Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Pengalihan Target


__ADS_3

Akhirnya mereka memutuskan untuk meninggalkan restoran setelah membayar tagihannya. Anta dan Aldo berjalan menuju mobilnya di ikuti oleh Anta yang di belakangnya kemudian mereka masuk kedalam serta mengemudikan kendaraannya. kendaraan itu pun berjalan menyusuri meninggalkan restoran jepang.


Mobil Aldo melaju menyusuri jalanan kota yang lengang menuju kampus.


Mobil Aldo melaju menyusuri jalanan kota yang lengang menuju kampus. setelah sampai kampus Anta keluar dari mobil Aldo dan berjalan ke kelasnya untuk mengikuti mata kuliah yang terakhir, setibanya di kelas masih sepi hingga akhirnya mahasiswa yang lain berdatangan dan dosen pun masuk memberi materi.


jam empat sore mata kuliah terakhir telah selesai. Anta keluar dari kelasnya berjalan ke parkiran, seseorang mengikutinya dari belakang, dan ia tahu. kalau dia adalah Pak Aldo dosen muda di fakultasnya, "Bapak kenapa baru pulang?" tanya Anta yang berjalan di depannya.


"Kok tahu kalau itu saya," tanyanya pada Anta,


"Saya sudah hafal bau Bapak" kata Anta terkekeh.


"Aduh senang aku, walaupun kau mengenainya dengan bau badan ku saja."


"Ya, iyalah Pak cara saya mengenali kan begitu."


Dantai yang melihat dari kejauhan menghampiri Anta dengan membawa troller bayi kembarnya, nampak Emir dan Hira duduk di atas troller begitu gembiranya.


Aldo dengan tenangnya berjalan mensejajari Anta. Akhirnya mereka pun bertemu," Inikah suami dan anak-anak mu An," tanya Aldo


"Kenalkan saya Afif Bayu Dantai suami dari Anta, ini anak-anak kami Emir dan Hira." kata Dantai


Aldo menjabat tangan Dantai lalu menyebutkan namanya," Aldo Dirga Dosen Anta dan sekarang jadi kakak Angkatnya."


Dantai tertawa,"Trimakasih perkenalan yang sangat hangat," kata Dantai menanggapi Pak Aldo, Aldo menatap putra-putri Anta dan Dantai, duduk berjongkok di depan troller mereka, "Hai, kenalkan namaku paman Aldo."


"Man yo," respon mereka berdua membuatnya tertawa.


" Mengapa kalian yang masih sangat muda bisa mempunyai anak, Hai yang cantik ini siapa namanya,"


"Hira dan Emir."


"Hai Hira, kau cantik sekali, jika aku menunggu dia berapa umurku ya?"


"Aku tak mau punya menantu tua, kau lebih tua dari kami Kak Dosen jika kau mau datang ke rumah Anta punya adik adik angkat yang tak kala cantik dengan istriku," kata Dantai pada Aldo.


"Oh ya, kalau begitu kenalkan aku," pinta Aldo. Dantai dan Anta tertawa.


"Hai, aku serius," katanya sambil melihat Anta dan Dantai.


"Kau harus menunggunya hingga 11 tahun lagi." kata mereka sambil tertawa.

__ADS_1


"Ok! Aku akan ikut ke rumah mu sekarang juga." kataya lagi.


"Hai kami bercanda," kata Anta dan Dantai bersamaan.


"Hai, kau salah Bercanda padaku." kata Aldo sambil masuk kedalam mobil siap mengikuti mobil mereka.


Dantai menaruhnya Emir dan Hira di tempat duduk kedua dan memakaikan sabuk pengaman, Anta duduk di samping kedua anaknya, lalu Dantai menyimpan troller di dalam bagasi, kemudian Dantai memasuki mobilnya dan menjalankan sebuah kecepatan sedang. Setelah beberapa lama Dantai pun sampai Dirumahnya, seorang gadis kecil berusia 7 tahun keluar dari rumah, lalu berdiri di samping mobil menunggu pintu samping terbuka, dia adalah Maera, pintu pun terbuka, Maera langsung menggendong Hira yang terkikik karena geli di gendong dengan cara mengalungkan tangannya ke perut dan mengangkatnya lalu menurunkan di tanah Hira dan Emir sebenarnya sudah bisa berjalan namun Dantai tak ingin Hira dan Emir merasa kecapean sehingga ia membawa troller. Maera menuntun.Hira sementara Emir selalu tidak mau di tuntun, Emir berlari menuju rumah dengan gembira.


