Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Mengantar ke Malang


__ADS_3

Setelah keakraban semalam membuat suana hati mereka menjadi ringan, pagi ini mereka sarapan bersama, setelah sarapan Dantai pamit untuk menjalankan aktivitas sehari-hari yaitu kuliah.


Sebelum menuju kampusnya ia mengantarkan Salva di sekolah, Setelah menurunkan adiknya tepat di gerbang sekolah ia pun melajukan mobilnya menuju kampusnya.


Setelah sampai dia pun mengikuti mata kuliah hingga selesai.


Hari ini begitu padat mata kuliah yang harus di ikuti dan juga banyak tugas belum menyempatkan diri untuk menelpon Anta.


jam empat sore Dantai baru keluar dari ruangan kuliahnya. ia pun menyempatkan dirinya menelpon kekasih hatinya.


Setelah itu ia pergi ke perpustakaan nasional dan menghabiskan waktu hingga malam menjelang.


pukul 9.00 malam ia baru sampai ke apartemennya la pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan diri, lalu merebahkan dirinya di atas ranjangnya. Ia pun terlelap dalam kelelahan.


hari berganti hari 1 bulan telah terlewati Anta pun sudah bisa berjalan, beberapa kali pemeriksaan terhadap mata Anta tidak membuat Andi legah, Dokter telah memfonis bahwa mata Anta mengalami buta permanen.


dan tak ada cara apapun untuk bisa mengembalikan pengelihatannya. Beberapa kali Andi berdiskusi dengan Dantai dan juga beberapa dokter ahli, namun tak ada sulusi agar mata Anta bisa melihat kembali.


Libur Akhir pekan Dantai terbang ke Istambul Turki, ia berangkat di hari Jum'at setelah menyelesaikan mata kuliahnya hari itu, pukul 1 siang dia sudah berada di pesawatnya. Jam 23.00 ia sudah sampai di Bandara İstanbul Ataturk Havalimani. dan Andi sudah menunggunya di area parkir Bandara.


Setelah keluar dari pesawat Dantai langsung ke area parkir dan masuk ke dalam mobil yang di kendarai Andi. Mobil itu pun berjalan meninggalkan area parkir menuju apartemennya. Sesampainya di apartemen Dantai langsung masuk ke kamar membersihkan diri lalu mengistirahatkan dirinya, esok hari mereka berencana untuk pergi ke malang, untuk mengantarkan Anta yang ingin tinggal di vila malang.


Ketika ia merebahkan tubuhnya di ranjang rasa ngantuk pun menyerangnya hingga dia dengan cepat tertidur.


keesokan harinya setelah sarapan mereka pun pergi ke rumah sakit menjemput Anta dan langsung ke Bandara İstanbul Ataturk Havalimani. mereka langsung memasuki pesawat yang akan berangkat jam 8.00. Dalam pesawat Anta duduk bersama Sari sang perawat, sedangkan Dantai duduk bersama dengan Andi. Andi berbicara banyak hal dalam perjalanan dengan pesawat. Begitu pula Anta dan Sari," Nona Anda sudah bisa berjalan apakah setelah ini anda tak membutuhkan saya lagi?"


"Hai, kenapa kau berkata begitu Sari, aku tetap membutuhkan mu, kecuali kau menikah dalam waktu dekat dan mengikuti suamimu."


"Sari tertawa," Orang yang saya sukai tak pernah tahu bahwa saya menyukainya sampai ia pergi bertugas di daerah terpencil saya tak tahu apa bisa bertemu kembali nona."


"Apa di juga tinggal di panti asuhan sama dengan mu Sari? tanya Anta. Sari pun mengangguk.


"Sari sebenarnya aku ingin kau tetap bersamaku walaupun kau sudah menikah akan tetapi jika orang yang sudah menikah pasti harus ikut suaminya ya..." kata Anta terkekeh.

__ADS_1


" Iya betul nona, tapi kalau begitu saya bisa apa non?" katanya terkekeh.


Mereka berbicang berdua hingga kantuk pun menyergap dan mereka pun tidur untuk menjaga stamina tubuhnya.


16 jam perjalanan dari Istambul ke Surabaya, pukul 00.00 sampai bandara Surabaya mereka pun menginap ke hotel karena hari sudah malam.


