
🌸🌸
"Nanti biar bapak makan dirumah bersama añak dan istri bapak ! Takut nya mereka belum makan , karena semalam bapak tidak membawa pulang uang..!" DEG.. !! jatung Tomy berdetak seakan tertampar akan ungkapan sang bapak yang begitu memikirkan keluarga nya, saat satu bungkus nasi ada dihadapan nya.
Tomy terdiam akan cerita sang bapak, akan tetapi suara ponsel Tomy berdering kembali membuat nya mengalih kan pengelihatan nya pada layar ponsel .
Tomy tersenyum kearah sang bapak..
" Pak bisa kah , ambil orderan saya ini ? Kayak nya saya tidak bisa mengambil nya . Karena sudah terlanjur mengambil orderan lain !?" ucap Tomy , dengan maksud baik.
Wajah bapak tersebut langsung semeringah mendapat tawaran dari Tomy.
"Semangat pak ! Rezeki pasti ada, bagi hamba yang mau berusaha..!" Lanjut Tomy dengan menyemangati sang bapak..
**
Sekitar satu jam kemudian. Lagi -lagi ponsel Tomy kembali berdering..
Tomy membuka dan membaca isi pesan, dahi Tomy mengerut akan suatu maksud..
30 menit waktu perjalanan yang Tomy lalui dari arah pangkalan hingga suatu alamat yang dituju menggunakan motor
Tomy berdiri dan melihat gedung tinggi didepan nya..
Sesampainya didepan pintu Tomy menekan bel , tak lama seorang wanita yang ia kenal , membuka dan menghampiri Tomy..
"Nak Tomy .. !" Suara sang bapak yang melihat Tomy mulai melangkah masuk.
"Kenapa kalian memperlakukan bapak ini tak sopan ?" Ucap geram Tomy dengan membangunkan sang bapak yang tadi nya berlutut didepan 5 perempuan yang pernah Tomy tiduri.
Salsa adalah salah satu dari kelima wanita yang pernah Tomy kencani , "Tomy !" Suara Salasa dengan mulai mendekat dan akan mendekap tubuh tegap Tomy .
"Mundur dengan cepat tak ingin sampai telat ..."ucap membatin Tomy.
"Ternyata apa yang dikatakan mereka itu benar , demi wanita berkrudung besar itu , kamu rela memilih hidup dengan segala keterbatasan ? " suara Salsa dengan mengelayut ditubuh Tomy..
Salsa melepas jeket ojek Tomy dan membuangnya . Tomy memejamkan mata akan apa yang ada dihadapanya .. saat tubuh Salsa menempel dengan posisi berdiri berhadapan dengan Tomy . Dengan sedikit kasar Tomy menarik tubuh Salsa..
"Kalau kalian ingin dihormati ,dan dihargai , terutama oleh lelaki , terlebih dulu hormati diri kalian sendiri !" Ucap nasehat Tomy.
Ke lima wanita didepan Tomy saling memberi tatap , tak lama suara tawa dari mereka pecah . ",Hahaha .. "
"Mulut mu tak pantas Tom ! Berkata layak nya orang yang tak memiliki dosa !" Sahut salah satu mantan Tomy .. MONIC
Tomy tak menghiraukan ucapan bahkan rayuan dari ke lima wanita itu , sedangkan sang bapak hanya menatap dengan menelan ludah akan apa yang wanita itu perbuat pada Tomy..
__ADS_1
Tomy yang sedari tadi memejamkan mata , kini mata tajam itu terbuka . Tomy menarik tubuh nya dari krumunan wanita yang hampir melecehkan nya.
"Bayar tagihan kalian pada bapak ini , khusus nya minuman yang kalian pesan .. !" Tomy terlihat meraih jaket ojek milik nya yang tergeletak diatas lantai.
"CKk !" satu lengkungan kecil diarahkan pada pria berating..
Dengan kembali duduk diatas sofa , salah satu wanita mengambil satu gebok uang biru dan meletakkan nya diatas meja.
"Ambil lah ! " tanpa berpikir panjang Tomy mengarahkan telapak tangan pada uang tersebut.
D**raacc**!!! satu kaki memakai heils berwarna merah berada diatas uang tersebut.
"Turun kan kaki mu , bagaimana aku mengambil uang itu !?" Suara Tomy masih terdengar normal .
"Akan aku singkir kan kaki ini ! tapi ada syarat nya ! Kamu harus membersihkan heils ku ini memakai pakaian mu !"
"Dan tak hanya itu , aku ingin kamu berlutut dengan membersihkan sepatu heils kami satu persatu , setelah itu kamu bisa mengambil uang ini untuk bapak itu !" Sahut Sandra.
