True Love

True Love
Surat


__ADS_3

Happy reading ๐Ÿค—


Keesokan harinya, Kevin sudah bersiap untuk pergi menemui dokter Risa. Sebelum pergi kesana, Kevin menyempatkan diri untuk singgah ke rumah sakit, dimana Famira dirawat.


Arka dan Zahra akan datang kesana, menjaga Famira kala Kevin tidak ada di sampingnya.


Masuk kedalam ruangan, menghampiri Famira dan duduk disampingnya.


"Assalamualaikum, istriku sayang. Maaf lambat datang. Aku akan datang ke rumah sakit dimana dokter Risa bekerja. Meminta penjelasan padanya mengenai leukemia yang kau idap selama ini dan yang kau tutupi dariku. Sebenarnya, kamu anggap aku ini apa, sayang? Mengapa kamu menutupi rahasia besar ini dariku? Aku suamimu, dan sudah seharusnya kamu beritahu aku jika kamu sedang sakit parah" ucap Kevin sembari memegang tangan istrinya.


Lagi dan lagi, Famira meneteskan air matanya, kala mendengar suara Kevin.


"Jangan menangis! Aku tetap sayang kamu, maaf jika perkataanku menyakiti hatimu". Ujar Kevin sembari mengelap wajah Famira.


Dia didalam ruangan itu bermonolog, tak ada yang mendengarkan ucapannya. Tapi Kevin rasa, Famira mendengarnya walau tak membuka matanya. Jika kondisi koma, berarti orang itu sedang meninggal namun hanya sementara, tetap bisa mendengar namun tak bisa membuka mata hingga waktunya telah tiba.


Kemudian datanglah Arka dan Zahra, mereka berdua datang dengan membawa Arza. Kevin berdiri dari duduknya dan menyambut mereka berdua.


"Assalamualaikum...." ucap Arka.


"Waalaikumsalam..." jawab Kevin.


"Bagaimana dengan Famira, apa dia menunjukkan tanda-tanda siuman?" tanya Zahra.


Kevin langsung menggelengkan kepalanya, ia belum tau sampai kapan Famira akan setia menutup matanya.


"Waktu terus berjalan, tinggal 6 hari lagi, waktu yang kita punya" ucap Arka.


"Benar. Aku harus secepatnya menemukan pendonor" jawab Kevin.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mencari pendonor, lalu Zahra menemani Famira serta Kevin pergi ke dokter Risa" ujar Arka memberi ide brilian nya.


"Setuju, ayo sekarang kita pergi Arka" ajak Kevin dan diangguki oleh Arka.


Mereka berdua sudah pergi dari ruangan itu, Zahra di dalam sambil menjaga Arza dan Famira. Kevin dan Arka berpisah jalur.


Kevin mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dan menuju rumah sakit.

__ADS_1


Dalam perjalanan ia selalu berharap semoga ini akan sedikit membantunya untuk bisa menyembuhkan Famira.


1 jam kemudian, sampailah Kevin disana. Lalu ia pergi menuju ruangan dokter Risa.


Tok tok tok


"Masuk..." jawab dari dalam ruangan.


Kevin langsung masuk dan duduk di kursi.


"Tuan Kevin, ada apa kemari?" tanya dokter Risa.


"Saya ingin bertanya pada anda dokter" jawab Kevin datar.


"Baiklah...., silahkan" ucap dokter Risa.


"Apakah selama ini istriku mengidap leukemia?" tanya Kevin.


Sambil menghela nafasnya dokter Risa menjawab.


"Maksudmu, jika Famira memang mengidap? dan kenapa kau menutupi ini semua dariku, kau ini seorang dokter dan kode etik mu adalah selalu memberi tahu pada pasien atau keluarganya jika ladies sedang sakit. Tapi kau malah menutupinya" ucap Kevin sambil menaikkan suaranya.


