True Love

True Love
Baju


__ADS_3

Happy reading 🤗


Malam semakin larut, anak-anak panti sudah tidur di kamar masing-masing. Kini tinggallah Rasya, Tania dan ibu panti yang masih melek sambil ngobrol di ruang tamu.


"Ini sudah malam, lebih baik kalian tidur" Ucap ibu panti seraya melirik jam dinding.


"Baik buk, kami akan istirahat. Begitu juga dengan ibu ya...." Jawab Tania sambil tersenyum.


"Pasti sayang...." Sahutnya dengan mengelus rambut Tania.


"Ayo Rasya kita tidur..." Ajak Tania menarik pelan tangan suaminya.


"Baiklah ayo...." Jawab Rasya manut.


Tania membawa Rasya masuk ke dalam ruangan yang dulu tempat Tania tidur jika singgah di panti ini. Ia pun membuka handle pintu, sudah lama tidak masuk tapi tata ruangnya masih sama tidak ada yang berubah.


"Apa kau mau mandi dulu sebelum tidur...?" Tanya Tania pada suaminya.


"Aku tidak membawa baju ganti..." Jawab Rasya sambil duduk ditepi ranjang.


"Di sini ada baju pria kok...." Ujarnya dan membuat Rasya kaget.


"Pria? Siapa dia dan apa hubungannya denganmu?"


"Tidak ada itu adalah baju yang ayahku punya dan sengaja aku bawa kalau aku rindu dengannya. Tapi masih ada enggak ya di lemari"


Lalu Tania pun berjalan menuju lemari, membukanya dan mencari baju yang ia maksud. Ada dan masih rapi, itu isinya berupa sarung dan baju koko.

__ADS_1


"Ini aku membawa baju koko dan sarung"


"Haah, kau yakin aku memakai ini? Nia mana mungkin aku akan pakai baju itu?"


"Halah, cuma malam ini doang kok. Ketimbang kamu gak mandi, ih jorok. Maka kamu gila kebersihan"


"Oke...., aku akan pakai baju itu"


"Nah gitu dong, kan nanti kalo aku tidur gak kebauan badan kamu"


"Yeey, badan aku wangi selalu meski tidak mandi"


Kemudian Rasya pun segera masuk ke dalam kamar mandi. Mandi dengan begitu lama dan membuat Tania sedikit kesal. Saat Rasya sudah keluar, barulah Tania masuk. Sebelum masuk Rasya sudah menahannya lebih dulu.


"Lihatlah, baju ini tidak muat, hanya sarungnya saja yang bisa aku pakai"


"Apa yang lucu ini malah membuatku tersiksa"


"Oke aku akan membantumu, tadi kau membawa jaket bukan? Nah akan aku ambilkan di mobil"


"Eh ini sudah malam, jangan nanti aku takut ada apa-apa di luar sana"


"Lebay deh, ini kan masih jam 9 malam, dan juga di luaran masih banyak orang main bulutangkis"


"Baiklah tapi jangan lama-lama di luarnya!"


"Siap pak dokter....."

__ADS_1


"Aku suamimu bukan dokter mu!"


"Kau dokter cintaku Rasya....., hahaha tapi boong"


"Ah kamvret kamu, masa cuma boong kenapa gak beneran aja?"


"Hahahaha...." Tania tertawa garing tak ada yang lucu.


Kemudian ia pun segera keluar kamar, menuju pintu rumah untuk mengambil jaket suaminya. Ternyata benar, ada banyak para lelaki bermain bulutangkis malam-malam. Panti itu dekat dengan lapangan dan juga keramaian.


Suaminya menunggu di kamar dengan gusar. Kok lama banget sih istrinya ambil jaket. Apa jangan-jangan ada yang menggangunya sehingga lama sekali di luar rumah?


Pikiran negatif menggerayangi otaknya, ada saja yang ia pikirkan yang tidak-tidak mengenai Tania.


"Kau darimana saja sih, lama...." Marah suami sambil berkecak pinggang.


"Maaf aku tadi nyariin ini semua. Dan kamu lupa ya. ini apa, baju dan segala keperluan tubuh"


"Ya Tuhan aku sampai lupa...." Ujar Rasya sambil nyengir lebar. Tania pun meminta Rasya untuk mengambilnya dan berganti dengan yang bagus.


Nah sekarang kan sudah tampan dan dengan tenang Tania meninggalkan Rasya sendirian didalam kamar.


Bersambung


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2