Tomy kali ini tak mampu menahan diri lagi , dengan kasar kaki wanita bernama Sandra ia singkir kan dengan tangan yang sedari tadi telah memakai sarung tangan layak nya tukang ojek sungguhan .
"Asal kalian tahu ! Kaki ku ini tak akan bersujud pada manusia , apa lagi demi harta !" Pernyataan marah Tomy dan mengajak bapak yang sedari tadi melihat apa yang terjadi pada Tomy untuk pergi.
Wanita muda bernama Salsa meñgepalkan tangan , dengan berjanji didalam hati...
....?"
**
Disebuah pasar tradisional...
"Astaghfirullah hal adzim ! " suara Lisa.
"Ada apa nek ?"
"Nenek lupa mau beli sayur , emm ... Zakia disini saja ya nak, jangan kemana -mana , ingat! apa lagi kejalan raya .. !!" Ucap pesan Lisa dengan menduduk kan Kia dipinggir jalan .
Setelah kepergian Lisa -Zakia berdiri ditempat yang sama, ketika merasakan suatu barang yang terjatuh disekitar kaki nya.
**
"Ini mas uang nya ! Oya .. nanti kalau saya jadi ke kekampus - mas Tomy mau ya nganter saya ?" Tutur harap salah seorang penumpang cewek - Tomy..
" In syaa Allah !" Ucap Tomy dengan mengangguk tanpa menatap kearah cewek tersebut.
Dari arah belakang Tomy , ada seorang bocah kecil yang terlihat akan mengambil sebuah dompet yang tak sengaja jatuh menimpa kaki anak itu.
__ADS_1
"Ibu dompet nya jatuh !" teriak Kia , namun wanita yang diteriaki tak kunjung mendengar teriakan anak itu karena bising nya pasar . Tanpa disadari kaki anak perempuan itu mengeser kearah jalan raya ..
Dari arah berlawanan seorang wanita terlihat mengawasi seorang tukang ojek ?! .. Tomy turun dari atas motor , hendak membantu anak kecil yang buta , tapi saat Tomy menghampiri Kia , tiba -tiba mobil berkecepatan tinggi menjurus kearah Tomy yang kini memeluk tubuh Akia.
"AWASS.. !!!!" CIIIIITzzzzz...
Tomy tertabrak dan terpental cukup jauh , sedang kan anak kecil yang ditolong Tomy terlepas dari dekapan tubuh kekar Tomy lalu tersungkur kebadan bahu jalan.
Seketika pengelihatan Tomy telah gelap...
**
Seorang gadis muda bercadar hitam tengah mempresentasikan hasil rancangan busana muslim nya didepan para claien .. yang kebanyakan adalah wanita.
"Kurang lebih seperti itu , silahkan bagi ada yang ingin menambahkan atau menyampaikan masukan nya dipersilahkan .... !" Jelas Ameena.. seketika jantung hati Ameena serasa berlubang layak nya ada yang hilang.
Dari arah depan Ameena , Ketty menatap bangga pada kemajuan prestasi kerja yang dicapai oleh Ameena , akan tetapi rasa bangga dalam mata terganggu saat melihat ponsel Ameena yang menyala ..
Ketty terlihat memberi isyarat kepada Ameena.. dengan sedikit membungkuk kan tubuh Ameena berjalan kearah Ketty.
"Angkat lah ! Mana tahu -itu telefon penting ! Biar rapat aku yang ambil alih !" Ucap Ketty dengan menyodor kan ponsel milik Ameena.
Ameena menggangguk lalu melangkah menjauh ..
**
Diluar ruangan metting , kini Ameena dengan duduk dikursi yang letak nya didekat jendela besar , Ameena mulai menggeser ikon pada layar ponsel..
"Assalamulaikum Ibu.. !" Ucap salam dari Ameena , terdengar suara bising pada telinga, selanjut nya ..... ?! Ameena menakup kan bibir rapat dengan mata menatap .
Langkah berbalut gamis hitam terlihat melangkah lebar menuju tempat parkir.
Beruntung Ketty telah mengikuti langkah Ameena yang nampak begitu panik dari belakang.
"Kamu kenapa? " ucap tanya Ketty dengan memakai safety bel.. begitu pun Meena.
"Kak ! Tolong antar Meena !" Ketty yang paham tak banyak tanya.. dan segera melaju pada waktu itu.
*
*
**
🌸🌸
__ADS_1
Ma.af , ini episode nya dobel . dan dari salah satu dari episode akan saya minta biar dihapus.