Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Melahirkan


__ADS_3

Hari berganti hari Rena semakin dekat dengan Anta, Rena sudah memutuskan untuk mundur dari dunia hiburan yang membesarkan namanya.


Tiga wanita yang berbeda usia itu selalu menghabiskan waktu berbincang dan bercanda. Kadang masak bersama bertiga, ketika Ira datang menjenguk menantunya akan lebih ramai suasananya.


Andi telah memutuskan untuk tinggal di Singapura menempati rumah yang lama, tentunya hal itu mempengaruhi sedikit banyak waktu tersita untuk mengurusi bisnis di jepang hingga memutuskan untuk mengangkat asistennya sebagai wakil CEO yang mewakili dirinya untuk mengambil keputusan di saat dia tidak ada di tempat.


Saat ini ia harus terbang ke Jepang untuk menangani urusan yang tak biasa di wakilkan oleh asistennya.


Walau waktunya semakin sedikit untuk keluarganya namun ia sangat bersyukur sang istri lebih dekat dengan putrinya itu yang dulu tidak pernah di lakukan Rena.


Kandung Anta sudah memasuki usia 9 bulan.


Kandungan Anta terlihat besar karena memang kembar.


Disaat bersama dengan nenek, mami dan ibu mertua Anta merasa mulas di bagian perut bawahnya kadang datang dan kadang hilang.


"An, apa kita gak ke rumah sakit saja sayang?"


"Belum ma, masih kadang-kadang hilang kadang datang."


Beberapa kali meringis kesakitan namun tenang kembali.


Beberapa menit kemudian, Mam, bu, Anta


sudah tak kuat lagi,


Rena yang saat itu menata makanan untuk makan siang terkejut," jeng Ira seperti Anta mau melahirkan."


"bu tolong ambil tas Anta, ya bawa ke mobil"


"Ren, biar ibu ikut ya."


"Ibu nanti capek loh,"


"Enggak Ren,"


"Ya udah ayo bu kasihan Anta.


"An masih bisa jalan nak?


"Masih mam."


Rena dan Ira memapah Anta sampai di mobil. tas di taruh bangku belakang. Anta dan nenek di bangku tengah sementara itu Rena berada di belakang kemudi mengemudikan mobil.


Mobil itu pun berjalan meninggalkan rumah. Ira menelpon putranya Dantai.


beberapa kali melakukan panggilan akhirnya panggilan pun terhubung.


Setelah terdengar salam dan menjawab salam Ira pun mengabarkan keadaan,"


Dan Anta akan segera melahirkan segera menyusul ke rumah sakit pusat."

__ADS_1


"Baik mam."


"Dantai memacu mobilnya menuju rumah sakit pusat."


Mobil yang di kendarai Rena Akhirnya sampai di rumah sakit pusat. Ira berlari untuk ke pusat informasi untuk meminta bantu segera tenaga medis.


Tenaga medis segera datang membawa bankar dorong berjalan menuju mobilnya dan Anta segera di pindahkan ke bankar dorong tersebut dengan cekatan tenaga medis itupun membawa ke ruang bersalin.


Tak lama kemudian mobil Dantai masuk area parkir rumah sakit.


mobil itu pun berhenti dan Dantai keluar dari mobil berjalan dengan cepat mencari ruang bersalin.


Sampai di sana ia bertemu Rena dan segera masuk di ruangan bersalin.


"Bagaimana dok istri saya?"


"Sudah pembukaan lengkap pak tolong dampingi ibu pak."


Dantai duduk di sebelah ranjang Anta memegang tangan istrinya.


"Baik buk kita ikuti aba-aba saya, tarik nafas lalu mengejan ya bu."


"Tarik nafas lalu mengejan bu." Anta mengangguk menarik nafas dan mengejan dicengkramnya tangan Dantai dengan kencang.


"Tarik nafas lalu mengejanya jangan sampai berhenti."


Anta menarik nafas lalu mengejan hingga terdengar suara tangis bayi.


"Baby girl pak, bu cantik seperti ibunya."