Anta, Dantai dan Aldo yang sudah keluar dari mobilnya berjalan masuk ke rumah.


Aldo bertanya, "Gadis itukah yang kau tawarkan."


"Hai aku tak menawarkannya aku hanya mengatakan bahwa Anta punya adik Angkat." kata Dantai protes.


"Sama saja, cantik juga kenalkan padaku sekarang juga,"kata Aldo padanya.


"Dasar Dosen gil@ apa kau mau memacari gadis yang masih kecil itu." kata Dantai pada Aldo.


"Tidak aku berusaha menjadi pengasuh adikmu sebelum aku menikahinya, dan satu lagi Dan ajari aku tentang agamamu aku ingin memeluk agama Islam seperti dirimu tolong ya ajari aku." kata Aldo dengan tatapan memohon.


"Baiklah aku akan mengajari dan memberikan buku-buku yang harus kau baca. dan aku akan mengajari mu.mbaca Alqur'an, mulai besok kamu harus datang kesini selesai kuliah," kata Dantai.


"Baiklah, besok kau tak usah menjemput Anta, biar dia pulang denganku karena kan harus ke sini."


"Baik jangan curiga begitu aku sedang berubah haluan."


"Maera, kemari!"perintah Dantai,


"Iya Bang"jawab Maera sambil berjalan menghampiri Dantai.


"Iya, Bang ada apa"? tanya Ira.


"Kenalkan ini teman Bang Dantai namanya Bang Aldo, kau panggil dia bang Aldo sama dengan Abang."


"Baik, Bang, Namaku Maera Bang, kelas dua SD." jawabnya sambil tertawa."


"Kenapa tertawa Ra?" tanya Dantai pada Maera.


"Teman Abang ganteng sekali katanya," sambil tertawa.


Aldo pun tertawa lalu menatap Dantai seolah tengah mengejeknya.

__ADS_1


"Kalau Bang Aldo ganteng coba sini duduk di pangkuan Abang." kata Aldo yang membuat Dantai menatap tajam padanya.


"Boleh, Bang?" tanya Maera sekali lagi.


"Boleh dong, kan masih kecil nanti kalau sudah besar kamu minta pangku abang ada syaratnya."


"Apa syaratnya," tanya Maera pada Aldo.


"Tidak boleh di beri tahukan sekarang, harus menunggu besar dulu."


"Baiklah, aku tak bertanya tapi sekarang harus menepati janjinya," katanya pada Aldo.


"Maera, duduk di pangkuan Aldo, dan Aldo memeluknya sambil bertanya pada Maera.


"Selama ini siapa yang menjemput dan mengantar mu," tanya Aldo pada Maera


"Yang pasti adalah Bang Dantai." kata Maera


"Bagaimana kalau aku yang menjemput dan mengantar sekolah mulai besok apa kau setuju."


"Ok! Aku mau Bang."kata Marah pada Aldo.


"Ok! Dial yah." jawab Aldo pada Maera.


"Abang seorang dosen?" tanya Maera lagi.


"Iya, kenapa?" tanya Aldo pada Maera


"Abang pandai matematika tidak?" tanya Maera ke Aldo kembali.


"Ya, aku Abang bisa, apa kau ingin diajarikah?"


"Iya, aku ingin Abang mengajari ku pelajaran yang sulit-sulit." kata Maera pada Aldo


"Dengan senang hati aku akan memberikan les setiap hari jam tujuh malam Bagaimana?"


"Ok! aku mau Bang, janji ya jam tujuh abang akan datang memberikan les padaku.


"Dengan senang hati."


Dantai pun bergumam dalam hati, "Pandai sekali dia memanfaatkan sikon."

__ADS_1


Setelah bercakap-cakap Aldo pun berpamitan pada semua anggota keluarga uang ada di situ.


Aldo pun keluar rumah dengan diantar Maera, sebelum masuk mobil Aldo mencuri ciuman di pipi Maera membuat Aldo gemas,"Ok! Tunggu sebelas tahun lagi akan kupinang kau."


__ADS_2