
Dua Minggu sudah mereka tinggal di apartemen, Dantai mencarikan instruktur untuk melatih seorang penyandang cacat tunanetra untuk Anta
dengan memusatkan otaknya pada indra pendengarannya dan indra perabanya.
Seorang wanita dengan perawakan tinggi semampai, mempunyai keahlian beladiri mempunyai pengalaman yang mencengangkan
Celometa Agata namanya.
Celometa pernah menjadi penyandang tunanetra ketika dia berusia 4 tahun karena panas tinggi membuat dia kehilangan penglihatan. Ayah yang seorang ahli bela diri memberikan pelatihan pada putrinya untuk bisa mandiri layaknya seperti orang normal yang mempunyai pengelihatan dengan mengandalkan intuisinya dan pemusatan otak dengan mendengarkan suara sehalus mungkin dan memprediksikan suara itu ada di mana.
16 tahun lamanya hidup dalam kegelapan hingga ia pun mendapatkan donor mata, sampai dia bisa melihat kembali. ya Celometa istri seorang pengusaha ternama yang bernama tuan Brian Admaja yang mengabdikan hidupnya untuk membantu orang-orang yang kehilangan pengelihatannya.
Flashback on
Setelah selesai dengan materi mata kuliah ia pergi mendatangi suatu yayasan terkenal yang membantu penyandang tunanetra untuk hidup mandiri.
Di sana Dantai pun di sambut oleh sekertaris.
" Tunggu sebentar tuan, nyonya masih di dengan suaminya," kata sekretarisnya.
Dantai duduk di sofa menunggu wanita hebat itu.
tak lama kemudian lelaki paruh baya yang usianya 40 tahunan keluar matanya bersirobok dengan seorang yang ia kenal," Hai Dan kau ada di sini?"
"Ya, Hello tuan Brian, Bagaimana kabar anda?"
"Baik, kau ingin bertemu istri ku?
"nyonya Celometa istri Anda?"
"Ya, ayo ku antar padanya, boleh ku tebak ini untuk kekasih mu itu kan, tapi jika di Indonesia aku tak mengijinkan, jika dia di sini aku tak keberatan istriku yang melatihnya.
"Suatu kehormatan luar biasa jika istri anda yang langsung melatih istriku.
"Apa istri mu? Kau sudah menikah?"
"Ya, saya sudah menikah akhirnya dia bersedia menikah dengan saya." pintu di ketuk dan terdengar suara dari dalam, "Masuk," pintu terbuka wanita itu terkejut suaminya kembali di ruangannya.
__ADS_1
"Ada tamu istimewa sayang, seorang pelukis yang kau kagumi karya dan harus ku rayu untuk menjual salah satu lukisan kaya pribadinya.
"Oh ya, dimana dia aku ingin bertemu dengannya?" tanyanya dengan sangat antusias.
"Kau membuatku cemburu sayang." kata Brian sambil menoleh pada Dantai.
"Apa dia orangnya?"
" Ya dia orangnya, silakan duduk bung." kata Brian mempersilakan tamunya untuk duduk, Dantai pun duduk di sofa di ruang itu. Brian menghampiri sang istri.
"Kau tahu sayang wanita yang ada di lukisan yang kau miliki itu ada di sini." katanya sambil menggandeng Istrinya untuk di ajaknya duduk di sofa.
"Benarkah wanita hebat itu ada di sini?" tanyanya sambil duduk di sofa bersama dengan suaminya.
"Ya dia berhasil menikahi wanita pujaannya itu," kata Brian pada istrinya.
"Selamat tuan..,dengan tuan siapa?"
"Dantai, nyonya Brian, kedatangan ku sini untuk mencari instruktur yang bisa membantu istriku untuk bisa mandiri dan mampu merasakan hidup seperti orang normal."
"Selamat tuan Dantai semoga langgeng sampai kakek dan nenek, aku sendiri yang akan melatihnya."
"Aku sebenarnya ingin mengenang masa lalu ku itu sebabnya aku ingin bertemu dengan anda secara langsung saya ingin anda melukis saya saat saya belum bisa melihat."
"Tentu apa anda punya foto lama anda? saya akan segera mengerjakannya."