"Maaf, sekali lagi saya minta maaf. Tapi ini semua atas permintaan istri anda sendiri. Sebenarnya saya ingin sekali memberitahu pada anda mengenai masalah ini. Tapi istri anda sendiri yang mencegahnya, dan apabila saya tetap memberitahu pada anda. Maka nona Famira akan nekad melakukan hal gila dan mengancam nyawanya. Saya bingung tuan harus bagaimana, di satu sisi ingin tetap menjaga kode etik saya dan di satu sisi nanti nama dokter akan tercoreng jelek, sebab jika nona Famira tetap melakukan hal gila dan bisa mengancam nyawanya sendiri pasti pihak rumah sakit yang akan di salahkan. Tolong, pengertiannya tuan, saya bukan tidak ingin memberitahu pada anda, namun istri andalah yang sendiri melarangnya dan mengancam jika saya berani buka mulut. Maka rumah sakit ini akan ditutup. Kami semua takut karna nona Famira adalah istri dari seorang pengusaha sukses dan terkenal serta bisa melakukan apa saja yang ia mau" jawab dokter Risa panjang lebar.


Kevin langsung memejamkan matanya, sungguh nekad sekali Famira ini.


"Saya sudah meminta nona Famira untuk menggugurkan janinnya dan melakukan operasi. Namun ia menolak dan tetap ingin mempertahankan janin yang dikandungnya. Ia berkata jika nanti kalau saya memberitahu anda pasti anda juga akan meminta dirinya untuk menggugurkan janinnya. Nona Famira takut dan lebih memilih untuk bungkam dan tidak ingin memberitahu pada anda" ucapnya lagi.


"Ya Allah, sungguh bodoh sekali istriku. Kau rela mengorbankan nyawa mu demi ingin memiliki anak dan membahagiakan diriku" kata Kevin sembari mengusap wajahnya.


Lalu dokter Risa ingat dengan surat yang Famira beri dan mengamanatkan kepada dokter Risa jika nanti Kevin datang padanya maka serahkan surat itu pada Kevin.


"Oh ya tuan, saya melupakan sesuatu. Dan ini adalah amanah dari istri anda" ujar dokter Risa.


"Apa itu...?" tanya Kevin.


Lalu dokter Risa membuka laci dan menyerahkan map untuk Kevin buka.

__ADS_1


"Bukalah tuan, itu map yang nona Famira beri pada saya dan hanya boleh dibuka oleh suaminya sendiri" jawab dokter Risa sembari menyerahkan map yang masih tersegel rapi.


Dengan cepat Kevin membukanya dan langsung membaca surat yang ada didalamnya. Matanya langsung mengeluarkan kristalan bening saat membacanya.


...ุงุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุง ุชู‡...


For my hubby


"Wahai suamiku sayang, aku yakin pasti saat kamu membaca surat ini aku sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja dan membuat dirimu khawatir, hehehe maafkan istri pembangkang mu ini. Ku mohon jangan marah pada dokter Risa, karna dia tidak bersalah, aku lah yang bersalah. Sudah berani main rahasia denganmu. Sungguh aku minta maaf.


Yank..., makasih ya selama ini kamu udah mau menemaniku, udah bikin aku tersenyum dan membuat hari-hari ku lebih indah.


Maaf....., selama ini aku telah menutupi ini darimu, aku sebenarnya sakit parah dokter telah memvonis aku kalau hidup aku enggak akan bertahan lama lagi. Maaf, akhir-akhir ini, aku sering membuatmu repot karna menjagaku, itu aku lakukan karna di hidupku yang tak lama lagi. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku ini denganmu dan melahirkan anak untukmu.


Sekali lagi, makasih atas semuanya. Aku pasrah jika Allah mengambil nyawaku, aku akan terima asalkan anak kita lahir dengan selamat. Sebenarnya aku bisa saja melakukan operasi dan sembuh dari penyakit ini, namun aku menolak karna aku tidak ingin membuang janin yang sudah lama kita nantikan kehadirannya.


Janganlah marah pada dokter Risa, karna sudah menutupi ini semua darimu. Jika ingin marah, marah lah padaku.


Please, aku sangat-sangat menyayangi mu dan aku ingin membuatmu bahagia dengan melahirkan keturunan untukmu. Aku rela meski harus merelakan kebahagiaan dan keselamatan hidupku, sayang.


Salam hangat untukmu, jaga anak kita selagi aku bertahan dalam menghadapi penyakit ini.


Aku titip mereka padamu, sayang. Karna kamu adalah pria baik, sejati dan penyayang.


I love you hubby, my everything.


Semoga kamu selalu bahagia dan jaga mereka untukku


...ูˆุณู„ู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุง ุชู‡...


Bersambung


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2