Pagi harinya melanjutkan perjalanan menuju vila batu malang. sampai di vila batu malang pukul 9.00 bik Ija telah menyiapkan sarapan pagi untuk mereka. mereka pun makan bersama dengan tenang.


Dantai mengajak Anta berjalan berkeliling vila. Dantai mengajak Anta untuk duduk di bangku taman.


"Honey, aku butuh engkau menemani langkah ku, berapa lama aku menunggu mu siap? apa yang kau ragukan di sana ada ibu, ayah dan Salva." kata Dantai sambil menggenggam jemari Anta.


"Tunggu aku hingga bisa menjaga diri ku sendiri, aku ingin melatih ketajaman pendengaran fif, juga berusaha mandiri dengan kekurangan ku mas, beri aku waktu mas.


"Bisa kau ulangi panggilan mu itu? aku suka panggilan itu, tolong panggil seperti itu," pinta Dantai. Anta pun mengangguk.


"Beberapa lama?" tanya Dantai kembali.


"Aku butuh waktu 1 tahun mas, setelah itu aku akan bersedia menjadi istri mu."


"Ya aku serius mas?"


"Honey trimakasih aku senang, aku senang sekali! Dantai menggendong anta lalu berputar-putar.


"Dan turunkan aku,Aku pusing."


"Dan mau kah kau mengantarku ke rumah yatim piatu?"


"Tentu apapun yang kau mau Honey."


"Sari apa kau sudah siapkan yang akan di bawa di sana."


"Sudah nona,"

__ADS_1


hari itu mereka pergi ke rumah yatim piatu. Dantai duduk di belakang kemudi dan Anta berada di samping Dantai sementara Sari duduk di bangku tengah.


Dantai mulai mengemudikan mobilnya, mobil itu pun berjalan meninggalkan halaman vila, mobil berjalan membelah jalanan menuju rumah yatim piatu dengan kecepatan sedang.


Butuh waktu 30 menit untuk sampai di lokasi itu, sepanjang perjalanan ia menggenggam tangan Anta sambil menyetir mobil, sesekali dia melirik gadis itu.


Mata yang kosong menatap jendela depan kaca mobil, kadang di pejamkan matanya.


"Honey, Apa yang kau pikirkan?"


"Tidak ada mas."


Tiba-tiba Dantai meminggirkan mobil di tepi jalan.


"Katakan padaku, apa yang kau pikirkan? Mobil ini tak akan berangkat kalau kamu tak mengatakan apa yang kau pikirkan? Kata Dantai.


"Mas!" Anta memejamkan matanya lalu menangis.


"Mas, Aku mencintai mu, sangat mencintai mu, aku takut tak akan membuat mu bahagia, kau tahu bukan tak ada harapan aku untuk bisa melihat.


"Honey, dengar baik-baik, aku tak pernah peduli seandainya kau tak bisa melihat lagi, yang di inginkan hatiku hanya kamu, tidak ada yang lain. Hanya kau yang membuat aku bahagia apapun keadaan mu. Sudah ku bilang masih ada mataku untuk membuat kau bisa melihat dunia Han, maka jagalah hati mu untuk ku Han, jangan biarkan hati yang lain masuk di hati mu, hanya hatiku Han," Anta menangis dalam pelukan Dantai.


"Honey tidak bisakah aku mendapingi mu untuk menjadi mandiri, setidaknya jika kita sudah menikah aku akan selalu memeluk mu dengan hangat, saat ini kita belum menikah aku merasa sangat berdosa jika memeluk mu seperti ini Honey, mau kah? bisakah kita menikah tanpa harus menunggu lagi? Ingin sekali kudengar dari bibir Han, kau bersedia menikah dengan ku.


"Mas maaf! maaf kan aku?" katanya semakin kencang tangisannya.


"Aku harus tetap menunggu? tanyanya sambil mengurai pelukannya lalu di letakan kedua tangannya pada Kedua pipi Anta.


"Iya," Jawabnya pelan, Dantai menarik nafas berat.


"Satu tahun?" tanya Dantai.


"Iya." jawabnya

__ADS_1


"Baik lah tuan putri hamba akan menanti selama satu tahun setelah itu kau tak boleh menolak ku lagi," kata Dantai sambil melepaskan tangannya dari pipi Anta, Anta pun mengangguk, dan mobil pun berjalan kembali.


__ADS_2