"Trimakasih tuan Dantai, ada suatu hal yang harus anda patuhi ketika saya melatih istri Anda tuan Dantai."
"Apa nyonya?"
"Anda tidak boleh menunjukan rasa belas kasihan dalam alasan apapun karena akan menghambat kepercayaan dirinya dan kemandiriannya, biarkan apa pun yang terjadi padanya dan biarlah dia melatih konsentrasi untuk melakukan pekerjaan secara mandiri, jika dia terjatuh ataukah menabrak benda-benda yang ada di sekitarnya hingga mampu mengira di mana letak suatu benda dengan intuisi, ini penting saya katakan pada anda jangan sampai cinta anda membuatnya lemah dan menghambat dia untuk melatih konsentrasi memusatkan otaknya pada indra peraba, penciuman serta pendengarannya. Karena mendengar cerita dari suami saya anda begitu bucin pada istri anda." Kata Celometa yang membuat Dantai tertawa dan menoleh pada tuan Brian.
"Anda menceritakan pada istri anda tuan?"
"Ya, dia bilang tertarik dengan lukisan wanita yang duduk di kursi roda dengan tatapan kosong, katanya matanya sangat mirip dengan wanita yang duduk di kursi roda." kata Brian pada Dantai.
"Benarkah, boleh saya melihat mata istri anda? saya ijin pada anda takutnya anda cemburu pada saya."
__ADS_1
Brian tergelak," Silakan kata Brian, aku tak akan cemburu, karena aku tahu hanya istri mu saja yang ada di hati mu. Dantai menatap mata Celometa mata yang hampir sama tatapan yang hampir sama, ada ketegasan di dalamnya.
Bagaimana? apa Anda bersedia?"
"Ya saya bersedia untuk kebahagiaan Anta."
"Syukurlah kalau begitu." kata Celometa.
"Boleh saya tahu bagaimana Anda bisa mendapatkan donor mata."
"Tentu saja, Mungkin gadis kecil itu yang mendonorkan matanya untukku."
10 tahun yang lalu aku datang terburu-buru ke rumah sakit karena ayah pingsan dan di larikan di rumah sakit hingga menabrak kursi roda seorang gadis kecil usia antara 9-10 tahun.
"Maaf aku menabrak mu."
"Tidak apa-apa kak, apa kakak buta?" tanya gadis yang menabrakku itu."
"Hai ternyata kau masih kecil, maaf ya aku harus pergi." kata Celometa
"Jangan, tunggu sebentar, ayah kakak tidak apa-apa, pasti akan sehat tapi aku, aku tak akan sehat mungkin akan meninggalkan orang-orang yang ku cintai, maka tolonglah aku kak!" katanya meraih tangan menahan ku untuk pergi. aku pun berhenti meraba wajah gadis itu sepertinya dia sangat cantik. dia tertawa renyah," kakak aku tak cantik lagi aku tak punya rambut tapi aku bahagia masih bisa melihat hari ini entah esok, siapa nama kakak?"
"Celometa Agata."
"Catat suster!" perintahnya pada susternya.
"Namaku Diana, besok aku akan operasi, aku tidak tahu apakah besok pada akhirnya akan bersama kembali dengan keluarga ku dan adik kembarku itu. Jika aku tak selamat di meja operasi itu tolong trima mata ku dan jadi teman untuk soudara kembar ku itu dia sangat cerdas dan pintar bakat ibu ku menurun padanya."
"Kau akan selamat gadis kecil." kata Celometa sambil menitikkan air matanya.
"Boleh aku berfoto dengan mu kak?"
"Tentu."
Aku pun berfoto dengannya, tak seberapa lama mas Brian menyusul ku dan kami meningalkannya di sana bersama susternya.
3 hari kemudian Brian mengabarkan ada seorang anak pengusaha yang mendonorkan matanya padaku. Paska operasi aku ingin menemui keluarga itu tapi mereka telah pergi dan suster memberikan foto gadis cantik itu pada ku," kata Celometa sambil menunjukan foto itu.
__ADS_1
"Boleh ku potret foto itu." Celometa mengangguk dan Dantai memotret foto yang mirip Anta versi kecilnya, ya gadis yang tak berambut itu tersenyum cerah.