungguh pelakor cap kapak'' ucap Arka
''Hem, itu benar. Jadi masalah dengan Famira itu yang bisa menyelesaikannya adalah dirimu sendiri Kevin'' ucap Zahra
''Caranya bagaimana Zah? Aku enggak tau'' ucap Kevin
''Ada tiga cara yang harus kamu lakukan.
1.Bicarakan secara baik-baik, jangan membentaknya karna hati wanita itu sangat rapuh jika ia terkena bentakan.
__ADS_1
2.Jika ia menolak untuk diajak bicara secara baik-baik, maka kamu bujuk dia, sampai dia mau.
3.Namun jika ia tetap tidak mau dan bersikeras untuk tetap diam maka kamu jangan marah tapi peluklah dia dan berikan ketenangan padanya. Dengan kamu memeluknya maka emosi Famira akan sedikit mereda. Peluklah ia dengan erat dan buatlah dia nyaman dengan pelukan itu. Jika sudah merasa tenang maka lepaskanlah pelukanmu dan mulai bicara dengannya. Insyaallah itu akan berhasil jika kamu bersabar menghadapi sikap Famira saat ini. Dia berubah bukan karna masalah sepele, melainkan masalah yang ia anggap sangat besar dan membahayakan dirinya.
Kamu harus bisa menjaga perasaan istrimu, apalagi kini Famira sedang hamil dan apa kamu tau jika bumil itu hormonnya selalu berubah-ubah jadi sangat penting untuk bisa memahaminya. Ku harap kamu bisa Kevin'' jawab Zahra panjang lebar.
''Begitukah....?'' tanya Kevin
''Iya, itu benar. Jika kamu tidak percaya maka buktikanlah sendiri dan jika tidak berhasil maka laporkan padamu'' jawab Zahra
''Tentu saja aku percaya padamu Zah" ucap Kevin
''Sungguh istriku yang berhati mulia seperti malaikat, tidak pendendam dan selalu bijak dalam menyelesaikan masalah'' puji Arka yang sedari tadi mendengar Zahra bicara.
''Tidak masalah, yang penting Famira dan kamu kembali harmonis seperti dulu lagi'' jawab Zahra sambil tersenyum dan mengangguk.
''Aminnn, makasih doanya. Ya sudah kalau begitu aku pamit pulang'' ucap Kevin
''Baiklah, tapi apa kau tidak ingin bermain dulu disini?'' tanya Zahra
''Tidak, terimakasih. Aku sangat khawatir dengan istriku saat ini, lain kali saja aku kemari bersama Famira'' jawab Kevin
Zahra mengerti lalu ia dan Arka mengantarkan Kevin pulang sampai di depan rumah.
Setelah kepergian Kevin, lalu Arka mengajak Zahra masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
''Sayang.....,'' panggil Arka
''Hem...., ada apa?'' tanya Zahra
''Kamu udah selesai kan sama tamu bulanan kamu'' ucap Arka
''Iya, memangnya kenapa?'' tanya Zahra
''Aku lapar, pengen makan'' jawab Arka
''Baiklah, aku akan membawakan makanan untukmu. Tunggulah sebentar'' ucap Zahra hendak berdiri dari kursi meja rias.
Arka berdiri dan menghampiri Zahra lalu memeluknya dari belakang.
''Aku bukan lapar perut tapi lapar birahi dan saatnya untuk mengisinya'' ucap Arka di telinga Zahra hingga membuat bulu kuduk nya Zahra berdiri.
Tanpa menunggu jawaban dari Zahra, Arka langsung mencium bibir Zahra dan menuntunnya ke ranjang dan melanjutkannya disana.
Bersambung
.
.
.
__ADS_1