
Pesta yang sangat ramai itu tiba* hening saat melihat pengantin wanita yang baru keluar dari ruangan rias, semua mata tertuju pada dinda yang mengenakan gaun pernikahan putih rambut yang disanggul dan wajah yang sangat cantik oleh riasan wajah.
rendi tak bisa mengalih kan pandangan ya dari dinda yang sedang menuju kursi pelaminan.
seyum rendi menghiasi wajahnya seolah haya ada dinda di hadapannya dekarang, jantungnya berdebar depar walou ia tau wanita itu sudah menjadi istrinya.
Acara resepsi pernikahanpun berjalan lancar, mereka bayak mengambil foto bersama keluarga dan para sahabat rendi ada juga beberapa teman dekat dinda.
Rendi yang melihat istrinya dari jauh sedang berbicara dengan beberapa tamu undangan dan di temani oleh ibu.
BRrrrr...
suara telpon genggam rendi berbuyi, sebuah video call dari ADIK KU
"halo ka.... " sosok dari sang penelepon itu muncul dengan menggunakan baju warna biru tua dan duduk di sebuah meja
"hai dik, gimana sehat...? " jawab rendi pada adik nya
"iya ka sehat, giman acara nya lancar ka....? "
"ya seperti yang km lihat, acaranya lancar "
__ADS_1
seyum rendi yang tiada henti
"Kaka selamat ya udah nikah aja hehhehe maaf ya aku belum bisa pulang."
"iya ga papa nanti kamu harus lihat istriku yang cantik"
"iya... iya... tp man kaka ipar nya....?? "
"kaka ipar mu ladi di culik ibu" jawab papah dari belakang
"ya udah kalo gitu siapa nama kaka iparku....?"
"namaya Dinda ayu pratama... "
"dinda a..... " belum sempat rendi menerus kan ucapanny
"ka maaf udah dulu ya aku tadi dipanggil dosen "
"iya iya kalo gitu Kaka tutup dulu yah vc nya"
setelah resepsi selesai aku masuk ke kamar utama yang di tempati dinda, kami pun duduk di pinggir tempat tidur, untuk beberapa saat suasana sangat hening dinda pen menoleh ke rendi
__ADS_1
"aku mandi dulu ya mas.... " seyun dinda sambil berdiri
"iya sayang km duluan aja... "
rendi yang sangat terkejut melihat istrinya yang sudah mulai memanggil nya dengan sebutan mas mulay terseyum simpul di bibirnya.
Apa ini mimpi barusan dinda memanggilku MAS..... ih tuhan kebahagiaan yang kou berikan sungguh sangat inda
Ucap rendi dalam hati, lalau ia meliat denda telah keluar dari kamar mandi dan ia pun bergegas berdiri dan pergi menuju kamar mandi
Setelah selesai mandi rendi pun melihat istrinya tertidur di kasur ia pun mendekat dan melihat wajah istrinya yang tertidur
Dengan memberanikan diri ia mencoba memeluk pinggang dinda tp sebuah suara membuat ya kaget teryata dinda terbangun dari tidurnya
"maaf mas aku belum siap"ucap dinda tanpa menoleh ke pada rendi
"ia ga papa aku haya ingin memeluk mu ga papakan....? atou kalo kamu risih aku tidur di sofa saja...?? " rendi yang bersiap siap bangun dari tidurnya
"ga gapap mas tidur saja di sini" rendi yang masih melihat punggung dinda terseyum dan mulay memenjamkan matanya.
Dinda tidak bisa tidur nyenyak ia merasa gelisah dan sesekali berbalik melihat wajah rendi yang tertidur lelalap, samar samar wajah suaminya ini mirip dengan Rapa kekasih nya
__ADS_1
pagi hari dinda bangun dan meyiapkan sarapan untuk rendi, ia sudah bertekat untuk menjadi istri yang baik untuk suaminya, dinda mulay mengganti panggilan nya pada rendi dengan sebutan Mas.
setelah beberapa hari dinda sering pergi je kantor rendi saat makan siang dan mereka selalu makan bersama, sat pulng jerja rendi pun selalu memawa makana kesukaan dinda dan saat malam dinda selalu bercerita tentang kenangan dan masalalunya dengan kakenya pada rendi suaminya iapun tidur mulai memeluk rendi karena setelah resepsi dinda dan rendi memutus kan untuk tidur di tempat yang sama.