Bayi di serahkan pada perawat untuk di bersihkan.


"Tarik nafas buang nafas bu.


"Dok saya serasa ingin mengejan lagi."


"Iya bu dedeknya masih satu di dalam, tarik nafas dan mengejan ya bu.


Anta menarik nafas lalu mengejan lagi lalu mengejan lagi hingga terdengar suara tangis bayi.


"wah baby boy tampan seperti ayahnya.


Bayi itu pun di bersihkan oleh perawat.


"Trimakasih sayang kau wanita hebat," kata Dantai sambil menyeka buliran-buliran yang ada di kening Anta lalu mengecup kening istrinya.


Perawat memberikan bayi perempuan untuk di adzani, setelah selesai diserahkan bayi laki-laki untuk di adzani setelah selesai bayi itu di letakan di atas tubuh Anta secara bergantian lalu di bawa keruangan bayi


Dantai keluar mengabarkan bahwa bayi telah lahir dan selamat.


bayi kembar laki-laki dan perempuan yang saat ini sudah di bawah ke ruang bayi.

__ADS_1


Dokter membersikan darah Anta hingga bersih lalu membawanya ke ruang perawatan dan di di pasang kan infus pada Anta.


Rena, Ira dan nenek masuk keruangan perawatan Anta mereka memeluk dan mencium Anta.


"Selamat ya nak kau benar-benar hebat."


Hardan pun datang dan memeluk sang anak.


"Selamat Dan kau sekarang sudah jadi ayah."


"Trimakasih Ayah."


Tak seberapa lama perawat datang membawa bayi kembar untuk di susui.


Suster membantu Anta untuk bisa menyusui bayi perempuan itu pun mencari punting ibunya beruntung asih segera keluar, setelah puas bayi perempuan itu di letakan di box bayi dekat


Anta dan berganti dengan bayi laki-laki.


Anta menyusui bayi laki-lakinya isapan sangat kuat tak jarang ia meringis kesakitan, masih merasa kurang bayi itu di pindah di bagian kiri. Ia mengisap dengan sangat lahapnya hinga bayi itu pun terlelap.


Bayi itu di letakan dalam box bayi dekat saudara perempuannya.


Andi yang baru sampai di Bandara segera mencari taxi dan meminta di antar kan di rumah sakit pusat.


Taxi itu berjalan menuju rumah sakit pusat setelah sampai Andi segera membayar dan segera masuk ke dalam rumah sakit.


Andi menyusuri lorong rumah sakit menuju tempat perawatan putrinya, ketika sampai ia bertemu Dantai dipeluknya menantunya itu .


"Selamat Dan , mana putri ku?"


"Ada di dalam pi."


Dantai segera masuk dan memeluk putrinya itu.


Di ciumnya kening putrinya itu ," Kau sudah jadi ibu sekarang putri ku."


"ia menoleh pada box bayi di ambil satu bayi, bayi laki-laki bayi yang tampan perpaduan dari kamu dan Dantai."


Anta tersenyum mengangguk.


"Tadi jadi rebutan sama bunda dan mami."


"Benarkah, bayi tampan ini jadi rebutan?" tanya Andi pada baby boy yang tertidur lelap.


Lalu bagaimana putri yang cantik ini," katanya dengan meletakkan baby boy di box dan meraih bayi perempuan yang imut itu. bayi itu tersenyum terlihat senyum pipitnya di kedua pipi bayi itu "oh cantiknya cucu kakek ini."


"Siapa namanya?"


"Mas Dan menunggu semuanya berkumpul untuk memberikan nama pada putra-putrinya memberikan kesempatan pada para kakek-kakek memberikan nama pada cucunya.


"Wah ayah mu menunggu kakek datang ya cantik." katanya menatap cucu perempuannya dengan hati basah.

__ADS_1


Trimakasih telah berkunjung dan membaca karya saya, dukungan anda sangat berarti buat saya, selalu dukung saya dengan memberi Like dan koment agar lebih semangat lagi untuk update dan sehat selalu serta di berikan kelancar rizki bagi anda semua.


.


__ADS_2