
Cinta yang menggebu membuat seseorang bisa saja lupa diri tapi cinta yang bersandar pada sang pencipta tidak sama tidak akan pernah bisa membuat hambanya lupa diri akan sesuatu yang harus di jaganya sebelum halal bisa di rengkuh.
Begitu pula yang terjadi pada Dantai walaupun ia bukan pria yang mampu menolak suatu sentuhan akan tetapi ia berusaha menghindar dari hal yang membuat ia lupa diri karena mencintai Anta, gadis yang sejak kelas XII bersamanya hingga melupakan sesaat karena ke bilangan ingatan. gadis yang buat hati berdebar hanya mendengar suaranya, gadis yang padai namun lugu, gadis yang tegar dan tenang dalam menghadapi banyak hal. gadis yang membuat hatinya berbunga-bunga hingga penuh dengan kebahagiaan.
Setelah pulang dari malang tugas-tugas kuliahnya mulai menumpuk untuk segera di selesaikan, Dantai sudah tenggelam dalam buku-buku kedokterannya melupakan sesaat seyum gadis pujaan yang di simpan dalam memori otak, hingga malam menjadi larut, rasa kantuknya menghentikan keseriusan bersama buku-bukunya, ia pun merebahkan dirinya di atas ranjangnya membayangkan sejenak senyum dan tawanya yang mampu merubah dunianya dan mampu meluruhkan ketegasannya. Ketika sang gadis meminta sarat ataupun persetujuannya dengan mata yang mengibah lalu senyum yang merekah.
Begitu lelahnya ia tak mampu membuat mata itu terus terjaga akhirnya meredup dan tertidur.
Setiap kesulitan yang mendera setiap seseorang mempunyai pilihan apakah larut dalam kesedian dan keputusasaan atau bangkit dengan segala mencari kekuatan di balik kekurangan tersebut begitu pula anta harus meratapi keadaanya yang sekarang penuh dengan keterbatasan atau bangkit dari keterpurukannya. Dia mulai melatih Indra pendengarannya, indra perabahnya dan indra penciumannya. Ia mulai belajar berjalan tanpa tongkat dengan di latih oleh tenaga ahli," Dari pintu gerbang ke teras 120 langkah dari teras ke ruang tamu 50 langkah dari kamar tamu ke ruang tengah 50 langkah dari Ruang tengah ke dapur 30 langkah dari ruang tengah ke kamarnya 20 langkah, lalu dari pintu ke sofa 5 langkah dari sofa ke ranjang 15 langkah dari ranjang ke kamar mandi 6 langkah.
Kamar Anta berada di lantai dasar agar lebih memudahkan buatnya untuk melakukan aktivitas tanpa bantuan seseorang setiap hari di pun berlatih berjalan mengenali lingkungan rumah dengan instingnya.
Dia pun memperdalam belah dirinya dan melatih instingnya dalam berkelahi mempertajam pendengarannya ia pun berlatih melempar pisau dengan arahan sebuah suara dan di latih oleh instruktur handal, ia sadar bahwa tidak boleh bergantung sepenuhnya pada orang lain.
__ADS_1
Tiga hari berlalu Dokter Rizal mengunjungi rumah sakit di mana ia melakukan tes DNA kepada Sari dan hasil dia tidak punya hubungan darah, hatinya begitu gembira ia keluar dari rumah sakit lalu masuk kedalam mobilnya di kemudikan mobilnya keluar rumah sakit melintasi jalan raya menuju vila, dan berhenti saat lampu merah menyalah. tampak seorang ibu muda dengan wajah kusam dan baju kumal nampak menyebrang jalan dengan menggendong bayi di punggungnya, sambil membawa karung berisi plastik bekas tiba-tiba kepala sedikit nyeri, hingga tak menyadari bahwa lampu sudah kembali hijau, suara klakson beberapa mobil di belakangnya berbunyi berkali-kali menyadarkannya ia pun menjalankan mobilnya dengan mendengarkan beberapa umpatan dari pengendara di belakangnya. Ia menjalankan mobilnya dengan pelan lalu berhenti di pinggir trotoar, keluar dari mobilnya dan berjalan mendekati ibu yang sedang duduk di lantai teras toko," Bu ini ambil untuk anda segera pulang kasian adiknya kepanasan," katanya sambil menyerahkan sebuah amplop.
"ini apa nak?" tanya ibu mudah itu.
"Untuk ibu, terima saja dan pulang lah," katanya sambil berjalan pergi meninggalkan perempuan itu menuju mobilnya, dan mobil itu pun berjalan meninggalkan perempuan muda itu, perempuan itu memandang pria yang telah pergi tanpa sempat mengucapkan terima kasih dan kemudian perempuan itu pun pergi meninggalkan tempat itu dengan hati yang bertanya-tanya.
Mobil dokter Rizal berhenti di sebuah taman dan duduk di bangku taman dengan pikiran menerawang jauh di masa lalu. peristiwa tadi membuka ingatannya di masa lampau.
Flashback on
ibu itu pun menoleh ke belakang sambil tersenyum lalu mengambil satu mangkok bubur yang ada di panci tersebut.
Maaf ibu hanya bisa menyelamatkan mu, sebelum mobil orang tuamu terbalik dan terbakar, Rizal akhirnya ingat sebelum ia berada di sini ibu bersusah payah pecahkan kaca mobil lalu mengangkat tubuh dan di lemparkan dengan pelan sambil berkata semoga Allah menjagamu nak ia pun terguling di trotoar beberapa meter dan berakhir di pembuangan sampah tak lama kemudian mobil itu terbalik dan meledak.
__ADS_1
"Jangan menangis ibu akan menjaga mu." katanya sambil menyuapkan bubur di mulut kecilnya. Rizal tinggal bersama dengan mereka selama 5 bulan hingga suatu peristiwa di mana ia harus membawa bayi mungil berusia 1tahun itu pergi dari rumah karena ibu bayi itu tertabrak mobil dan meninggal di tempat ketika akan pulang dari memulung. Ia pun di usir dari rumah itu oleh orang yang mengaku kerabat sang ibu dan di suru membawa serta sang bayi.
Rizal kecil berjalan tertatih dengan perut kosongnya sambil menggendong sang bayi yang bernama Sari itu ia berjalan jauh hingga tiba di rumah yatim piatu kasih bunda ia duduk di teras rumah tersebut, rasa letih dan lapar membuat ia tak sadarkan diri sementara bayi yang tak jauh darinya menangis keras hingga membangunkan pemilik yayasan kasih bunda.
Flashback off
Dokter Rizal beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju mobilnya, ia masuk ke dalam mobil lalu mengendarai dengan kecepatan sedang menuju rumah panti Kasih Bunda dengan hati mantap.
Satu pekan pun berlalu, di akhir pekan ini Dantai mengunjungi Anta ke malang.
Setelah sampai di Bandara ia menelpon pak To untuk menjemputnya di Bandara. Pak To di percaya untuk menjaga rumah itu dan merawat dengan baik bersama bik Mirna sang istri.
Setelah tiba mobil jemputan segera Dantai masuk kedalam mobil dan mobil itu pun berjalan menuju rumahnya, setelah sampai ia menyuruh pak To keluar dan ia mengendarai mobilnya ke vila malang," Apa tak sebaik saya antar saja tuan muda?"
__ADS_1
"Tidak usah saya nanti juga membutuhkan mobil di sana," kata Dantai pada sopir ayah itu.
"Baik lah den hati-hati di jalan," pesan pak To pada majikannya.