Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Menjalin Hubungan Pertemanan


__ADS_3

Aldo berjalan keluar kamar menuju ruang makan membuka lemari es dan mengambil air dingin yang berada di botol dan langsung menegaknya dan menyisakan setengah isi dari botol itu lalu mengembalikan di dalam kulkas.


Aldo berjalan kembali ke kamarnya dan Kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang, sedikit terasa sakit seluruh tubuhnya karena habis terjatuh.


Dipejamkan kembali tubuhnya mencari kenyamanan dari matras tidurnya, tak lama kemudian hanya terdengar dengkuran halus di antara detak jam dinding yang berbunyi.


Aldo kembali terjaga ketika jam weker berbunyi tepat jam enam pagi, ia bangun dari ranjangnya dan duduk di bibir ranjang dengan kaki menjuntai ke bawah direnggangkannya otot tubuhnya menghilangkan rasa sakit habis terjatuh karena mimpi bertemu sang kakek. Aldo beranjak dari duduknya berjalan menuju kamar mandi. Melepas semua pakaiannya lalu menyalakan shower, air membasahi seluruh tubuhnya memberikan kesegaran di pagi hari. Setelah selesai ia pun keluar dengan bersenandung dengan nada dan sairnya sendiri, "Aku bahagia mencintai gadis kecil Maera, tak peduli normal atau tidak, kuanggap datang lebih cepat, menjaganya dari kumbang nakal, hingga layak untuk ku pinang."


Aldo segera berganti pakaian semi formal dengan mengenakan kemeja lengan pendek dan celana bahan kain, disemprotkan minyak wangi di beberapa titik bajunya, lalu disisir rambut dengan gaya anak muda sekarang, kemudian mengambil tas punggungnya, lalu berjalan keluar Apartemennya kemudian menguncinya.


Berjalan melewati beberapa flat dan masuk kedalam lift yang kemudian pintunya tertutup. lalu bergerak turun di lantai dasar. Setelah itu, pintunya terbuka Aldo berjalan kembali melewati lobby menuju area parkir memasuki dan mengemudikan mobilnya meninggalkan Apartemen, menuju kekediaman Andi.


Mobilnya berhenti di halaman rumah, ia pun keluar dan berjalan menuju rumah Andi ketika sampai di pintu ia pun mengucapkan selamat pagi, Dantai pun berjalan keluar menyambut kedatangan Aldo.


"Masuk, Pak Al. Kebetulan kami sedang sarapan, sekalian saja dengan kita, Pak "pinta Dantai.


Mereka pun masuk kedalam ruang makan, Aldo menjabat tangan seluruh anggota keluarga.


Mereka pun sarapan bersama, Maera tersenyum padaku saat dia tahu aku ada di meja makan bersama mereka. Setelah selesai makan bersama Dantai masuk kedalam kamarnya sebentar lalu kembali dengan membawa buku-buku di berikan kepada Aldo.

__ADS_1


"Banyak sekali," katanya dengan mata yang terbuka lebar.


"Tidak harus cepat habisnya, Pak Aldo. Pelan-pelan saja setelah itu, akan saya carikan guru ngaji buat Bapak." kata Dantai sambil menghela nafasnya.


"Lo, Nak Aldo, belum bisa ngaji apa?" tanya papi Andi.


"Dia non muslim, Pi. Mau masuk Islam," kata Dantai lalu membisikkan sesuatu pada Papi Andi.


"Bang Aldo mau mengantar Maera kan? tanya gadis kecil cantik itu ke pada Aldo yang kemudian mengangguk.


Pak Andi menatap Aldo lalu Maera, kemudian ia terkekeh. "Jaga Maera ya, tunggu sampai benar-benar dewasa ya," kata Papi Andi sambil menepuk pundak Aldo lalu berjalan keluar menuju mobilnya.


Dia berjalan keluar dengan membawa buku-buku yang di berikan Dantai padanya, di taruh kedalam bagasi, lalu ia berjalan menuju mobilnya dan masuk kedalam serta duduk di depan kemudi, Maera duduk di sebelah, memakai sabuk pengamannya. Tak lama kemudian kendaraan Aldo meninggalkan rumah Andi menuju sekolah Maera.


"Handphone, Abang mana?" tanya Maera.


"Di saku celana, Ra." kata Aldo


"Saku sebelah sini?" tanyanya lagi sambil menyentuh celana bagian sakunya. Aldo kembali mengangguk karena sedang Fokus menyetir.

__ADS_1


Tangan Maera merogoh saku celananya Aldo hingga membuatnya terkejut, tak lama kemudian tangan kecil keluar dari saku celana Aldo. "Maaf ya, Bang. Tadi kena sedikit," kata Maera tersenyum nyengir.


Wajah Aldo pucat pasih. Bagaimana tidak tangan kecil itu menyenggol aset berharganya. Untung saja dia bisa mengendalikan dirinya.


"Bang, paswordnya," tanyanya lagi


"Jempol, Abang. Lain kali tunggu Abang mengambilkannya, ya." kata sambil menempelkan jempol tangannya ke handphonenya. Maera menoleh sambil tersenyum lebar dengan mengacungkan kedua jari tangannya memberi kode peace.


lalu mengetik angka di handphone Aldo dengan cepat kemudian melakukan panggilan pada nomernya itu. ketika bunyi nada dering di ponselnya ia pun mengakhiri. setelah itu di berikan kepada Aldo, Ini sudah aku simpan nomerku di handphone Abang, nanti jemput, Rara, ya Bang." katanya sambil mengembalikan handphonenya ke saku celana Aldo dan dia hanya bisa tersenyum masam.


Setelah sampai di depan pintu gerbang, Maera meraih tangan Aldo lalu berpamitan, kemudian melepaskan sabuk pengamannya, ia pun menoleh tersenyum pada Aldo dan membuka pintu mobil kemudian berlari memasuki pagar gerbang dan menghilang dari pandangan Aldo. Aldo pun menjalankan mobilnya menuju kampus, 30 menit kemudian mobil yang di kendarai Ado pun sampai di area parkir dan berhenti di sana. Aldo pun keluar dan berjalan melewati koridor jalan menuju ruang kelasnya, hingga jam 12 siang ia baru keluar dari kelas-kelasnya. Setelah itu, ia pun berjalan keruangan kantornya. Dia pu.masuk ke dalam ruangannya dan mulai memeriksa pekerjaan mahasiswanya. Dia pun larut dalam pekerjaan, tiba-tiba sebuah panggilan yang terpampang Nama Gadis Imut Abang, Aldo pun terkekeh, ia menerima panggilan tersebut, gadis yang ada di sebrang langsung berbicara tanpa henti.


Aldo mematikan sambungan ketika, suara itu berkicau. Aldo keluar dari ruangannya menuju mobilnya dan masuk kedalamnya lansung memacunya menuju sekolah Maera.


Mobil itu berhenti di depan pintu gerbang sekolah dan Maera pun berlari menuju mobil itu dan membuka pintu nya lalu duduk di samping Aldo. Ia pun mengenakan sabuk pengaman. kemudian mobil itu berjalan menyusuri jalanan yang lengang, mengitari jalanan Singapura berakhir di restoran bintang lima, pekerja di sana membungkuk hormat ketika Aldo dan Maera sampai, mereka pun duduk di ruang privasi lalu Aldo memesan menu istimewa mereka pun makan siang di sana.


Tak henti-hentinya Maera memuji menu makanan itu. Setelah selesai makan Mereka pun pergi dari restoran tersebut, menghampiri mobilnya dan masuk kembali lalu berjalan lagi membela jalanan. Sepanjang jalan ia bertanya kenapa Abang tidak membayar semua makanan itu. Aldo hanya menjelaskan pada Maera seadanya. "Sudah jangan tanya saja aku sudah menitipkan uangku di sini, jadi kalau aku makan tidak perlu lagi membayarnya." Era melebarkan matanya menatapku. "Oh, ya ... berarti kalau aku makan di sini aku gak perlu bayar tinggal bilang aja, uang Bang Aldo ada di sini, ambil saja uang kak Aldo."


"Ikut Abang ke kampus dulu menyelesaikan pekerjaan dan nanti akan di ajak pulang.

__ADS_1


__ADS_2